INDUSTRY.co.id - Jakarta-Secara teknikal IHSG bergerak tertahan pada level support moving average 5 hari dikisaran level 4881 sehingga peluang pengujian level psikologis kembali terbuka sebagai konfirmasi penguatan lanjutan IHSG mengapai wave c yang berada di Fibonacci Retracement 161.8% pada level 5300.

Advertisement

Indikator mayoritas memberikan signal kejenuhan dimana Stochastic berpeluang dead-cross pada area overbought, RSI menjenuh pada momentum positif, MACD memberikan pergerakan permulaan divergen degan histogram yang mulai melandai.

"Sehingga kami perkirakan IHSG akan kembali bergerak berfluktuatif dengan percobaan kembali menguji psikologis level pada support resistance 4900-5000," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Advertisement

Saham-saham yang cukup menarik secara teknikal diantaranya; ADHI, AKRA, ANTM, ICBP, INCO, LSIP, MAPI, MEDC, TBIG, TINS, WIKA.

Mengakhiri pekan mayoritas indeks saham Asia ditutup berbalik menguat. Indeks Nikkei (+0.74%), TOPIX (+0.54%), HangSeng (+1.62%) dan CSI300 (+0.48%) naik cukup optimis mengiringi langkah-langkah stimulus baru untuk membantu ekonomi global dan melakukan aksi tunggu angka pekerja di AS. Ekuitas berjangka AS berbalik naik ditengah laporan bahwa pemerintah trump mengharapkan untuk memberikan stimulus hingga $1 Triliun untuk memerangi dampak pandemi.

Advertisement

Sebelumnya, IHSG (+0.63%) ditutup berbalik naik di sesi kedua sebesar 31.08 poin kelevel 4947.78 dengan saham-saham sektor aneka Industri (+4.13%) dan Property konstruksi (+1.64%) menjadi kontributor penguatan IHSG hingga akhir sesi. ASII (+5.04%) membalikan kerugian sebelumnya setelah data pertumbuhan penjualan motor merosot jauh dibawah ekspektasi sedangkan dari sektor property saham CTRA (+14.39%), SMRA (+14.22%), ASRI (+11.76%), PWON (+11.59%) dan BSDE (+8.55%) naik sangat optimis mengiringi banyaknya pengembang menunda kenaikan harga property dan memberikan potongan harga besar-besaran dapat memicu peningkatan permintaan ditengah pandemic. Selain itu sektor property mendapatkan angin segar dari program tabungan perumahan rakyat (Tapera) yang telah di tandatangani Presiden melalui PP No.25 tahun 2020 pada tanggal 20 mei lalu. Investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar 51 Miliar rupiah dengan saham TLKM menjadi yang terbanyak di jual meskipun nilai tukar rupiah menguat signifikan 1.54% kelevel 13877.50 per USD.

Naiknya indeks saham Asia dan future global membuat Eropa membuka perdagangan dengan sangat optimis. Indeks Eurostoxx (+2.35%), FTSE (+1.29%) dan DAX (+2.30%) mengalami penguatan lebih dari dua persen mengiringi penguatan mata uang Euro untuk hari kesembilan setelah langkah-langkah bantuan fiskal dan moneter dari Frankfurt dan Berlin diatas ekspektasi. Minyak tampak siap untuk kenaikan mingguan keenam setelah OPEC + mencapai kesepakatan tentatif untuk memperpanjang rekor penurunan produksi.

Advertisement