INDUSTRY.co.id - Jakarta-Secara teknikal IHSG masih pada jalur positif uptrend jangka menengah dan terlihat terus menguji support Moving Average 20 hari.

Advertisement

Indikator stochastic bergerak bearish dengan momentum RSI yang masih terlihat melemah akan menahan pergerakan IHSG selanjutnya diawal pekan secara teknikal meskipun pergerakan masih cenderung positif selama kuat diatas uptrend line.

"kami perkirakan IHSG akan bergerak terkonsolidasi pada awal pekan depan dengan support resistance 4835-5010," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Advertisement

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ANTM, BDMN, HRUM, MAPI, PTBA, TOWR, UNVR.

IHSG (+0.15%) ditutup menguat 7.36 poin kelevel 4904.09 dengan pergerakan yang cukup optimis pada zona positif sejak awal sesi perdagangan. Saham-saham pada sektor infrastruktur (+1.08%) menguat signifikan dengan saham ISAT (+5.17%) dan EXCL (+4.17%) yang sedang berlomba-lomba membuat produk baru mengisi lonjakan pemakaian internet seperti fiberisasi jaringan dan hingga penyediaan kuota internet raksasa kepada karyawan. Sedangkan indeks Industri dasar (-0.67%) menjadi kontributor pelemahan dengan katalis reboundnnya harga minyak dengan outlook positif dan habisnya momentum pasca penguatan signifikan pada perdagangan sebelumnya. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar 459.77 Miliar rupiah mengiringi pelemahan nilai tukar rupiah sebesar 0.32% kelevel 14220 per USD.

Advertisement

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan mayoritas pada zona positif. Indeks Eurostoxx (+0.83%), FTSE (+0.93%) dan DAX (+0.70%) naik lebih dari setengah persen setelah Belanda menjanjikan dukungan baru untuk sektor pariwisata terutama maskapai penerbangan dan tingkat infeksi Jerman yang terjadi penurunan. Investor tampaknya akan terus mengandalkan dukungan moneter dan fiskal lebih lanjut untuk membantu mengeluarkan ekonomi yang kembali terpukul. Minggu depan data indikator ekonomi akan dihujanin data awal bulan yakni indeks kinerja manufaktur PMI dan inflasi.

Advertisement