INDUSTRY.co.id -Jakarta-Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish harami setelah pulled back upper bollinger bands. Indikator stochastic bergerak pada area overbought dengan indikasi kuat dead-cross mengiringi momentum indikator RSI yang menjenuh.

Advertisement

"Sehingga kami perkirakan IHSG kembali bergerak menjenuh tertekan dengan pengujian support MA5 pada rentang 4982-5100," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; HMSP, LSIP, UNVR, ADRO, MEDC, TPIA.

Advertisement

Kemarin, sesuai perkirakaan pergerakan IHSG dibayangi aksi profit taking. IHSG (-0.70%) ditutup turun 35.51 poin kelevel 5035.06 dengan saham Industri Dasar (-1.97%) dan Property (-1.93%) yang memimpin pelemahan. Saham SMGR (-6.90%) terkoreksi cukup dalam setelah menguat belasan persen sejak akhir bulan lalu. Mayoritas saham Property terkoreksi cukup dalam lebih dari 5% pasca penguatannya sejak akhir pekan. Bank Dunia memperkirakan kontraksi ekonomi pada negara berkembang akan sebesar 2.5% tahun 2020 dimana ini merupakan kontraksi ekonomi pertama setidaknya dalam 60 tahun terakhir. Rupiah bergerak melemah tipis sebesar 0.04% kelevel 13890 per USD. Investor asing pun tercatat net sell 230.41 miliar rupiah pada pasar reguler.

Advertisement