INDUSTRY.co.id - Jakarta - Aroma masakan yang keluar dari dapur menjadi salah satu hal pertama yang mengingatkan bahwa pengalaman di Twelve Chinese Dining bukan sekadar tentang menyantap makanan. Restoran ini membawa konsep comfort food khas Tionghoa melalui sajian yang dibuat untuk dinikmati bersama.

Konsep tersebut terangkum dalam “Wok This Way”, sebuah pendekatan yang menempatkan teknik memasak menggunakan wok sebagai bagian dari identitas Twelve. Panas, aroma, tekstur, dan saus yang kaya menjadi elemen yang kemudian bertemu di atas meja.

Pengalaman bersantap pun terasa semakin menarik karena suasana restoran dirancang menyerupai contemporary Chinese fairy garden. Nuansa Chinatown hadir melalui permainan dekorasi, tanaman hijau, pencahayaan, dan berbagai elemen yang terinspirasi budaya China.

Di antara detail tersebut, 12 zodiak Tionghoa yang tersebar di berbagai sudut restoran menjadi salah satu elemen yang menarik yang bisa dieksplorasi. Pengunjung dapat mencari simbol zodiaknya sendiri sekaligus menemukan cerita di balik nama Twelve.

Di Twelve Chinese Dining, pengunjung dapat mengeksplorasi menu mulai dengan Roasted Duck Fried Noodle. Perpaduan mi dengan karakter bebek panggang menghadirkan pilihan yang cukup familiar bagi penikmat masakan Tionghoa. Aroma wok berpadu dengan cita rasa gurih, sementara potongan bebek memberikan tekstur dan rasa yang lebih kaya pada hidangan.

Bagi yang menyukai hidangan dengan karakter lebih lembut, Hainan Poached Chicken menawarkan pendekatan berbeda. Ayam yang dimasak dengan teknik poached menghasilkan tekstur yang lembut dan ringan. Hidangan ini memperlihatkan sisi lain comfort food khas Tionghoa yang tidak selalu harus hadir dengan bumbu kuat.

Sementara itu, Wok Fried Cuttlefish & Sweet Snowbean with Blackbean Sauce menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan perpaduan tekstur dan rasa yang lebih kompleks. Cumi-cumi yang dimasak dengan wok berpadu dengan sweet snowbean serta saus kacang hitam yang memberikan karakter gurih dan aromatik.

Ketiga hidangan tersebut menunjukkan bagaimana wok dapat menjadi penghubung berbagai karakter masakan. Teknik memasak bukan hanya bagian dari proses di dapur, tetapi ikut membentuk aroma dan sensasi ketika makanan tiba di meja.

Berlanjut ke bagian yang tidak kalah menarik, yakni hidangan penutup. Fried Kinako Bread menghadirkan roti goreng dengan sentuhan kinako yang memberikan karakter khas pada sajian. Tekstur renyah di bagian luar berpadu dengan bagian dalam yang lebih lembut, dipadukan dengan topping es krim vanila dan kacang merah menciptakan penutup yang sederhana tetapi tetap memberikan pengalaman berbeda.

Pilihan lainnya adalah Hongkong Chocolate French Toast, yang membawa inspirasi jajanan dan dessert khas Hong Kong ke dalam sajian yang lebih indulgent. Roti dengan tekstur lembut berpadu dengan rasa cokelat, menjadikannya penutup yang cocok bagi pencinta dessert dengan cita rasa manis.

Kedua dessert ini juga memperlihatkan pendekatan Twelve dalam menghadirkan hidangan yang familiar dengan sentuhan yang membuatnya terasa lebih menarik untuk dieksplorasi.

Salah satu kekuatan Twelve Chinese Dining adalah bagaimana makanan dan ruang dibuat sebagai satu pengalaman. Restoran ini tidak mencoba menghadirkan suasana China hanya melalui menu, tetapi juga lewat elemen visual dan detail budaya yang memenuhi ruang.

Konsep tersebut membuat Twelve terasa cukup fleksibel untuk berbagai kesempatan. Hidangan yang dapat dinikmati bersama membuatnya sesuai untuk makan bersama keluarga atau teman, sementara interiornya memberikan suasana yang berbeda untuk sekadar menikmati waktu di meja makan.

Konsep No Pork, No Lard yang diusung Twelve menjadi bagian dari upaya menghadirkan pilihan Chinese dining yang dapat dinikmati lebih banyak pengunjung.

Melalui “Wok This Way” Twelve Chinese Dining menawarkan pengalaman yang bertumpu pada hal-hal sederhana: makanan hangat, aroma wok, hidangan yang disantap bersama, serta ruang yang mengajak pengunjung berhenti sejenak dan menikmati suasana.

Twelve tidak hanya membawa Comfort food khas Tionghoa ke meja, tetapi juga mencoba membuat proses menikmatinya menjadi bagian dari pengalaman—dari saat memasuki restoran, menemukan zodiak Tionghoa, mencium aroma masakan dari dapur, hingga berbagi hidangan dalam satu meja.