INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pada Desember 2019, Aset industri Perusahaan Pembiayaan (PP) sebesar Rp518,14 Triliun meningkat sebesar Rp13,38 Triliun atau tumbuh sebesar 2,65% YoY.
Kepala Departement IKNB 2 B OJK, Bambang W Budiawan, menjelaskan terdapat piutang pembiayaan sebesar Rp452,22 Triliun meningkat sebesar Rp18,42 Triliun atau tumbuh sebesar 3,66% YoY.
"Berdasarkan jenis kegiatan usaha, Piutang pembiayaan didominasi oleh piutang pembiayaan multiguna sebesar Rp274,84 Triliun (61%) diikuti oleh pembiayaan investasi sebesar Rp134,83 Triliun (30%)," katanya di Jakarta, Rabu (11/3/2020).
Selanjutnya, katanya berdasarkan objek pembiayaan, piutang pembiayaan didominasi oleh barang konsumtif sebesar Rp317,15 Triliun (68%) yang didalamnya didominasi oleh pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp300,58 Triliun (64%), diikuti barang produktif sebesar Rp124,17 Triliun (26%) yang didalamnya didominasi oleh mobil pengangkutan sebesar Rp49,23 Triliun (40%).
Dari sisi sumber pendanaan, Industri PP memiliki total sumber pendanaan sebesar Rp347,68 Triliun menurun sebesar Rp8,90 Triliun atau turun sebesar -2,50% YoY. Adapun komposisi pendanaan terdiri dari pinjaman sebesar Rp279,08 (80%) dan penerbitan surat berharga sebesar Rp68,60 Triliun (20%). Selanjutnya, Industri PP membukukan laba sebesar Rp18,13 Triliun meningkat sebesar Rp2,11 Triliun atau tumbuh sebesar 13,14% YoY.
Dari pengelolaan piutang, Industri PP memiliki piutang bermasalah sebesar Rp11,28 Triliun atau dengan nilai NPF Gros sebesar 2,40%. Nilai tersebut menurun sebesar Rp0,98 Triliun atau turun sebesar 7,98% YoY.