INDUSTRY.co.id - BALI – Pertumbuhan sektor pariwisata, HORECA (Hotel, Restaurant, Café), dan budaya dining out di Indonesia terus mendorong perkembangan industri minuman atau beverage. Kondisi tersebut tercermin dari proyeksi pasar foodservice Indonesia yang menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas restoran, kafe, bar, dan sektor perhotelan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata mencatat sektor pariwisata Indonesia mencapai 15,39 juta kunjungan sepanjang 2025 atau tumbuh 10,80% dibandingkan 2024. Pertumbuhan ini turut menjadikan pengalaman menikmati makanan dan minuman sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat sekaligus membuka peluang berkembangnya budaya mixology, kreasi mocktail dan cocktail, serta kategori beverage mixer di Indonesia. Dengan kekayaan rempah-rempah dan bahan alami lokal, Indonesia dinilai memiliki potensi besar menghadirkan inovasi minuman yang kreatif, autentik, dan berdaya saing.
Melihat peluang tersebut, Polaris, merek minuman berkarbonasi berkualitas dan halal dari Tempo Scan, kembali menggelar Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3. Mengusung tema Spark the Moment, kompetisi berskala nasional ini menjadi wadah kolaborasi bagi talenta dari berbagai daerah untuk mendorong inovasi minuman sekaligus memperkuat ekosistem industri F&B, hospitality, dan pariwisata di Indonesia.
"Polaris memahami bahwa saat ini minuman tidak lagi sekadar pelepas dahaga, tetapi telah menjadi bagian dari pengalaman yang melengkapi berbagai momen, mulai dari membuat kreasi minuman sendiri di rumah, bersantai di kafe, menikmati hidangan di restoran, hingga perjalanan wisata. Perkembangan tersebut turut mendorong kebutuhan akan inovasi dan kreativitas yang semakin tinggi di industri beverage," ujar Deputy Managing Director Cosmetics, Consumer & Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk, Winny Yunitawati.
"Karena itu, melalui Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar ajang kompetisi, tetapi sebuah platform kolaborasi yang mempertemukan talenta, pelaku industri, dan brand untuk bersama-sama mendorong lahirnya inovasi minuman yang relevan dengan tren konsumen sekaligus mengangkat kekayaan cita rasa lokal Indonesia. Inilah komitmen yang terus kami wujudkan melalui semangat Spark the Moment, di mana Polaris hadir sebagai enabler of beverage creativity," imbuhnya.
Kompetisi yang memasuki penyelenggaraan tahun ketiga ini digelar dengan skala lebih besar melalui babak eliminasi di Jakarta dan Bali sebelum mempertemukan enam finalis terbaik pada Grand Final di Bali, Kamis (23/7/2026). Ajang tersebut berhasil menjaring ratusan karya dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Maluku.
Babak Grand Final menghadirkan tiga finalis terbaik dari Jakarta, yakni Deden Supriyatna, Rexi Renaldy Lotong, dan Reza Nanda Firmansyah, serta tiga finalis terbaik dari Bali, yaitu I Kadek Buwana, I Dewa Gede Pradana Adiputra, dan I Gusti Putu Ngurah Arjuna Bara. Seluruh finalis dinilai langsung oleh Head Judge Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3, Arey Barker, bersama jajaran juri profesional berpengalaman di berbagai kompetisi mixology internasional.
Mengangkat tema "Spark of Nusantara", keenam finalis ditantang menciptakan kreasi minuman yang menonjolkan kekayaan cita rasa Indonesia. Penilaian dilakukan berdasarkan teknik, kreativitas, cita rasa, presentasi, dan storytelling. Hasilnya, Deden Supriyatna keluar sebagai juara pertama, disusul I Gusti Putu Ngurah Arjuna Bara di posisi kedua, serta Rexi Renaldy Lotong sebagai juara ketiga. Ketiganya masing-masing memperoleh hadiah senilai Rp25 juta, Rp10 juta, dan Rp7,5 juta.
"Tahun ini kami melihat peningkatan kualitas peserta yang sangat signifikan. Banyak finalis berhasil mengolah kekayaan bahan lokal Indonesia dan memadukannya dengan produk-produk Polaris menjadi kreasi minuman yang tidak hanya unggul dari sisi teknik, tetapi juga memiliki karakter, storytelling dan cita rasa yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan bahan baku lokal dan talenta Indonesia memiliki potensi besar untuk terus melahirkan inovasi minuman yang kreatif, autentik, dan mampu bersaing di tingkat internasional," kata Arey Barker.
Sebagai bentuk apresiasi atas kualitas karya peserta, Polaris juga mengumumkan pemenang Polaris People's Choice Award melalui social media challenge yang melibatkan 40 peserta terbaik dari babak eliminasi. Dua peserta dengan konten kreasi minuman menggunakan produk Polaris yang meraih engagement tertinggi berhak membawa pulang hadiah.
Di sisi lain, Polaris juga terus memperkuat dukungannya terhadap industri melalui pengembangan portofolio produk pada kategori Mixer Drink dan Fun Drink. Produk-produk tersebut dirancang fleksibel untuk dinikmati langsung maupun dijadikan bahan dasar berbagai kreasi minuman. Portofolio Polaris meliputi Polaris Soda Water, Polaris Bitter Lemon, Polaris Ginger Ale, Polaris Sarsaparila, Polaris Coffee Cream, serta inovasi terbaru Polaris Sparkling Water yang menawarkan sensasi karbonasi lebih halus dengan kandungan Zero Sugar, Zero Calorie, dan Zero Sodium.
"Keberhasilan penyelenggaraan Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3 semakin memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung pertumbuhan industri beverage dan budaya mixology di Indonesia. Ke depan, Polaris berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi minuman berbasis kekayaan cita rasa lokal yang tidak hanya semakin menggairahkan industri F&B, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sektor hospitality dan pariwisata Indonesia dalam jangka panjang," tutup Winny Yunitawati.