INDUSTRY.co.id - Makasaar-Perkembangan virus covid19 yang seakan tanpa akhir membuat dinamika kehidupan harus menjalani tahapan new normal  Begitu pula produk kopi Toraja harus bersiap diri membenahi produk olahan kopi agar bisa tetap bersaing Royal Mountain, salah satu produsen kopi Toraja terus melakukan peningkatan produk kopi yang dihasilkan

Advertisement

Sedikit membedah kopi Toraja merk Royal Mountain, seperti yang dikemukakan pemiliknya, Rinding Tangkelembang  yang juga dikenal sebagai seorang jurnalis.

Perkebunan milik Royal Mountain berada di dua tempat yaitu Desa Marinding, Tana Toraja dan Area Kubang Sari, Pangalengan, Jawa Barat

Advertisement

Berada pada ketinggian 1200-1350 meter dpl (Tana Toraja) dan 1500-1700 meter dpl (Pangalengan) menjadi alasan untuk memakai brand Royal Mountain

Proses pemetikan dilakukan dengan tangan dan hanya mengambil buah merah yang benar-benar telah masak Kemudian diproses dengan proses full wash, dry wash dan Winey (hak cipta dari Royal Mountain), karena berbeda dari Winey yang lain. Semuanya melalui proses yang sangat ketat sehingga menghasilkan buah pilihan terbaik

Advertisement

Tersedia 5 varian yang diprduksi Royal Mountain Coffee yakni: Toraja arabica, Preanger arabica, Winey arabica, Luwak arabica dan Indonesian Gesha

Partisipasi Royal Mountain Coffee dalam mewakili Indonesia di ajang pameran kopi internasional telah berlangsung sebanyak empat kali Masing-masing: Taiwan Coffee and Tea Festival (2015), Japan SCA Expo (2016), World of Coffee Budapest (2017) dan World of Coffee Amsterdam (2018)

Advertisement

Produk Royal Mountain yang baru diluncurkan tahun lalu adalah drip coffee (coffee on-the-go), kemasan kopi langsung brew, disamping produk yang telah ada sebelumnya yaitu roasted (biji goreng) dan grounds (bubuk)