INDUSTRY.co.id, Kuningan, Jabar-Seorang alumni SMK di Kuningan, Jawa Barat, pernah bekerja sebagai petugas cleaning service. Pekerjaan itu dianggap sebelah mata oleh banyak orang. Tapi bagi Jono Suwarno, itu adalah batu loncatan pertama menuju kesuksesan. Kini, pemuda yang akrab disapa Kang Jono itu memimpin Queensha Media Group, perusahaan ritel fashion online dengan omzet miliaran rupiah per bulan.

Jono berasal dari Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Desa kecil di kaki Gunung Ciremai itu bukanlah pusat bisnis atau teknologi. Kehidupan di sana sederhana, seperti kebanyakan desa di Priangan Timur. Jono menempuh pendidikan di SMK Pertiwi Kuningan, sekolah kejuruan yang berdiri sejak 1979.

Setelah lulus SMK, Jono tak langsung mendapat pekerjaan impian. Ia memulai dari bawah, bekerja sebagai petugas cleaning service. Menyapu, mengepel, membersihkan ruangan. Rutinitas yang membosankan bagi sebagian orang, tapi Jono menjalaninya dengan serius. Di sanalah ia belajar arti disiplin, kerja keras, dan tidak mengeluh.

Namun Jono punya ambisi yang lebih besar. Ia melihat peluang di dunia digital yang saat itu mulai tumbuh pesat di Indonesia. Dengan modal kecil dan pengetahuan seadanya, ia mulai menjual produk fashion secara online. Langkah pertamanya sederhana: memfoto produk, mengunggahnya ke marketplace, dan melayani pesanan dari kamar kos.

Tahun 2015 menjadi titik balik. Jono resmi mendirikan CV Queensha Media Group. Namanya terinspirasi dari visinya sendiri perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan digital, khususnya ritel fashion. Dari sebuah usaha kecil, Queensha Media Group tumbuh menjadi perusahaan yang diperhitungkan di industri e-commerce Indonesia.

Perjalanan lima tahun pertama penuh liku. Jono menghadapi tantangan yang tak sedikit: persaingan ketat di marketplace, manajemen stok yang rumit, hingga tekanan untuk terus berinovasi. Tapi ia tak pernah berhenti belajar. Setiap kegagalan dijadikan pelajaran, setiap hambatan dijadikan motivasi.

Kini, Queensha Media Group berkantor di Jalan Pajawan, Desa Kaliaren, Cilimus, Kuningan, dengan gedung tiga lantai yang representatif. Perusahaan ini mengelola lebih dari 50 karyawan, menjual berbagai koleksi fashion kekinian, pakaian anak, piyama, produk kecantikan, dan parfum melalui berbagai platform marketplace besar di Indonesia.

Angka omzet Queensha Media Group mencapai miliaran rupiah per bulan. Capaian itu membawa Jono meraih Brand Indonesian Excellent Award 2024, penghargaan yang diserahkan di Grand Sultan Hotel Jakarta. Sebuah prestasi membanggakan untuk anak desa yang dulu hanya membersihkan lantai.

Keberhasilan Jono tak berhenti pada bisnis. Ia rajin berbagi ilmu dan pengalaman. Ia kerap diundang sebagai pembicara dan motivator di berbagai acara kewirausahaan. Dari workshop digital marketing di almamaternya, SMK Pertiwi Kuningan, hingga Ciayumajakunting Entrepreneur Festival yang digelar Bank Indonesia Cirebon, Jono selalu siap berbagi.

Pesan Jono kepada generasi muda sederhana tapi tajam: jangan malu memulai dari bawah. Cleaning service bukan aib. Jualan online bukan hal yang remeh. Yang membedakan adalah konsistensi dan keberanian untuk terus belajar. Dari petugas kebersihan menjadi bos perusahaan miliaran, kisah Jono Suwarno membuktikan bahwa di era digital ini, siapa pun bisa sukses asalkan mau bekerja keras dan tidak menyerah.

(Penulis Slamet Susanto)