INDUSTRY.co.id - KENDAL - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal tak hanya fokus membangun pabrik, tetapi juga mencetak sumber daya manusia (SDM) industri unggul. Komitmen tersebut diwujudkan lewat Workshop Kemitraan Strategis Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri (AKN) se-Indonesia di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Selasa (23/9/2026).

Workshop yang mengusung tema “Satu Jalinan Sejuta Peluang: Memperkuat Sinergi Pendidikan Tinggi dan Industri untuk SDM Unggul dan Berdaya Saing” ini menjadi ruang pertemuan antara pendidikan tinggi vokasi dan dunia industri.

Pertemuan ini mempertemukan perguruan tinggi vokasi dengan latar belakang beragam, mulai dari teknik, manufaktur, informatika, bisnis hingga kesehatan, dengan pelaku usaha. Tujuannya untuk menyelaraskan pengembangan kompetensi, kebutuhan tenaga kerja, serta peluang kolaborasi yang relevan dengan perkembangan industri.

Adapun kolaborasi yang dibahas mencakup pengembangan kompetensi SDM, program magang dan praktik kerja, rekrutmen, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, penelitian terapan, hingga inovasi.

Bagi KEK Kendal, pertemuan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri yang turut didukung oleh kesiapan SDM. Seiring semakin beragamnya aktivitas industri di kawasan, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai juga semakin luas.

Hubungan yang lebih dekat antara industri dan pendidikan vokasi dinilai penting untuk memastikan pengembangan SDM berjalan beriringan dengan perkembangan kawasan. Hal tersebut diperkuat melalui penandatanganan MoU antara PT Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan Politeknik Negeri dan AKN se-Indonesia, serta dengan HOPE International Economic Cooperation (Wuhan) Co. Ltd.

Di sisi pelaku industri, sekitar 40 pelaku usaha KEK Kendal turut hadir. Mereka menyampaikan profil perusahaan, kebutuhan kompetensi serta tenaga kerja, dan peluang kolaborasi kepada perwakilan Politeknik dan AKN se-Indonesia.

Perusahaan yang terlibat berasal dari berbagai sektor, mulai dari industri elektronik, energi terbarukan, medical equipment, industri fashion, otomotif hingga packaging. Keterlibatan perusahaan memberikan gambaran yang lebih beragam mengenai kompetensi yang dibutuhkan.

Hal ini membuka peluang bagi pendidikan vokasi untuk mengembangkan SDM dengan kompetensi yang lebih relevan, sekaligus mendukung tersedianya skilled workforce yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan di kawasan.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum mengatakan perkembangan kawasan perlu berjalan beriringan dengan pengembangan SDM yang akan menopang aktivitas industri di dalamnya.

“Seiring dengan perkembangan kawasan dan semakin beragamnya aktivitas industri, kebutuhan terhadap sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai juga semakin luas. Karena itu, kami melihat kolaborasi dengan pendidikan vokasi sebagai bagian penting untuk memastikan kebutuhan industri dapat terhubung dengan pengembangan talenta sejak dari proses pendidikan,” ujar Juliani.

Menurutnya, keterlibatan langsung perusahaan dalam forum tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak. Industri dapat menyampaikan kebutuhan kompetensinya secara lebih konkret, sementara institusi pendidikan memperoleh pemahaman yang lebih dekat mengenai perkembangan dan kebutuhan dunia kerja.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kerja sama di atas kertas, tetapi dapat berkembang menjadi program yang memberikan manfaat langsung, baik melalui magang, pengembangan kompetensi, penelitian terapan maupun peluang kerja. Dengan begitu, pendidikan vokasi dapat semakin dekat dengan kebutuhan industri dan perusahaan memiliki akses terhadap skilled workforce yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” lanjutnya.

Melalui kemitraan tersebut, hubungan antara pendidikan vokasi dan industri diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan kawasan. Selain mendukung kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja yang kompeten, kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan untuk memperoleh pengalaman serta akses yang lebih dekat ke dunia industri, sekaligus mendorong pengembangan kompetensi dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri di dalam KEK Kendal.