KemenkopUKM Pacu Koperasi dan UKM di Papua Melek Digital

Oleh : Ridwan | Sabtu, 08 Agustus 2020 - 19:15 WIB

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan, dalam lawatannya ke Jayapura
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan, dalam lawatannya ke Jayapura

INDUSTRY.co.id - Jayapura - Pandemi Covid-19 telah memporakporandakan perekonomian Indonesia, tak terkecuali bagi pelaku koperasi dan UMKM. Bahkan, akibat pandemi tersebut, pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2020 terkontraksi minus 5,32%.

"Pertumbuhan ekonomi nasional sedang mengalami tantangan yang cukup serius akibat Covid-19," ungkap Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan, dalam lawatannya ke Jayapura pada acara Focus Group Discusison (FGD) bersama Pemerintah Provinsi Papua memperingati HUT Koperasi Ke-73, kemarin.

Untuk itu, lanjut Prof Rully, pemerintah tengah berupaya untuk tetap menyelamatkan perekonomian nasional melalui berbagai stimulus fiskal, baik untuk sektor UMKM termasuk koperasi hingga korporasi.

Di sektor UMKM dan koperasi, pemerintah menganggarkan Rp123,46 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) sektor koperasi dan UMKM.

Atas kondisi itu, Prof Rully menekankan, koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang didasari pada tekad untuk siap berubah dalam merespon tantangan zaman.

Hanya saja, tantangan koperasi dan UMKM saat ini tidak hanya terkait dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Namun juga tantangan globalisasi zaman menuntut agar koperasi dan pelaku UMKM bisa mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Prof Rully mendorong agar pelaku koperasi dan UMKM bisa melek digital dalam mempromosikan produk dan layanannya sehingga pangsa pasarnya lebih luas.

"Pandemi Covid-19 bisa jadi momentum tepat untuk Indonesia melakukan percepatan digitalisasi koperasi. Kemudian, memastikan produk koperasi menjadi tuan rumah sendiri, dan semakin berdaya saing di pasar global," jelas Rully.

Untuk memberikan kemudahan bagi koperasi dan UMKM dalam mendigitalisasi produk dan layanannya, saat ini, KemenkopUKM sedang menyusun strategi nasional bersama pemangku kebijakan terkait lainnya.

Pihaknya juga komitmen untuk membantu koperasi mengatasi permasalahan mendasar seperti akses pasar, peningkatan kualitas produksi dan inovasi, percepatan pembiayaan dan investasi hingga pengembangan kapasitas dan skala koperasi.

"Salah satu kebijakan afirmatif kami dalam rangka mendorong untuk kemudahan akses pembiayaan kepada koperasi juga telah diterbitkan PermenkopUKM (Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 4 tahun 2020 tentang Penyaluran Pinjaman) dimana LPDB KUMKM 100 persen," papar Prof Rully.

Hingga semester I 2020, jumlah koperasi di Papua yang aktif dan memiliki Nomor Induk Koperasi (NIK) mencapai 2.178 unit. Sementara untuk jumlah koperasi aktif bersertifikat NIK sebanyak 58 unit.

Berdasarkan jenis usahanya, koperasi di Papua terbagi dalam koperasi produksen sebanyak 694 unit. Kemudian koperasi simpan pinjam (KSP) sebanyak 178 unit. Koperasi Jasa 47 unit, koperasi pemasaran 44 unit dan konsumen sebanyak 1.215 unit.

Dari total koperasi di Papua tersebut nilai kapitalisasi usaha mencapai Rp299,18 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 7.468 orang. Adapun jumlah anggota koperasi tersebut telah mencapai 60.283 orang.

Besarnya volume usaha koperasi di Papua tersebut sudah semestinya mendapat dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah pusat agar tetap bisa berjalan bisnisnya meski di tengah pandemi covid-19.

"Apabila koperasi-koperasi tersebut terganggu aktifitas usahanya, maka ribuan pekerjanya terancam kehilangan mata pencaharian," ucap Prof Rully.

Untuk memastikan kegiatan usaha dari pelaku koperasi dan juga UMKM tetap berjalan, salah satu jalan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan digitalisasi. Cara ini diyakini bisa menjadi solusi jitu dalam menghadapi segala tantangan dan perubahan zaman.

"Terlebih di saat pandemi covid-19 melanda, semakin banyak orang yang melakukan transaksi digital untuk memenuhi kebutuhannya," kata Prof Rully.

Menurut Prof Rully, digitalisasi koperasi harus menjadi agenda kolektif bangsa. Tidak terbatas untuk pendidikan, pelatihan, dan pendampingan koperasi saja dslam memanfaatkan ekosistem digital.

"Secara operasional penyediaan infrastruktur dasar digital untuk koperasi dapat diinisiasi oleh pemerintah, pemerintah daerah atau konsorsium usaha baik swasta maupun BUMN," tukas Prof Rully.

Dalam kesempatan yang sama,  Gubernur Papua Lukas Enembe, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Muhammad Musaad selaku Plh Sekretaris daerah Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Propinsi Papua, mengatakan bahwa digitalisasi koperasi dan UMKM sudah menjadi keniscayaan yang harus dilakukan khususnya di tanah Papua.

"Selain itu, pola bisnis yang dijalankan juga harus berubah menyesuaikan kondisi zaman untuk meningkatkan daya saingnya," kata dia.

Untuk itu, lanjut Gubernur Papua, koperasi sudah saatnya memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform e-commerce, aplikasi ritel online dan pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya.

"Kita berharap agar koperasi (dan UMKM) di Indonesia mampu menjawab tantangan zaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Mari kita kobarkan semangat dan jadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat dalam agenda pemulihan ekonomi nasional," kata Lukas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)

Minggu, 20 September 2020 - 08:00 WIB

Pemerintah Didesak Tetapkan Standar Harga Test PCR dan Regulasi Vaksin Mandiri

Regulasi vaksin mandiri perlu segera dipersiapan, sehingga pada saatnya swasta dapat dilibatkan dalam pengadaan vaksin mandiri tanpa beban negara. Keterlibatan pihak swasta dapat membantu pemerintah…

Bank DKI terus berinovasi

Minggu, 20 September 2020 - 07:38 WIB

Raih BUMD Marketeers Award, Bank DKI Termotivasi Beri Layanan Terbaik

Bank DKI meraih 3 penghargaan sekaligus pada BUMD Marketeer Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Mark Plus Inc. Ketiga penghargaan tersebut mencakup predikat sebagai the most promising company…

DHL Express (Ist)

Minggu, 20 September 2020 - 07:21 WIB

DHL Express Umumkan Penyesuaian Harga Tahun 2021 di Indonesia

Jakarta-Penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan rata-rata penyesuaian harga yang berlaku efektif 1 Januari 2021.

Ilustrasi Online Shooping

Minggu, 20 September 2020 - 07:10 WIB

ShopeePay Bagikan Tips Belanja Aman Selama PSBB

Jakarta– ShopeePay, fitur layanan e-money terintegrasi di Indonesia, memperluas jangkauan transaksi digitalnya hingga ke merchant pasar swalayan agar lebih dekat dengan pengguna selama pandemi…

Jembatan Youtefa Hubungkan Infrastruktur Ekonomi Seputar Papua

Minggu, 20 September 2020 - 07:00 WIB

Selain Dukung Sektor Perekonomian, Jembatan juga Diberi Senuhan Nilai Seni

Indonesia saat ini membutuhkan pembangunan beberapa jembatan bentang panjang yakni dengan panjang lebih dari 100 meter, sehingga peluang kerja bagi para ahli jembatan di Indonesia masih sangat…