Pupuk Batubara Jadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia

Oleh : Herry Barus | Selasa, 27 Oktober 2020 - 15:33 WIB

Ketu Umum FKDB Aa Zaki
Ketu Umum FKDB Aa Zaki

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) gencar mensosialisasikan teknologi pupuk batubara untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Pupuk batubara dinilai tepat, karena dengan luasan sawah yang tetap, bisa menghasilkan panen padi yang lebih tinggi.

Ketua umum FKDB  Ayep Zaki menyebutkan pupuk batubara memiliki keunggulannya yaitu untuk pembenahan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman dan ramah lingkungan. "Dengan menggunakan pupuk batubara,  maka produktivitas satu hektar bisa meningkat sampai lebih dari 30 persen, " katanya.

Menurut Aa Zaki, demikian karib dia disapa, FKDB telah memproduksi pupuk batubara yang diberi label Futura  di pabrik yang berlokasi di Sentra Industri Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Produksi pupuk berbahan batubara ini  sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat, terutama di daerah lumbung padi.  "Teknologi produksi Pupuk Batubara ini satu-satunya di dunia dan dibutuhkan seluruh negara. Dengan pupuk batubara ini, Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," papar dia, Selasa (27/10/2020)

Pupuk berbahan baku batubara merupakan fosil tumbuhan yang terawetkan dan  punya kandungan unsur hara yang nyaris sempurna. Mulai  dari unsur nitrogen, kalium, posfat, hidrogen, phospor, zeng, calsium, besi dan lain-lain yang tak kurang dari 70 unsur makro dan mikro.  Sehingga mampu memenuhi unsur hara tanah yang dibutuhkan. "Pupuk organik berbahan dasar batubara adalah pupuk organik yang terbaik," ujar Aa Zaki.

Pupuk batubara sangat bermanfaat bagi tanaman padi, sayur, buah maupun palawija. Dengan menggunakan pupuk batubara  akan meningkatkan produksi panen baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Selain itu, pupuk batubara ini mampu memperbaiki alih struktur tanah menjadi meningkat kesuburannya dari musim ke musim. Dengan meningkatnya produktivitas pertanian, otomatis pendapatan petani semakin meningkat.

Penggunaan pupuk organik batu bara, lanjut Zaki, lebih murah dibandingkan dengan pupuk kimia anorganik atau pupuk kimia buatan. Pupuk berbahan batubara ini telah diuji coba di  16 provinsi mulai dari wilayah Indonesia bagian barat hingga bagian timur.

Hasil pengaplikasian pupuk batubara ini, bisa meningkatkan rata-rata produksi per hektarenya sebesar 43 persen. Bila rata-rata produksi per hektar petani kita 5,2 ton, maka dengan pengunaan pupuk batubara bisa mencapai 7,4 ton.

 

Tak hanya itu saja, berkat keunggulan pupuk batubara ini telah mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan kedatangan  Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional di pabrik, Juli 2020 lalu. Dan, 10 Oktober 2020 lalu, pabrik ini juga dikunjungi anggota DPR RI Komisi VIII FPKB, KH. Maman Imanul Haq beserta jajaran.

Bahkan pupuk batubara ini juga sudah mendapatkan hak paten dari United States Paten and Trademark Office (USPTO) untuk teknologi produksi pupuk berbahan dasar batubara pada 16 Juni 2020 lalu. "Dengan telah dikeluarkannya hak paten tersebut, jelas akan memberikan dampak yang baik untuk pengembangan dunia pertanian, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pupuk domestik maupun mancanegara," ucap Aa Zaki.

Saat ini, pupuk batubara sudah  diproduksi dan dipasarkan ke seluruh wilayah Indonesia, khususnya Jawa sebagai wilayah lumbung padi nasional. FKDB juga akan membuka pabrik-pabrik pupuk batubara di setiap provinsi di Pula  Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua.

"Supaya tidak ada lagi di negeri ini kekurangan pupuk, aktifitas pertanian tetap terjaga, petani juga bisa mendapatkan harga pupuk dengan murah serta terjangkau. Produktivitas hasil pertanian, maka pendapatan petani juga meningkat. Dan, kelak Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia," pungkas Aa Zaki.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Changemakers Nusantara Day

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:52 WIB

Changemakers Nusantara Day: Pertemuan Akbar Ribuan Pembawa Perubahan Tanah Air

Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), organisasi nirlaba pembawa perubahan bagian dari Grup GoTo, menggelar Changemakers Nusantara Day untuk merayakan keberhasilan ribuan pembawa perubahan yang telah…

PLN (Foto/Rizki Meirino)

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:43 WIB

PLN Batam Setop Rencana Ekspor Listrik ke Singapura

PT Pelayanan Listrik Nasional Batam (PLN Batam) menghentikan rencana ekspor listrik ke Singapura. Hal tersebut diutarakan Komisaris PT PLN Batam Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, kemarin usai…

Tugu Insurance

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:39 WIB

Laba Meningkat, Tugu Insurance Tebar Dividen Sebesar Rp 126,6 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022 menyetujui pemberian dividen sebesar Rp 126.592.140.666…

Bintang Handayani, Ph.D, Dosen dan Peneliti Senior di President University, Cikarang (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 19 Mei 2022 - 16:33 WIB

Benang Merah Disiplin Dan Berbahasa Disiplin

Rabu cerah di Jakarta Raya, duduk kembali di tempat favorit dengan teh hangat citrus mint. Kesulitan menerjemahkan citrus mint saya putuskan untuk menulisnya dengan cetak miring, berikut kajian,…

Gedung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom)

Kamis, 19 Mei 2022 - 15:49 WIB

Ceruk Pasar Besar, Ini Sederet Keunggulan Telkom Menggeluti Bisnis Data Center via NeutraDC

Keputusan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menggeluti bisnis data center melalui bendera NeutraDC dinilai menemukan momentum yang tepat.