INDUSTRY.co.id - Jakarta - Batu saluran kemih masih menjadi salah satu penyakit urologi yang paling sering ditemukan di Indonesia maupun dunia. Selain memicu nyeri hebat yang mengganggu aktivitas sehari-hari, penyakit ini juga memiliki risiko kekambuhan yang tinggi apabila penyebab utamanya tidak ditangani secara menyeluruh.

Seiring berkembangnya teknologi medis, penanganan batu saluran kemih kini tidak lagi hanya berfokus pada penghancuran batu, tetapi juga mencegah terbentuknya batu baru. Pendekatan komprehensif inilah yang menjadi fokus layanan Urologi di RS Premier Bintaro.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Teguh Risesa Djufri, Sp.U, FICS, Spesialis Urologi RS Premier Bintaro, dalam Media Gathering bertajuk "Penanganan Terkini Batu Saluran Kemih" yang digelar di Jakarta.

Menurut dr. Teguh, batu saluran kemih terbentuk akibat endapan mineral di ginjal atau saluran kemih yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti gangguan metabolisme, kurang minum, pola makan tertentu, infeksi saluran kemih, hingga faktor keturunan.

Penyakit ini lebih sering menyerang laki-laki dibanding perempuan, khususnya pada usia produktif 40 hingga 50 tahun. Risiko juga meningkat pada individu yang mengalami obesitas, memiliki gaya hidup kurang aktif (sedentari), serta tinggal di wilayah beriklim panas.

"Banyak masyarakat menganggap batu saluran kemih hanya menyebabkan nyeri. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, batu dapat menyebabkan sumbatan saluran kemih, infeksi berat, gangguan fungsi ginjal, bahkan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan yang tepat sangat penting," ujar dr. Teguh.

Gejala paling umum batu saluran kemih adalah nyeri hebat di bagian pinggang yang muncul secara tiba-tiba. Rasa sakit tersebut dapat menjalar ke perut bawah, selangkangan, hingga organ kelamin, bahkan sering disamakan dengan nyeri persalinan.

Selain nyeri, pasien juga dapat mengalami mual, muntah, urine berdarah, nyeri saat buang air kecil, hingga demam apabila telah terjadi infeksi. Pada sebagian kasus, batu saluran kemih bahkan tidak menimbulkan gejala dan baru diketahui saat pemeriksaan kesehatan rutin.

Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) sebagai langkah awal karena aman dan tanpa radiasi. Jika diperlukan, pemeriksaan dilanjutkan dengan Non-Contrast CT Scan (NCCT) yang kini menjadi standar emas untuk mengetahui ukuran, lokasi, dan karakteristik batu secara lebih akurat.

Perkembangan teknologi di bidang urologi memungkinkan pasien memperoleh penanganan yang lebih efektif tanpa harus menjalani operasi terbuka.

Pada batu berukuran kecil, terapi obat dapat membantu batu keluar secara alami. Namun jika batu menyebabkan sumbatan, infeksi, nyeri berulang, berukuran besar, atau berpotensi merusak ginjal, tindakan aktif perlu segera dilakukan.

RS Premier Bintaro menyediakan berbagai pilihan terapi modern yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien, antara lain:
• Shock Wave Lithotripsy (SWL/ESWL), yaitu penghancuran batu menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh tanpa sayatan.
• Ureteroscopy (URS) dan Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), prosedur endoskopi melalui saluran kemih yang memungkinkan batu dihancurkan menggunakan laser tanpa sayatan pada kulit.
• Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) dan Mini-PCNL, metode untuk menangani batu ginjal berukuran besar atau kompleks melalui sayatan yang sangat kecil.

Menurut dr. Teguh, inovasi terbaru dalam bidang endourologi kini memanfaatkan Thulium Fibre Laser, teknologi laser generasi baru yang mampu menghancurkan batu lebih efektif dengan durasi tindakan yang lebih singkat.

Selain itu, penggunaan sistem suction modern selama prosedur membantu menjaga tekanan di dalam ginjal tetap stabil sehingga dapat menurunkan risiko infeksi sekaligus mempercepat proses pemulihan pasien.

Meski batu berhasil dihancurkan atau dikeluarkan, tantangan terbesar adalah tingginya angka kekambuhan. Oleh karena itu, evaluasi penyebab pembentukan batu menjadi bagian penting dalam proses pengobatan.

"Pengobatan tidak berhenti setelah batu berhasil dikeluarkan. Kami juga melakukan evaluasi metabolik untuk mengetahui penyebab pembentukan batu sehingga kekambuhan dapat dicegah. Minum air putih yang cukup, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam berlebih, serta menerapkan pola makan seimbang merupakan langkah sederhana yang sangat berperan dalam mencegah batu terbentuk kembali," jelas dr. Teguh.

Melalui layanan Urologi yang didukung teknologi modern serta tim dokter berpengalaman, RS Premier Bintaro berkomitmen memberikan penanganan batu saluran kemih secara menyeluruh.