INDUSTRY.co.id - Jakarta - IHSG secara analisa teknikal bergerak optimis setelah berhasil tutup gap dan break out resistance Moving average 5 hari. Indikator stochastic masih memberikan signal positif setelah golden-cross dan momentum indikator RSI bergerak positif keluar dari area oversold.
"Pergerakan IHSG selanjutnya akan menguji resistance 5700 dan bearish trend line 5730 sebagai konfirmasi perubahan arah trend. Rentang pergerakan pada support resistance 5600-5730," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (5/3/2020).
Saham-saham yang secara analisa teknikal cukup menarik diantaranya; ADHI, ANTM, BBNI, BRPT, ESSA, HMSP, KLBF, PTPP, SMRA, WEGE, WIKA, WSKT.
IHSG (+2.38%) naik 131.51 poin kelevel 5650.14 dengan rupiah yang menguat signifikan sebesar 1.19% kelevel Rp14113 per USD. Beberapa langkah intervensi Bank Indonesia untuk mengembalikan volatilitas rupiah sesuai dengan fundamentalnya direspon positif sehingga mampu mendorong optimisme investor terhadap aset bresiko di Indonesia. Indeks sektor Keuangan (+2.37%) dan Infrastruktur (+4.02%) menjadi kontributor utama penguatan IHSG. Saham TLKM (+5.80%) memimpin penguatan dimana secara fundamental TLKM diperkirakan mengalami pertumbuhan bottom line sebesar 15.3% secara YoY ditopang oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 5.8% disepanjang tahun 2019. Saham BBRI (+2.93%) menjadi kontributor penguatan sektor keuangan dimana secara fundamental cukup menarik dengan Price to Book Value dibawah rata-rata 5 tahun terakhir dan rata-rata pada industri perbankan sebesar 2.5x.
Mayoritas bursa saham Eropa dibuka mengiringi bursa saham berjangka di AS yang mulai terlihat rebound. Indeks Eurostoxx (+0.28%), FTSE (+0.67%) dan DAX (+0.53%) naik rata-rata setengah persen. Euro berhenti setelah membukukan reli empat hari terbaiknya terhadap dolar sejak Januari 2018. Minyak mentah naik lebih tinggi untuk hari ketiga setelah rekomendasi komite OPEC + untuk pengurangan pasokan yang lebih besar untuk mengimbangi hilangnya permintaan dari penyebaran virus. Pemotongan suku bunga Fed salah arah karena pasar masih mengharapkan tidak adanya langkah kebijakan yang berlebihan. Selanjutnya investor akan memantau hasil pertemuan OPEC, data Factory Orders dan Tingkat pengangguran di AS serta data kasus wabah coronavirus diluar tiongkok.