Sambangi PLTU Suralaya Terkait Limbah Listrik, Anak Buah Luhut: Penanganannya Sudah Baik

Oleh : Krishna Anindyo | Senin, 10 Agustus 2020 - 10:10 WIB

Tinjauan Operasional Pengelolaan Limbah B3, di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya
Tinjauan Operasional Pengelolaan Limbah B3, di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya

INDUSTRY.co.id - Cilegon - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Nani Hendiarti beberapa waktu lalu meninjau operasional pengelolaan limbah B3, di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya di Cilegon, Banten.

Menurutnya teknologi pengelolaan limbah yang digunakan oleh PLTU Suralaya dinilai sudah sangat baik.

"Suralaya sudah melakukan penanganan limbah  secara khusus dan telah memisahkan fly ash dan bottom ash” ujar Deputi Nani, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Industry.co.id Senin (10/8).

Kemudian dilokasi yang sama, Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretariat Kabinet Agustina Murbaningsih lebih menekankan pada proses produksi listrik secara menyeluruh dari bahan bakar batu bara serta terbentuknya FABA secara langsung.

“Hal tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan pengkajian ulang penetapan FABA sebagai limbah B3 atau Non B3,” ujarnya.

Asal tau saja, PLTU Suralaya merupakan BUMN dengan nama PT. Indonesia Power Suralaya PGU.

PLTU Suralaya mempunyai kapasitas pembangkit sebesar : 4 x 400 MW dan 3 x 600 MW dengan total kapasitas seebsar : 3.400 MW. PLTU Suralaya memberikan kontribusi sebesar 12 % dari dari sistem koneksi energi listrik Jawa Bali Madura.

PLTU ini mengkonsumsi bahan baku berupa batu bara sub bituminous sebesar 33.000 ton per hari dan menghasilkan masing-masing Fly Ash dan Bottom Ash sebanyak 1.183 ton/hari dan 295 ton/hari.

PLTU Suralaya sendiri sudah bekerjasama dengan PT Indonesia Power Suralaya PGU sejak 15 tahun dan kegiatan tersebut senantiasa mengikuti ketentuan terkait pengelolaan limbah B3.

Kualitas FABA Suralaya sampai saat ini merupakan kualitas yang baik yang bisa digunakan di Plant PT. Indocement Tunggal Perkasa.

Di PLTU Suralaya, limbah FABA dimanfaatkan menjadi paving blok, kanstin, beton pagar panel dan beton tiang panel dimana kemudian diaplikasikan pada beberapa tempat seperti jogging track, taman bermain, lapangan olahraga serta jalan beton yang berada disamping kawasan Ecopark.

“Kendala yang saat ini dihadapi PLTU Batubara terkait pengelolaan FABA sebagai limbah B3 yaitu biaya pengelolaan yang tinggi sehingga berdampak kepada Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik dan menjadi beban PLN dan Pemerintah. Birokrasi perizinan serta biaya pengurusan pemenuhan ketentuan teknis seperti biaya pengujian salah satu parameter sub-kronis membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama,” tegas Direktur Tenik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kemen ESDM, Wanhar di lokasi.

Lebih jauh, Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah Non B3 KLHK Ahmad Gunawan Widjaksono menyatakan, bahwa saat ini KLHK bersama dengan Kemenkumham sedang berupaya untuk melakukan penyederhanaan sistem maupun proses pengurusan izin pemanfaatan, agar mudah dilakukan oleh penghasil limbah FABA serta pemanfaatannya oleh masyarakat luas.

“Kualitas FABA yang dimiliki oleh Suralaya saat ini dimungkinkan untuk dapat mengajukan pengecualian sesuai dengan Regulasi Peraturan Menteri LHK No 10 Tahun 2020. Namun demikian SK penetapan akan tetap menyampaikan untuk memenuhi standar pengelolaan di luar negeri seperti Amerika,” jelasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

Rabu, 23 September 2020 - 09:50 WIB

Meski Kasus Positif Masih Cukup Tinggi, Kesembuhan Pasien COVID-19 Naik 35,8 Persen Dalam Sepekan

Berdasarkan analisa mingguan per 20 September, urutan 5 teratas per provinsi, kasus sembuh DKI Jakarta naik 1.540 (5.995 -> 7.495), Jawa Barat naik 1.093 (1.130 -> 2.223), Jawa Tengah naik 845…

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

Rabu, 23 September 2020 - 09:35 WIB

Mohon Dicatat, Pemerintah Tak Akan Mentolerir Aktivitas Politik yang Berpotensi Tingkatkan Penularan COVID-19

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, soal protokol kesehatan selama pilkada telah dijamin Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui peraturan No. 6 dan No. 10 Tahun…

Ketua DPR RI - Puan Maharani

Rabu, 23 September 2020 - 09:15 WIB

Pandemi Covid-19, Ketua DPR Apresiasikan Lonjakan Aktivitas Olahraga Pada Masyarakat

Puan meminta Pemerintah merespons tingginya minat berolahraga masyarakat dengan memfasilitasi sarana berolahraga yang memadai, aman, dan nyaman.

Pupuk Indonesia

Rabu, 23 September 2020 - 08:59 WIB

Pupuk Indonesia Siapkan Pasokan Pupuk Jelang Musim Tanam

Para produsen pupuk yang terdiri dari PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja telah menyiapkan total stok pupuk bersubsidi yang…

Mappilu PWI Kunjungi Kapolri yang Diwakili Asops Kapolri, Irjen. Pol. Imam Sugianto, M.Si. di Mabes Polri

Rabu, 23 September 2020 - 08:45 WIB

Mappilu PWI Minta Ketegasan Polri Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Pilkada 2020

'Roadshow’ ini dalam rangka persiapan diskusi yang dilatar belakangi oleh gelaran Pilkada Serentak 2020 yang oleh banyak kalangan diminta untuk ditunda meski oleh Pemerintah dan DPR ditetapkan…