INDUSTRY.co.id - Jakarta-Secara teknikal IHSG break out MA20 dan berpotensi menguji lower bollinger bands dan support fractal. Indikator stochastic bergerak bearish dengan momentum indikator RSI yang mulai bergerak tertekan diarea middle.
"Sehingga kami perkirakan IHSG akan bergerak cenderung kembali tertekan dengan support 4474 dan resistance 4696," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (14/5/2020).
Ia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya; GGRM, HMSP, HRUM, INDF, MNCN.
Indeks saham Asia ditutup bervariasi. Indeks Nikkei (-0.49%) dan TOPIX (-0.14%) turun sedangkan indeks HangSeng (+0.01%) dan CSI300 (+0.20%) naik. Treasuries dan emas bertahan pada pergerakan yang positif setelah aksi risk off mulai terlihat diwallstreet pada perdagangan sebelumnya.
Sebelumnya, IHSG (-0.75%) ditutup melemah 34.37 poin kelevel 4554.36 dengan saham-saham sektor industri dasar (-2.95%) dan indeks aneka industri (-1.41%) turun lebih dari sepersen. investor asing pun kembali tercatat net sell sebesar 774.36 miliar rupiah dengan saham BBRI, BBCA dan BMRI menjadi top net sell value. Kasus coronavirus di Indonesia yang hampir menyentuh 15rb dan angka pengangguran yang meningkat menjadi alasan investor asing berhati-hati akan dampak ekonomi setelahnya.
Bursa Eropa membuka perdagangan dengan pelemahan dimana Indeks Eurostoxx (-1.89%), FTSE (-1.28%) dan DAX (-2.02%) turun mendekati dua persen mengiringi sesi fluktuatif bursa berjangka di AS. saham-saham otomotif dan pertambangan memimpin pelemahan karena pendapatan perusahaan terus menggarisbawahi dampak buruk dari pandemi coronavirus. Komentar yang cukup psimistis dari pejabat the fed mengenai prospek pembukaan kembali prekonomian ditengah pandemic yang masih mewabah. Selanjutnya investor akan menanti laporan pasar minyak bulanan dari OPEC dan data klaim pengangguran mingguan di AS.