Solusi "Rem-Blong" dan Nyawa Manusia Melayang

Oleh : Hendra Triana | Selasa, 25 April 2017 - 16:40 WIB

Hendra Triana, Praktisi IT,Dosen dan Bisnis Analis
Hendra Triana, Praktisi IT,Dosen dan Bisnis Analis

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Beberapa hari ini di media banyak di infromasikan kejadian kecelakaan lalu-lintas yang luar biasa dalam dunia Transportasi Darat, bersamaan dengan banyaknya hari liburan nasional  dan masyarakat memanfaatkan untuk berekreasi dengan kerabat dan teman ke banyak objek wisata. Untuk kemeriahan tersebut biasanya masyarakat banyak juga yang bepergian dengan menyewa moda transportasi umum atau wisata agar lebih terasa kekeluargaan dan efisien.

Tetapi sangat disayangkan para pemakai jasa sewa kendaraan tersebut tidak pernah peduli dan sadar akan keselamatan jiwa dan keluarganya saat menggunakan kendaraan sewa tersebut, memang bukan Tugas para Penyewa atau Pengguna Armada sewa  Transportasi Bus Umum atau Wisata untuk mencari informasi atas kondisi detail tentang Perusahaan, Kendaraan yang digunakan, STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan ), Buku KIR ( Belanda : “Keur”=Pengujian ), SIM (Surat Izin Mengemudi ) Pengemudi dan lain sebagainya ?
Umumnya semua pihak baru sadar setelah kejadian MAUT yang memakan Korban Manusia baik Penumpang transportasi tersebut atau Pihak Lain yang tidak berdosa menjadi tambahan data Korban MAUT lainnya.

SIAPAKAH YANG SALAH ?

Tidak Perlu Mencari yang salah dalam kasus yang bukan pertama kali terjadi, baik di dalam Negeri atau di Luar Negeri, tetapi minimal kedepan kita semua pihak sadar dan selalu menjadi hikmah atas kejadian tersebut, segera memikirkan solusi supaya kejadian MAUT tersebut tidak berulang Lagi.

Sebelum memberikan alternative solusi penulis pernah mencoba melihat dan menganalisa secara detail bagaimana SOP ( Sistim Operasional Prosedure )  pada suatu perusahaan kepemilikan Kendaraan Rental terutama Armada Bus baik Regular atau Non Regular, dibandingkan dengan Perusahaan Rental yang ber-merek dan memiliki SOP yang sudah baku.

• Selayaknya kendaraan milik pribadi, bagaimana melakukan perawatan berkala mesin, ganti oli, ganti kopling, ganti kanvas rem, ganti Ban dan fungsi lainnya, semua TERUKUR dan TERCATAT dipandu dengan Buku Service Berkala per Kilo Meter dan atau Waktu Pakai ( Bulan, Tahun ), karena setiap Alat Motor Bergerak dan Dinamis biasanya ada” Life Time” tertentu, jadi walaupun tidak dipakai tetapi bila “sudah berumur” sparepart tersebut harus segera diganti.

• Pada perusahaan Rental Khususnya Oto Bis tertutama perusahaan Perorangan masih banyak yang menggunakan cara-cara Konvensional dalam mengelola usahanya, “yang penting setoran, yang penting banyak penumpang,  yang penting bisa cepat tambah beli mobil baru, yang penting bisa cepat lunas bayar angsuran bank), faktor Keselamatan Pengemudi, Penumpang dan Kondisi Kendaraan, Kenyamanan Pendinginan, Tempat duduk dsb, menjadi tidak diprioritaskan.”

• Kadang saya Melihat dan Bertanya  Spedometer ( alat Mengukur Jarak dan Kecepatan ) mati atau tidak berfungsi, atau sudah tidak terpasang lagi, alat control dan catatan paling sederhana sebagai pelengkapan utama kendaraan, untuk memonitor sudah berapa jarak yang ditempuh kendaraan tersebut dan dari Jumlah Kilo Meter tersebut dapat memonitor Penggantian / kehausan Sparepart lainnya ( Oli, Kanvas Rem, Kanvas Kopling, Ban ), yang terjadi saat ini mungkin hanya lewat perasaan si Pengemudi nantinya setelah terasa atau kejadian pada alat transportasi tersebut ?

• Artinya untuk masalah Kinerja Mesin, Kinerja Fungsi Rem , Fungsi Kerja Kopling, Fungsi Kerja Pendinginan, dan Fungsi Kerja Vital lainnya menjadi tidak penting sebelum terasa atau kejadian saat dipakai dalam Perjalanan ???

• Bagaimana proses KIR dilakukan terhadap Moda Transportasi Umum yang dilakukan oleh Pihak Berwenang, yang jelas kelayakan Jalan dengan melihat Waktu Berlaku Surat KIR dan Pengecekan ke-berfungsian alat-alat penting Lainnya ( Fungsi kerja : Lampu Penerangan/Bahaya/Rem, Fungsi Rem, Asap Polusi, Ban, Alat Keselamatan P3K, Palu Pemukul Kaca dan Pintu Darurat ), bisa jadi karena ingin lolos dari Uji KIR saat dilakukan Uji Para Pengusaha “Merekayasa dan atau Kanibalisme Sparepart ” untuk sementara sampai ijin Kelayakan tersebut dikeluarkan, setelah itu tidak ada lagi yang mengawasi ???

