Sektor UMKM NTB dan Bali Dapat Dukungan Penuh dari ITDC

Oleh : Herry Barus | Senin, 29 Juni 2020 - 07:30 WIB

Kuta Mandalika
Kuta Mandalika

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola destinasi pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB, berkomitmen untuk terus meningkatkan pemberdayaan UMKM di sekitar destinasi pariwisata yang dikelolanya, baik melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) maupun peran UMKM dalam kegiatan usaha ITDC.

 Program Kemitraan (PK), merupakan program untuk meningkatkan kemampuan UMKM agar menjadi tangguh dan mandiri, berupa penyaluran  pinjaman untuk membiayai modal kerja dan atau pembelian aset tetap bagi UMKM  dalam rangka meningkatkan produksi dan penjualan. Sedangkan Program Bina Lingkungan (BL) merupakan program pemberdayaan masyarakat termasuk juga yang berprofesi sebagai UMKM melalui kegiatan pelatihan.  Peran UMKM dalam kegiatan usaha ITDC diwujudkan melalui keterlibatan UMKM dalam pengadaan barang/jasa.

 Selama tahun 2019, penyaluran dana Program Kemitraan mencapai Rp4,83 miliar bagi 94 UMKM berikut dana pembinaan kemitraan (hibah) sebesar Rp856 juta, mencakup sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan.  Dalam 3 tahun terakhir, ITDC memiliki mitra binaan unggulan  di sektor pertanian dan kerajinan, di antaranya adalah Kelompok Tani Mertha Buana  di Desa Plaga, Kecamatan Petang Badung Bali, Tenun Putri Mas di Kabupaten Jembrana, Bali, dan Padma Silver di Klungkung, Bali.

 Kelompok Tani Mertha Buana merupakan mitra binaan yang konsisten mengembangkan dan membudidayakan kopi asli Plaga Petang, dan mengolahnya menjadi beberapa produk kemasan seperti kopi bubuk, kopi luwak, biji kopi dalam kemasan, kopi honey dan kopi peaberry (kopi lanang). Melalui bantuan PK ITDC pada 2017, kelompok ini telah berhasil meningkatkan kapasitas produksi dari 27 ton pada 2017 menjadi 50 ton pada 2019.  

 Tenun Putri Mas di Kabupaten Jembrana, Bali, mendapat penyaluran PK tahun 2016 dan 2019.  Usaha kecil ini berinovasi pada alat tenun songket sehingga dapat menciptakan kain songket tanpa sambungan dan mampu memasarkan produk tenunnya hingga ke luar negeri melalui dana capacity building program PK ITDC. Sedangkan Padma Silver di Klungkung, Bali, setelah mendapatkan bantuan PK ITDC pada tahun 2017, mampu meningkatkan produksi perhiasannya menjadi 300-1.000 perhiasan per bulannya sekarang ini.

 Melalui program Bina Lingkungan, ITDC juga telah menggelar 12 pelatihan bagi masyarakat dan UMKM sekitar wilayah kerja selama 2018-2019, antara lain pelatihan dasar kewirausaahaan, pelatihan akuntansi sederhana UMKM, pelatihan Bahasa Mandarin dan pelatihan kualitas pelayanan untuk paguyuban pedagang.

 VP Corporate Secretary ITDC Miranti N. Rendranti mengatakan, “Sebagai BUMN, ITDC berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja kami. Pemberdayaan UMKM merupakan salah satu wujud kontribusi kami dalam pengembangan ekonomi rakyat serta dukungan bagi UMKM yang merupakan sektor ekonomi penopang perekonomian nasional. Melalui sejumlah program yang kami miliki, kami berharap dapat mendorong pengembangan kapasitas dan perkembangan bisnis UMKM dengan lebih baik lagi.”

 Terkait pengadaan barang/jasa, terdapat 363 proyek pengadaan barang/jasa ITDC yang melibatkan UMKM selama 2019, dengan rincian 191 proyek usaha mikro, 147 proyek usaha kecil, dan 25 proyek usaha menengah, mencapai nilai proyek lebih dari Rp60 Milyar.  Sedangkan sampai Semester I tahun 2020 ini terdapat 124 proyek yang telah melibatkan UMKM, dengan rincian 60 proyek usaha mikro, 52 proyek usaha kecil, dan 12 proyek usaha menengah, mencapai nilai proyek lebih dari Rp39 Milyar.  

 Dalam masa Pandemi ini, ITDC juga menggandeng UMKM di seputar The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, NTB guna menyediakan kebutuhan masker kain bagi warga, yang disalurkan melalui program tanggung jawab sosial Perusahaan, serta masker kain bagi karyawan, yang disediakan melalui mekanisme pengadaan barang/jasa. Total sebanyak 7.000 masker kain telah dipesan ITDC kepada UMKM.  

 “Selain itu, guna meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya UMKM, yang terdampak pandemi, ITDC juga telah menyiapkan pelatihan online terkait digital marketing dan bahasa asing yang akan dilaksanakan mulai akhir Juli hingga Agustus 2020,” tutup Miranti

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Program CSR PT PP (Persero) TBK (Photo by BUMN)

Senin, 28 September 2020 - 14:30 WIB

Era Pandemi Covid-19, PTPP Salurkan Ribuan Masker Medis

PT PP Persero Tbk, salah satu perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di Indonesia Perseroan telah menyalurkan bantuan dalam rangka penanganan Covid-19 di Polda.

PT Bio Farma (Persero) (Foto ist)

Senin, 28 September 2020 - 14:22 WIB

Kabar Gembira! Menlu Retno Pastikan Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac Lancar dan Tak Ada Efek Samping

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menegaskan bahwa tidak ditemukan efek samping dari uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovac dan Bio Farma beberapa waktu lalu. "Laporan yang…

Tangkapan layar salah satu alun sosial media Facebook yang menyebut Ijazah Jokowi palsu

Senin, 28 September 2020 - 14:02 WIB

Ijazah Jokowi dari UGM Disebut palsu? Begini Faktanya...

Benarkah ijazah Jokowi palsu? Cek faktanya Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali di isukan memiliki ijazah palsu. Hal tersebut diunggah oleh salah satu pemilik akun media sosial Facebook…

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P

Senin, 28 September 2020 - 14:00 WIB

Panglima: TNI Siap Terus Membantu Satgas Penanganan Covid-19

Marsekal Hadi menambahkan, semua peralatan yang dimiliki Angkatan Udara maupun Angkatan Laut siap untuk dipergunakan untuk mendistribusikan logistik kesehatan ke seluruh pelosok tanah air. Semua…

Kepulangan 60 WNI dari Suriah (Photo by Kemlu)

Senin, 28 September 2020 - 13:30 WIB

KBRI Beirut dan Suriah Bantu Pemulangan 60 WNI ke Tanah Air

KBRI Beirut dan KBRI Suriah memastikan perjalanan jarak jauh dari Damaskus ke Beirut hingga ke tanah air dapat dilalui dengan lancar oleh para WNI.