Benny Tjokro Mempertanyakan Kepemilikan Saham Grup Bakrie Oleh Jiwasraya

Oleh : Kormen Barus | Rabu, 01 Juli 2020 - 03:28 WIB

Benny Tjokro, dalam tulisan tangan yang beredar di kalangan pelaku pasar, Senin (29/6/2020).
Benny Tjokro, dalam tulisan tangan yang beredar di kalangan pelaku pasar, Senin (29/6/2020).

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Kasus dugaan korupsi yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya terus bergulir dan memunculkan fakta baru. Kabar terkini, salah satu tersangka, Benny Tjokro, menyebut bahwa saat ini Jiwasraya diketahuinya memiliki saham Grup Bakrie. Fakta ini berbeda dengan pernyataan Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, di depan Panitia Kerja (Panja) DPR, yang tidak menyebutkan saham Grup bakrie sebagai salah satu koleksi saham yang kini dimiliki oleh perusahaannya.

Menurut Benny Tjokro, tidak mungkin Hexana tidak mengetahui kepemilikan saham tersebut, mengingat sejauh ini telah setahun lebih menjabat sebagai Direktur Utama Jiwasraya. “Tidak mungkin (Hexana tidak tahu bahwa Jiwasraya memiliki saham Grup Bakrie).  Kalau sampai tidak tahu, maka hanya du kemungkinan. Pertama, (Hexana) bodoh. Kedua, dia melindungi pelaku dengan mencari ‘kambing hitam’. Pertanyaannya, siapa yang menyuruh?” ujar Benny Tjokro, dalam tulisan tangan yang beredar di kalangan pelaku pasar, Senin (29).

Menurut pria yang akrab disapa Brntjok ini, klaim dia bahwa Jiwasraya memiliki saham Grup Bakrie memiliki dasar yang kuat. Tak hanya sekadar memiliki, pihak Jiwasraya dikatakan Bentjok membeli saham Grup Bakrie tersebut pada posisi harga tinggi. Seluruh informasi tersebut menurut Bentjok ada dalam data investasi saham Jiwasraya yang dipegang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Saat Saya diperiksa oleh Kejaksaan Agung dan BPK, (data itu) dibuka oleh penyidik. Saya juga mengecek kebenarannya saat bertemu dengan para Direksi Jiwasraya yang menjadi tersangka. Mereka bilang benar. Jiwasraya banyak membeli saham Grup Bakrie, terutama sebelum tahun 2008,” tutur Bentjok.

Pertemuannya dengan para Direksi Jiwasraya tersebut, dikatakan Bentjok, terjadi saat penjemputan, di perjalanan, di tahanan, saat menunggu siding di PN Jakarta Pusat dan juga saat diperiksa oleh BPK. Berdasarkan data rincian investasi saham Jiwasraya, BUMN asuransi itu memang diketahui memiliki 10 saham Grup Bakrie dengan sembilan diantaranya berstatus ‘nyangkut. Sementara satu lagi dalam posisi rugi. Ke-10 saham Grup Bakrie itu adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), dan Capitalinc Investment Tbk (MTFN).

Yang menarik, kepemilikan Jiwasraya atas saham Grup Bakrie tersebut justru lebih banyak dibandingkan kepemilikan pada saham perusahaan yang dikendalikan atau terafiliasi dengan Bentjok. Jumlah saham Grup Bakrie yang dipegang Jiwasraya juga lebih besar dari perusahaan terafiliasi tersangka lainnya, Heru Hidayat, yang hanya tujuh. Volume saham-saham Bakrie yang dipegang Jiwasraya juga besar. Contohnya, Jiwasraya memiliki 541 juta saham BNBR atau setara kepemilikan 4,4%. Saat ini, harga saham BNBR Rp50, sehingga nilai saham BNBR yang dipegang Jiwasraya mencapai Rp27 miliar. Saat membacakan eksepsi di Pengadilan Jakarta Pusat (Jakpus), belum lama ini, Benny Tjokro memastikan tidak terlibat dalam penentuan investasi 124 saham yang dipegang Jiwasraya. "Saya tidak kenal direksi Jiwasraya dan tidak ada kesepakatan apapun dengan mereka," kata Bentjok.

Dia juga mempertanyakan tuduhan dirinya menggoreng 124 saham Jiwasraya. "Mana buktinya, aliran dananya, siapa lawannya, dan apakah saya kebagian? Dari 272 lembar dakwaan, saya tidak menemukan bukti saya menggoreng saham Jiwasraya," tegas Bentjok. Dia juga memastikan, saham-saham grup BT yang tersisa di reksa dana Jiwasraya dibeli dari pihak lain atau di pasar, bukan dari BT langsung.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

29 Tahun Tupperware

Minggu, 12 Juli 2020 - 22:10 WIB

Berkat Inovasi Produk, Tupperware Tetap Menjadi Kesayangan 'Mama' Selama 29 Tahun

Di Indonesia, tepat 29 tahun yang lalu Tupperware hadir di tengah masyarakat, ya! 29 tahun, sebuah perjalanan yang tidak singkat bagi sebuah merek untuk dapat terus eksis dan di cintai, terlebih…

Eksotisme Goa-Goa Pangandaran, Seiring Wista Seru di Era New Normal

Minggu, 12 Juli 2020 - 21:15 WIB

Eksotisme Goa-Goa Pangandaran, Seiring Wisata Seru di Era New Normal

Wisata seru di era new normal, Anda bisa mencoba menelusuri jejak zaman prasejarah lewat goa-goa Pangandaran, Jawa Barat, yang eksotis.

Bijak dan Cerdas Siaran Melalui Sosial Media

Minggu, 12 Juli 2020 - 20:17 WIB

Keluarga Bisa Jadi Pintu Masuk Untuk Literasi Digital

Jakarta-Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran belum juga kelar. Banyak pihak menyarankan supaya inisiatif dilakukan di tingkat masyarakat.

Penampakan group musik Weird Genius di Times Square AS

Minggu, 12 Juli 2020 - 20:10 WIB

Muncul di Times Square, Group Musik Asal Indonesia Ini Bikin Masyarakat AS Mabuk Kepayang

Weird Genius, sebuah grup musik yang digawangi Reza Arap, Eka Gustiwana, dan Gerald Liu, mengumumkan sebuah kabar gembira bagi penggemar mereka. Belum lama ini dikabarkan jika karya mereka mendapat…

PLUT Jembrana

Minggu, 12 Juli 2020 - 19:45 WIB

Meski Baru 'Seumur Jagung', PLUT Jembrana Berhasil Dorong UMKM Sekitar Naik Kelas

Usia Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Jembrana, Bali masih seumur bayi, satu tahun. Walaupun baru lahir, PLUT Jembrana mampu menorehkan berbagai jejak untuk mengembangkan UMKM…