Juni 2020, Pertumbuhan Kredit Perbankan Terpangkas

Oleh : Wiyanto | Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:30 WIB

Ilustrasi kredit perbankan
Ilustrasi kredit perbankan

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pada posisi Juni, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Bank Umum Konvensional (BUK) masih cukup tinggi yakni sebesar 22,59 persen.

"Kecukupan likuiditas juga terjaga dengan baik tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Non Core Deposit (AL/NCD) per 15 Juli 2020 menguat ke level 122,57 persen dan rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di level 26,02 persen, jauh berada di atas threshold 50 persen dan 10 persen," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Jakarta, Selasa (5/8/2020).

Menurut dia, di tengah pelemahan aktivitas ekonomi akibat pembatasan sosial yang menekan kinerja intermediasi perbankan, posisi Juni kredit tumbuh sebesar 1,49 persen yoy lebih rendah dari Juni 2019 yang tumbuh 9,92 persen. Dengan NPL gross sebesar 3,11 persen. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 7,95 persen yoy didorong oleh pertumbuhan DPK BUKU 4 yang mencapai 11,90 persen (yoy). Rasio NPF tumbuh sebesar 5,1% sementara risiko nilai tukar perbankan dapat dijaga pada level rendah terlihat dari rasio Posisi Devisa Neto (PDN) sebesar 1,92%, jauh di bawah ambang batas ketentuan sebesar 20%.

OJK juga mendukung program Pemerintah dalam mengeluarkan skema penjaminan kredit UMKM dan korporasi, serta program penempatan dana Pemerintah ke industri perbankan untuk mendukung penyaluran kredit kepada UMKM dan Korporasi Padat Karya yang akan dapat mempercepat bergeraknya aktivitas dunia usaha.

Laporan sementara penggunaan dana Pemerintah yang ditempatkan di Bank Himbara sampai dengan 27 Juli dengan alokasi Rp30 triliun telah terealisasi sebesar Rp49,7 triiiun (165,5% terhadap alokasi dana atau 41,1% dari target distribusi Rp121 triliun).

"Untuk mendukung upaya ini, OJK akan mengeluarkan kebijakan pendukungnya agar kebijakan stimulus Pemerintah ini dapat berjalan dengan cepat dan efektif, seperti relaksasi bobot risiko ATMR untuk kredit dengan kriteria tertentu sebagaimana diterapkan oleh beberapa negara lain," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jembatan Youtefa Hubungkan Infrastruktur Ekonomi Seputar Papua

Minggu, 20 September 2020 - 07:00 WIB

Selain Dukung Sektor Perekonomian, Jembatan juga Diberi Senuhan Nilai Seni

Indonesia saat ini membutuhkan pembangunan beberapa jembatan bentang panjang yakni dengan panjang lebih dari 100 meter, sehingga peluang kerja bagi para ahli jembatan di Indonesia masih sangat…

Puslatpurmar 7 Lampon Banyuwangi Turut Operasi Yustisi Gerakan Pakai Masker

Minggu, 20 September 2020 - 06:00 WIB

Puslatpurmar 7 Lampon Banyuwangi Turut Operasi Yustisi Gerakan Pakai Masker

Komandan Puslatpurmar 7 Lampon Letkol Marinir Dodik Eko Siswanto yang diwakili Dantonma (Komandan Peleton Markas) Letda Mar Sigit wirotomo menghadiri rapat Gerakan Pakai Masker Pesanggaran Indah…

Yayasan Pstore Peduli Akan Resmikan Klinik Merakyat

Minggu, 20 September 2020 - 05:41 WIB

Yayasan Pstore Peduli Segera Resmikan Klinik Merakyat Gratis Tanpa Syarat

Di tengah situasi ekonomi yang melemah akibat pandemi corona, banyak anggota masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang terjangkau. Bertolak dari hak tersebut Yayasan Pstore Peduli dalam…

Brigif 2 Marinir Tingkatkan Kemampuan Tempur

Minggu, 20 September 2020 - 05:30 WIB

Brigif 2 Marinir Tingkatkan Kemampuan Tempur

Latihan yang diselenggarakan Pantai Baruna Kondang Iwak ini merupakan daerah latihan baru Puslatpurmar 4 Purboyo Kolatmar yang dilaksanakan kurang lebih 1 minggu ini mengusung sejumlah materi,…

Kaesang Pangarep (Foto Dok PR)

Minggu, 20 September 2020 - 05:10 WIB

Kaesang Pangarep Putra Presiden Jokowi Sebagai Korban Penipuan Bisnis

Karopenmas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengungkapkan, opsi pertama yang mungkin bisa ditempuh penyidik yaitu memperlakukan para tersangka sesuai Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak…