Waduh! Penerimaan Pajak Jeblok, Menkeu Terbaik Dunia Ini 'Nyerah'

Oleh : Ridwan | Jumat, 20 November 2020 - 16:30 WIB

Menkeu Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan target penerimaan pajak tahun ini berpotensi tidak mencapai target. Menkeu terbaik di dunia ini kibarkan bendera putih.

Apa alasan Sri Mulyani? Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi dampak pandemi Covid-19 pada dunia yang masih terjadi hingga akhir tahun ini.

"Ini adalah penerimaan perpajakan yang rendah karena memang mengalami kontraksi dan ini pun masih ada risiko untuk tidak tercapai, karena ternyata kondisi dari korporasi maupun masyarakat betul-betul tertekan," kata dia dalam diskusi virtual, dikutip Jumat (20/11/2020).

Sri Mulyani menuturkan dari sisi keseluruhan, pendapatan negara mengalami tekanan. Pendapatan negara tahun ini hanya sebesar Rp 1.699,9 triliun, nilai itu terdiri dari target penerimaan perpajakan hanya Rp 1.404,5 triliun, pendapatan negara bukan pajak atau PNBP sebesar Rp 294,14 triliun, dan penerimaan hibah sebesar Rp 1,30 triliun.

Menurutnya, target penerimaan negara tahun ini menurun, namun peningkatan anggaran belanja negara dilakukan untuk menangani pandemi Covid-19.

Dengan kebijakan tersebut, maka defisit APBN melebar ke level 6,34 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB.

Adapun anggaran belanja negara naik menjadi Rp 2.739,1 triliun. Peningkatan belanja ini dipenuhi melalui pembiayaan alias utang untuk membantu masyarakat yang terkena dampak.

Sebelumya, dikutip Republika, Sri Mulyani memperkirakan penerimaan perpajakan pada tahun ini akan turun 15 persen dari target perubahan APBN dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp 1.404,5 triliun.

"Pendapatan kami turun sangat signifikan yang kami perkirakan awalnya hanya turun 10 persen mungkin sekarang kita akan mendekati penurunan pendapatan 15 persen dari perpajakan,” katanya dalam acara 7th OECD Forum on Green Finance and Investment di Jakarta, Jumat 9 Oktober 2020.

Dia menyatakan meskipun penerimaan perpajakan diperkirakan turun 15 persen namun besaran defisit APBN untuk tahun ini tetap sesuai kesepakatan yakni 6,34 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mendikbud Nadiem Makarim

Jumat, 22 Januari 2021 - 11:10 WIB

Menteri Nadiem Blak-blakan Ungkap Fakta: Hanya 15,5% Sekolah yang Sanggup Gelar PTM, 84,5% Lainnya Siap Belajar Dari Rumah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim angkat suara terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) disekolah bagi para siswa di masa pandemi Covid-19. Menurutnya, pelaksanaan kebijakan PTM sebenarnya…

Ilustrasi PLTS

Jumat, 22 Januari 2021 - 11:01 WIB

Setjen DEN Gandeng BRI dan LEN Industri Realisasikan Penggunaan PLTS Atap

Nota Kesepahaman ini merupakan rencana kerja sama pembiayaan dan pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di lingkungan kantor dan perumahan pegawai Setjen DEN.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, pada Kamis, 21 Januari 2021. Foto: BPMI Setpres/Lukas

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:49 WIB

Pemerintah Perpanjang PPKM hingga Dua Pekan Mendatang

Jakarta-Pemerintah akan kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua minggu ke depan mulai tanggal 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021.

Menteri Sandiaga Uno

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:39 WIB

Banyak Mendengar Keluhan Pengusaha Hotel, Sandiaga: Okupansi Hotel di Bawah Titik Impas

akarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan perpanjangan pemberlakuan kegiatan masyarakat atau PPKM akan berdampak pada ketahanan pelaku usaha yang bergerak di bidang…

Presiden Joko Widodo

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:38 WIB

Simak! Ini Tiga Sektor Industri yang Dapat Bertahan dan Berkembang Ditengah Pandemi

Ketiga sektor tersebut adalah sektor pangan, sektor farmasi dan rumah sakit, serta teknologi jasa keuangan dan pendidikan.