INDUSTRY co.idKadin Indonesia menyebut industri terkena dampak wabah virus corona, salah satunya yang paling terdampak adalah industri elektronik. 

Advertisement

Hal tersebut diungkap oleh ketua umum Kadin Rosan P Roeslani di Jakarta melalui pesan singkatnya kepada Industry.co.id Sabtu (7/3).

Menurut Bos Kadin tersebut, lantaran virus corona menyebabkan impor dari China tertekan sebesar 30 persen selama periode Januari hingga Februari 2020.

Advertisement

"Paling menderita adalah produk elektronik,karena hampir 50 persen impor elektronik dari Wuhan, China," katanya.

Kadin Indonesia, saat ini terang Rosan, tengah mendiskusikan bentuk-bentuk relaksasi yang diharapkan. 

Advertisement

"Relaksasi yang dibutuhkan terkait insentif fiskal," terangnya. 

Hal senada juga diutarakan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani. 

Advertisement

Shibta meminta pemerintah mengeluarkan insentif untuk meringankan beban cashflow perusahaan yang sangat tertekan saat ini karena dampak virus corona.

"Kita butuh insentif agar perusahaan bisa punya cukup ruang gerak untuk terus beroperasi," kata Shinta. 

Lanjutnya, dari sisi fiskal pemerintah juga diharapkan memberikan kelonggaran bagi pengusaha untuk menangguhkan sejumlah transfer fiskal di antaranya pajak penghasilan, karyawan, pajak pertambahan nilai, hingga cukai.

Penangguhan itu, kata dia, setidaknya hingga kondisi perekonomian kembali relatif normal.

"Pengusaha juga mendorong perlu adanya percepatan restitusi pajak dari pemerintah kepada perusahaan agar perusahaan bisa memperoleh dana tambahan untuk beroperasi," pungkasnya di Jakarta beberapa waktu lalu.