INDUSTRY.co.id - Jakarta - Selama masa pandemi COVID-19, masyarakat justru mengeluhkan tarif listrik yang dirasa semakin mahal meskipun PT PLN (Persero) telah menyediakan subsidi atau diskon pada beberapa jenis pelanggan. Keluhan tarif listrik tersebut mayoritas datang dari pelanggan listrik golongan 900 VA.
Bahkan, beberapa masyarakat menganggap bahwa PLN telah menaikkan tarif listrik golongan 900 VA karena pada bulan April ini memberikan subsidi bagi R1-450 dan R1-900.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian Senior Manager (PLH SRM) General Affairs PLN UID Jakarta Raya M. Arief Mudhari mengatakan bahwa tarif listrik tidak naik di semua golongan.
"Golongan listrik 900 itu ada 2, yang subsidi dan non subsidi. Rp/kWh keduanya beda. Tapi enggak naik tarifnya, tetap sesuai yang tertera di IG," kata Arief seperti dikutip dari Kompas, Sabtu (2/5/2020).
Arief menjelaskan, tarif listrik tidak mengalami kenaikan semenjak tahun 2017. Rinciannya, Tegangan rendah Rp 1.467/kWh ; R-1/900 VA RTM Rp 1.352/kWh; Tegangan menengah Rp 1.115/kWh dan Tegangan tinggi: Rp 997/kWh.
Adapun mengenai keluhan masyarakat yang merasa tarif listriknya mengalami kenaikan baru baru ini, Arief menjelaskan, pemakaian rumah tangga selama Work From Home (WFH) rata-rata naik 1-3 persen.
Hal tersebut terjadi karena anggota keluarga berkumpul di rumah. Akibatnya penggunaan barang-barang elektronik yang menyedot listrik ikut naik pula, seperti pemakaian televisi menjadi lebih lama, kipas angin yang terus menyala, pemakaian CPU yang terus-menerus dan sejumlah keperluan lainnya.
Kemudian, bagi masyarakat yang tidak melakukan WFH akan tetapi masih merasa mengalami kenaikan yang tidak wajar, masyarakat disarankan untuk memotret kWh-nya dan dikirim ke WA PLN saat tanggal baca bulan lewat nomor 08122 123 123.
Sementara itu, untuk cara pelapornya adalah sebagai berikut: Ketik "Halo"; Kemudian Ketik 2 untuk melakukan baca meter mandiri; Baca informasi yang muncul; Masukkan ID Pelanggan; Jika ID Pelanggan dan hari baca sudah sesuai silakan ketik angka stand kWh meter; Ambil dan kirimkan foto kWh meter (angka harus terlihat jelas); Terakhir PLN akan melakukan verifikasi data yang telah Anda kirimkan.