INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kalangan pengusaha sudah jauh-jauh hari mengingatkan kemampuan arus kas atau cashflow mereka hanya bisa bertahan sampai Juni 2020. 

Advertisement

Bila tak ada perbaikan ekonomi, maka kondisi ini akan memicu soal prediksi gelombang PHK kedua, yang kini sudah terjadi pada bisnis start up seperti Gojek dan lainnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan sesuai prediksi cashflow pengusaha umumnya sudah habis akhir Juni 2020.

Advertisement

"Napasnya sudah habis akhir Juni ini, terutama pengusaha-pengusaha UMKM ya," kata Hariyadi dilansir CNBC Indonesia, (25/6/2020).

Dikatakan Haryadi, kondisi ini diperparah dengan banyak pelaku usaha yang belum bisa membuka usahanya lagi karena sudah kehabisan uang. Dampaknya pada serapan tenaga kerja yang harusnya bisa diserap lagi saat fase new normal kala ekonomi sudah dibuka lagi.

Advertisement

Hariyadi mencontohkan, di sektor hotel dan restoran ada 500 ribu lebih tenaga kerja dirumahkan, tapi saat ini yang sudah bisa direkrut lagi para pekerjanya sangat terbatas.

"Di perhotelan ada 500 ribu lebih yang dirumahkan, tapi yang sudah mulai lagi kerja masih sangat sedikit," katanya.

Advertisement

Kondisi ini tak hanya soal rekrutmen tenaga kerja, justru berdampak pada persoalan PHK yang akan semakin besar.