Waduh! 4.000 Mobil Diusir dari Tol Cikampek Dalam Sehari

Oleh : Ridwan | Jumat, 22 Mei 2020 - 06:15 WIB

ilustrasi mudik lebaran
ilustrasi mudik lebaran

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pemerintah memang telah memutuskan untuk melarang mudik. Namun, masih banyak kendaraan yang meninggal Jakarta jelang Lebaran 2020.

Pada periode H-7 sampai H-4 Lebaran 2020 atau 17-20 Mei 2020, setidaknya sudah 306.682 kendaraan meninggalkan Jakarta via tol.

Angka itu merupakan data yang tercatat oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Kendati tidak dijelaskan apakah keperluan mobilitas kendaraan itu untuk mudik atau bukan, namun Jasa Marga mencatat, kendaraan berbondong-bondong keluar Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.

Dalam keterangan resminya, Jasa Marga menyebut, lalu lintas (lalin) meninggalkan Jakarta dari arah timur merupakan kontribusi lalin dari dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama.

Pertama, GT Cikampek Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Trans Jawa. Kedua, GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi.

Adapun perincian distribusi lalin sebagai berikut:

- GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 68.316 kendaraan, turun sebesar 79% dari Lebaran tahun 2019.
- GT Kalihurip Utama 1, dengan jumlah 53.292 kendaraan, turun sebesar 56% dari Lebaran tahun 2019.

Total kendaraan yang melintas menuju arah Timur adalah sebanyak 121.608 kendaraan, turun sebesar 73% dari Lebaran tahun 2019.

"Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang adalah sebesar 107.927 kendaraan, turun sebesar 42% dari Lebaran tahun 2019," tulis Jasa Marga.

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Selatan/Lokal melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi adalah sebesar 77.147 kendaraan, turun sebesar 30% dari Lebaran tahun 2019.

Secara keseluruhan, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta turun 59% dari lalu lintas (lalin) di periode Lebaran tahun 2019. Untuk distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 40% dari arah Timur, 35% dari arah Barat dan 25% dari arah Selatan.

"Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan Covid-19, dengan tidak mudik dan tidak piknik di Lebaran Tahun 2020. Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah," tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Swab Test Covid-19 (ist)

Minggu, 24 Mei 2020 - 19:46 WIB

Petugas Dilarang Asal Bekerja, Berikut Panduan Aparat Pengamanan Cegah Penularan Covid-19

Aparat dalam melaksanakan tugas pengamanan dan penertiban pada pandemi Covid-19 berhadapan langsung atau kontak dengan masyarakat, sehingga berisiko terjadi penularan Covid-19. Oleh karena itu,…

Dirut Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan di Bandara Soetta

Minggu, 24 Mei 2020 - 19:03 WIB

Dirut Garuda Indonesia Pastikan Pelayanan Penumpang Sesuai Protokol Kesehatan di Bandara Soetta

Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melakukan pengecekan langsung penanganan dan pelayanan penumpang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang,…

Menkes Terawan (ist)

Minggu, 24 Mei 2020 - 18:33 WIB

Halo Perusahaan, Ini Panduan Lengkap Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Era New Normal

Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri…

Sandi Sute Persija

Minggu, 24 Mei 2020 - 18:00 WIB

Takbiran Ala Pemain Persija Jakarta

Hari ini umat Muslim di seluruh dunia tengah berbahagia, termasuk di Indonesia. Pasalnya hari kemenangan sudah di depan mata dan sikap saling memaafkan antar sesama. Kumandang takbir pun menggema…

Sri Mulyani

Minggu, 24 Mei 2020 - 17:05 WIB

Saat Sri Mulyani Sebut Kesehatan dan Ekonomi Ibarat Bayi Kembar Siam

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menggambarkan kondisi kesehatan dan ekonomi ibarat bayi kembar siam yang tak terpisahkan.