INDUSTRY.co.id - Jakarta, Salah satu perusahaan di bidang pertanian, Syngenta terus berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan dunia dengan cara memungkinkan petani untuk memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia dengan baik.

Advertisement

Melalui enam komitmen yang terdapat dalam The Good Growth Plan Syngenta, bertujuan membuat kontribusi terukur di tahun 2020 dengan meningkatkan efisiensi sumber daya alam, meremajakan ekosistem, dan merevitalisasi masyarakat perdesaan.

“Memasuki tahun ketiga, The Good Growth Plan telah berhasil menunjukkan kemajuan di masing-masing komitmen. Di tahun 2016, Syngenta telah berhasil mencapai 10,55 persen peningkatan produktivitas rata-rata di ASEAN,” ungkap President Director Syngenta Indonesia, Parveen Kathuria di Jakarta (12/4/2017).

Advertisement

Parveen menambahkan, kami terus berkomitmen untuk memperkuat fungsi pengawasan untuk memaksimalkan pencapaian.

Saat ini, Syngenta telah menjangkau 1,7 juta petani kecil di ASEAN melalui penjualan tidak langsung. Melalui The Good Growth Plan, 563 ribu petani telah mendapatkan pelatihan pertanian yang aman dan berkelanjutan. Lebih dari 430 ribu diantaranya adalah petani kecil.

Advertisement

“Di Indonesia salah satu program The Good Growth Plan untuk memberdayakan petani kecil yaitu melalui program finansial-mikro untuk petani jagung dan teknologi pembuangan awal untuk petani mangga,” terang Paveen.

Menurut Paveen, tantangan terbesar meningkatkan ketahanan pangan di Dunia adalah pentingnya kerjasama dari semua pihak. Saat ini kami telah bekerjasama dengan pemerintah, petani, LSM, asosiasi internasional dan akademisi demi tercapainya komitmen The Good Growth Plan.

Advertisement

Pada tahun 2014, program finansial-mikro dimulai dengan 198 petani jagung di Dompu dan Bima, Nusa Tenggara Barat. Program ini bekerjasama dengan Mercy Corps Indonesia, Bank Andara, dan BPR Akbar Pesisir.

“Selain akses pembiayaan, petani juga dilatih dalam agronomi dan mendapatkan pelatihan literasi finansial. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas sebesar 12 persen dan meningkatkan pendapatan petani sebesar 23 persen. Diharapkan di tahun 2017 proyek ini bisa mencapai 1.000 petani,” tutup Paveen.