Percepat Transisi Energi Bersih, Clime Capital Lakukan Investasi Perdana Kepada Xurya

Oleh : Hariyanto | Senin, 14 September 2020 - 14:26 WIB

Ilustrasi PLTS
Ilustrasi PLTS

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perusahaan manajemen investasi berbasis di Singapura, Clime Capital mengumumkan The Southeast Asia Clean Energy Facility (SEACEF) telah melakukan investasi perdananya di Indonesia melalui PT Xurya Daya Indonesia (Xurya).

Pendanaan SEACEF ini bertujuan untuk mempercepat revolusi industri energi Indonesia yang sedang berkembang melalui penggunaan energi bersih yang berkelanjutan dan dapat diandalkan. 

Rencananya, Xurya akan mengalokasikan investasi ini untuk melanjutkan pipeline pembangunan PLTS Atap di bangunan komersial & industri yang saat ini telah mencapai 80 MWp. 

Joshua Kramer, Director Clime Capital mengatakan, SEACEF merupakan investor ‘unik’ karena memberikan modal risiko pada proyek atau perusahaan yang pembangunannya masih berada di tahap awal. 

"Kami yakin Xurya memiliki potensi untuk menjadi game changer dalam mengembangkan potensi energi bersih di Indonesia dan investasi SEACEF ini akan membantu Xurya dalam mencapai rencana jangka panjangnya. Investasi kami di Xurya merupakan langkah awal kami dalam menciptakan dampak perubahan iklim melalui portofolio investasi SEACEF." kata Kramer.

Mason Wallick, Managing Director Clime Capital mengatakan, alam krisis ekonomi saat ini, investasi tahap awal SEACEF ke Xurya juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru, menyediakan penghematan energi bagi komersial & industri, dan paling penting adalah menyediakan modal pengembangan yang menunjukkan bahwa pemulihan hijau masih dapat tercapai. 

"Kami akan terus mendukung developer lokal di Asia Tenggara untuk mencapai pemulihan hijau dari krisis Covid-19 saat ini," kata Wallick.

Eka Himawan, Managing Director Xurya Daya Indonesia mengatakan, di tengah perlambatan dalam investasi PLTS utilitas, pihaknya percaya bahwa pelanggan komersial & industri telah menjadi titik terang bagi para investor ketenagalistrikan di Indonesia, tidak hanya dari perspektif keuntungan, tetapi lebih penting lagi dari perspektif dampak iklim. 

"Tim SEACEF dengan tanggap mengidentifikasi peluang tersebut dan kami senang karena mereka memiliki visi yang sama dengan kami," ungkapnya.

SEACEF menyediakan catalytic funding untuk mengatasi perubahan iklim dengan menghilangkan penghambat di tahap awal pengembangan energi bersih. Dengan menempatkan modal risiko kepada pembangunan energi bersih, SEACEF berfokus kepada pendanaan teknologi dan model bisnis yang telah terbukti secara global seperti PLTS, PLTB, dan penyimpanan energi (on-grid), serta model bisnis rendah karbon lainnya seperti e-Mobility, teknologi Demand Side Management (DSM technology), efisiensi energi dan infrastruktur transmisi energi bersih.

Asal tau saja, Xurya telah berhasil mencetuskan gelombang pertama dari leasing Solar rooftop di kalangan  komersial dan industri (C&I). Tidak hanya para pelanggan di Pulau Jawa, Xurya juga sudah menjangkau pasar hingga ke Pulau Sumatera dan Sulawesi. Dengan investasi ini, Xurya berkomitmen untuk menjadikan PLTS Atap sebagai sumber energi bersih yang murah dan terjangkau untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sarang Burung Walet

Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:15 WIB

Dahsyat! RI Baw Pulang Rp 2,2 Triliun dari Perusahaan Sarang Burung Walet Asal China

Dalam kunjungannya ke Xiamen Yan Palace Seelong Food Co. Ltd, dia bersama dengan Huang Jian, Chairman dari perusahaan dimaksud menyaksikan penandatanganan Letter of Intent for Purchase (LOI),…

Daewoong Pharmaceutical

Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:02 WIB

Komitmen Daewoong Pharmaceutical Tangani Pandemi Covid-19, dari Alat Tes Sampai Pengembangan Perawatan Virus Corona

Setelah mendapatkan izin dari Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea pada tanggal 08 Oktober 2020, Daewoong Pharmaceutical akan mempercepat pengembangan obat COVID -19 dan segera melakukan…

Pembangunan jalan

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:52 WIB

Tingkatkan Kualitas Jalan Nasional, Kementerian PUPR Manfaatkan Aspal Buton

Tahun 2020 penggunaan Asbuton dilakukan pada jalan sepanjang 793 Km yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia dengan volume kebutuhan sekitar 42.000 ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Presiden Jokowi

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:31 WIB

Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian, Mentan Dorong Modernisasi

Presiden Joko Widodo mengajak kalangan muda Indonesia kembali menekuni dunia pertanian. Menurut Presiden, hanya dengan cara itu negara ini kembali berjaya dan merdeka atas hasil tani yang sangat…

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik, saat membuka Bazaar UMKM di sela-sela peringatan Haul Akbar Maulana Syarif Al Habib Thoha Bin Hasan Bin Yahya, di Ciledug, Kabupaten Cirebon

Jumat, 30 Oktober 2020 - 10:15 WIB

KemenkopUKM Beberkan Peluang Bisnis UMKM di Tengah Pandemi

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus mampu merespon perubahan-perubahan perilaku dan pola konsumen, sebagai akibat dari penerapan physical distancing selama pandemi Covid-19.