INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Mandiri Utama Finance (MUF) memperkuat kiprahnya di industri pembiayaan nasional melalui komitmen terhadap pertumbuhan bisnis berkelanjutan, penguatan tata kelola, dan perluasan akses pembiayaan inklusif. Upaya tersebut mendapat pengakuan melalui penghargaan Industry Award 2026 dengan predikat Excellence in Multi Finance & Inclusive Financing.

Penghargaan yang diselenggarakan media online INDUSTRYcoid ini menjadi bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang dinilai mampu menjaga kinerja, memperkuat daya saing, serta mengembangkan bisnis dengan memperhatikan aspek tata kelola dan transformasi digital.

Pencapaian MUF tersebut menjadi relevan di tengah dinamika industri keuangan dan perekonomian nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan. Di satu sisi, perusahaan pembiayaan dituntut menjaga pertumbuhan bisnis dan kualitas aset. Di sisi lain, kebutuhan terhadap layanan keuangan yang mudah diakses, efisien, dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat terus meningkat.

Dalam beberapa bulan terakhir, MUF terus memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan kualitas layanan, pengembangan kapabilitas digital, serta optimalisasi proses operasional. Langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih sehat sekaligus memperluas kontribusi perusahaan terhadap pembiayaan masyarakat dan sektor produktif.

Penghargaan Excellence in Multi Finance & Inclusive Financing sekaligus mencerminkan pentingnya peran perusahaan pembiayaan dalam memperluas inklusi keuangan. Pembiayaan tidak hanya menjadi instrumen untuk mendukung konsumsi, tetapi juga berperan dalam membuka akses kepemilikan aset, mendukung aktivitas ekonomi, serta memberikan alternatif pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Industri Nasional Mulai Menguat

Penguatan kinerja perusahaan pembiayaan juga berlangsung di tengah sinyal pemulihan industri nasional. CEO INDUSTRYcoid sekaligus Ketua Dewan Juri Industry Award 2026, Nandi Nanti, menyampaikan bahwa ketangguhan perusahaan menjadi faktor penting untuk menghadapi ketidakpastian global.

Ia menyoroti Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang pada September 2026 mencapai 52,4, menjadi level tertinggi dalam tujuh bulan sejak Februari 2026. Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi Juni 2026 yang sempat berada di level 46,9.

Menurut Nandi, pemulihan industri tidak terlepas dari kemampuan perusahaan dalam membangun tata kelola yang kuat serta memanfaatkan transformasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Penilaian Industry Award 2026 dilakukan melalui tiga tahapan, yakni desk research, pemantauan media (media monitoring), dan penilaian para ahli (expert judgement). Dari sekitar 200 perusahaan yang ditelaah, proses seleksi menghasilkan 60 perusahaan terpilih sebelum ditetapkan menjadi penerima penghargaan dalam sejumlah kategori.

Aspek penilaian mencakup performa bisnis, lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG), tata kelola perusahaan yang baik (GCG), serta transformasi teknologi.

Nandi menegaskan, perusahaan unggul bukan hanya perusahaan yang mampu mencetak keuntungan dalam jangka pendek, melainkan juga yang memiliki kemampuan mempertahankan pertumbuhan secara konsisten dan berkelanjutan.

Transformasi Digital dan Pembiayaan Inklusif Jadi Kunci

Dari sisi industri, pemerintah juga melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka. Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, yang hadir mewakili Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29%. Sementara itu, industri pengolahan nonmigas mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 5,32%.

Sektor tersebut berkontribusi sebesar 16,83% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, menyerap hampir 20 juta tenaga kerja, serta menyumbang 80,39% terhadap total ekspor nasional selama Januari-Agustus 2026.

Emmy juga menyampaikan bahwa Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada September 2026 berada di level 53,61%, menunjukkan sektor industri masih berada dalam fase ekspansi.

Meski demikian, pelaku usaha tetap perlu mencermati tantangan ketersediaan bahan baku, perubahan arus perdagangan global, dan meningkatnya persaingan produk impor di pasar domestik.

Dalam menghadapi perubahan tersebut, transformasi digital dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Digitalisasi bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan investasi jangka panjang yang dapat memperkuat daya saing perusahaan.

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga saat ini sebanyak 13.549 industri telah melakukan penilaian INDI 4.0. Selain itu, terdapat 204 manajer transformasi yang telah tersertifikasi BNSP dan 29 perusahaan percontohan National Lighthouse 4.0.

Pada perusahaan percontohan tersebut, penerapan transformasi digital dilaporkan mampu meningkatkan kecepatan masuk ke pasar hingga 60%, produktivitas hingga 110%, kinerja finansial hingga 200%, serta kepuasan pelanggan sekitar 60%-70%.

Bagi industri multifinance, perkembangan tersebut memperlihatkan semakin pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mempercepat proses layanan, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan, memperkuat manajemen risiko, dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Perkuat Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Bagi MUF, pengakuan melalui Industry Award 2026 menjadi momentum untuk melanjutkan penguatan bisnis di tengah persaingan industri pembiayaan yang semakin dinamis.

Ke depan, konsistensi dalam menjaga kualitas pembiayaan, meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat tata kelola, dan mengembangkan layanan berbasis digital akan menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan perusahaan.

Selain mengejar pencapaian bisnis, perluasan pembiayaan inklusif juga menjadi aspek strategis untuk memperbesar kontribusi industri multifinance terhadap perekonomian. Akses pembiayaan yang semakin luas diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat, aktivitas usaha, serta mendorong pemerataan kesempatan ekonomi.

Penghargaan ini pada akhirnya bukan sekadar pengakuan atas pencapaian perusahaan, tetapi juga menjadi dorongan bagi MUF untuk terus meningkatkan standar kinerja, memperkuat kepercayaan konsumen, dan menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, transformasi yang berkesinambungan, serta komitmen terhadap pembiayaan inklusif, MUF berupaya mempertahankan relevansinya sebagai salah satu pemain penting dalam industri pembiayaan nasional.