• Banyak terjadi perusahaan tersebut Menganti “Bodi Karoseri” dengan Mesin yang Lama tetap dipakai, saya hanya melihat dari aspek Keselamatan dan kenyamanan Penumpang, Kesesuaian Fungsi, Performa  Mesin Lama dengan Bodi Karoseri Baru,  walaupun mungkin sudah disesuaikan dengan Teknologi ???  

• Idealnya untuk Pemilik sekaligus Pengendara Pribadi atau perorangan, selalu PATUH melihat Jangka Waktu SIM (Surat Izin Mengemudi), Bayar Pajak STNK ( Surat Tanda Nomor Kendaraan ) dan Kesehatan Pengemudi sebelum mengemudikan Kendaraan ?.

• Saya sangat yakin SIM, STNK, Nopol, Surat KIR, pada perusahaan Jasa Sewa Transportasi Darat yang masih konvensional tidak terlalu dipentingkan, karena tidak ada yang me-record dan mengawasi secara serta merta dan sebagai Prasyarat saat berkendara, mungkin akan ketahuan saat ada RAZIA  atau KECELAKAAN terjadi  ???

SOLUSI USULAN ALTERNATIF :

Dari beberapa analisa diatas, Penulis yang berprofesi sebagai seorang   “Bisnis Analis dan Praktisi & Pemerhati di Bidang TIK ( Teknologi Informasi dan Komunikasi ) ” , merasa Terpanggil untuk membantu memecahkan masalah tersebut dengan usulan alternative solusi berbasis TIK & Terintegrasi.

Semoga menjadi alternative masukan dan solusi untuk para Pengusaha Jasa Transportasi Darat yang masih konvensional,  solusi bagi Pemerintahan khususnya Dinas Perhubungan Transportasi Darat dan terkait yang berelasi sebagai alat control dan pengendalian, diharapkan nantinya akan dapat mengantisipasi KEJADIAN MAUT serupa yang tidak diinginkan, adalah sebagai berikut :

- Dibuatkan suatu Sistim Informasi Transportasi berbasis Komputer dan ONLINE mengenai Management Asset dan Tata Kelola Perusahaan Transportasi , sistim tersebut Terintegrasi dengan Departement Perhubungan Darat terutama yang mengurusi soal Perijinan Layak Angkut Moda Transportasi Darat, dan ATPM ( Asosiasi Tranportasi Pemegang Merek )

- Sistim Tersebut akan memberikan “Alert Warning” Laporan Kinerja Alat Transportasi yang spesifik dan Terukur, sehingga setiap saat dapat dimonitor oleh Pihak Pemilik Armada, Pengemudi, Pemerintahan terkait dan Calon Pengguna.

- Semua Pihak dapat dengan mudah mengakses aplikasi tersebut secara online dengan “memilih armada yang layak-jalan dan legal secara administratif sebelum menggunakan / menyewa alat Transportasi penumpang tersebut”

KESIMPULAN DAN SARAN

• Dengan Solusi Alternatif Terintegrasi tersebut diharapkan semua Pihak Sadar, Tanggung Jawab dan Mengerti Job Deskripsi dari masing masing pihak yang terkait dan Tidak “EGO SEKTORAL” dan SALING MEYALAHKAN PIHAK-PIHAK.

• Di Era Teknologi Informasi & Komunikasi Digital semua bekerja CEPAT, TERUKUR dan TEPAT, sehingga dengan mudah dapat dikendalikan dan diantisipasi bila ada ANOMALI atau KEJANGALAN Proses yang terjadi.

• DIPASTIKAN dapat Mengurangi dan Mengantisipasi Kejadian MAUT serupa yang berulang  dan Menjadikan sebagai solusi “TUNTAS”.
• Salam Revolusi Mental….”Menuju Indonesia Emas dan Mercusuar Dunia”

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Chatuchak Weekend Market (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 21:00 WIB

Penting Dicatat Para Shopaholic! Enam Destinasi Belanja di Seluruh Dunia

Ada banyak cara untuk mengangkat suasana hati seseorang, namun terapi ritel tidak diragukan lagi merupakan pilihan populer di antara banyak orang Indonesia, terutama ketika mereka bepergian.

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

Jumat, 19 April 2019 - 19:00 WIB

Menristekdikti: Revolusi Industri 4.0 Perlu Peningkatan Pendidikan Vokasi

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, mutu dan relevansi pendidikan tinggi vokasi terhadap industri perlu ditingkatkan, agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam industri…

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 17:00 WIB

Industri Pariwisata, Andalan PAD Kabupaten Agam Sumbar

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp140 juta dari tiga objek wisata milik pemerintah setempat selama 2019.

CK Fong Presiden Direktur Treasure Bay Bintan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 15:00 WIB

Setahun, Treasure Bay Bintan Dikunjungi 180 Ribu Wisatawan

Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata Lagoi, Bintan masih menjadi objek wisata unggulan di Pulau Bintan bahkan di Kepri. Pada 2018 saja, resort yang dibangun dilahan seluas 338…

Kota Baru Meikarta Cikarang (Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 14:00 WIB

Solusi Hunian Baru, Meikarta Pasarkan Unit Baru Seharga Rp280 Juta

Meikarta, hunian yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali memasarkan unit barunya dengan harga mulai Rp280 juta sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin mencari hunian…