INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan akan merevisi target investasi pada 2020 akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Peelubdiketahui, dari target awal sebesar Rp886 triliun, BKPM telah merevisi targetnya menjadi Rp817 triliun pada Juli tahun ini. Meski demikian, target ini berpotensi direvisi kembali jika pandemi Covid-19 tidak selesai hingga bulan Juli mendatang.

“Kami mendapat penugasan dari negara, dari Bappenas, untuk target awal realisasi investasi yakni Rp886 triliun. Dan kami meyampaikan laporan realisasi pertama, ada tiga mode seblum Covid-19 yaitu Rp855,6 triliun. Tapi, jika Covid-19 belum selesai hingga Juli akan direvisi lagi menjadi Rp817 triliun,” jelas Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dilansir dari laman IDX Senin malam (15/6).

Meski hingga Juni belum ada tanda pandemi Covid-19 akan mereda, Bahlil memastikan pihaknya akan melihat langsung kondisi kedepan terkait merevisi kembali target investasi saat menyampaikan realisasi investasi pada kuartal kedua.

“Hingga kuartal satu 2020, kami BKPM mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp210,7 triliun atau naik 8% dibanding periode yang sama pada tahun lalu, dimana realisasi ini sebesar 23% dari target investasi pada tahun 2020 sebesar Rp886 triliun sebelum diubahnya target investasi akibat pandemi Covid-19,” pungkas Bahlil.

Hinga kini, BKPM terus mengejar target investasi sebesar mungkin untuk meningkatkan perekonomian dengan cara membuka lapangan pekerja baru dengan empat strategi, mulai dari memberikan fasilitas bagi perusahaan eksisting untuk tetap beroprasi selama pandemik. 

Lalu mendatangkan investor baru, hingga memberikan insentif bagi perusahaan yang hendak melakukan ekspansi usaha hingga memfasilitasi perusahaan eksisting yang belum berproduksi termasuk investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun.

Sekadar informasi, BKPM hingga kini telah menyelesaikan 58% investasi mangkrak atau sebesar Rp409 triliun.