Kementerian PUPR Turunkan Syarat DP Rumah Subsidi Jadi Satu Persen

Oleh : Ridwan | Minggu, 17 November 2019 - 10:10 WIB

Ilustrasi rumah subsidi
Ilustrasi rumah subsidi

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengubah persyaratan uang muka dari minimal lima persen menjadi satu persen untuk memudahkan persyaratan kepemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah lewat Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Wakil Menteri (Wamen) PUPR John Wempi Wetipo mengatakan untuk mendorong percepatan penyaluran dana bantuan pembiayaan tersebut, Kementerian PUPR memberikan pelonggaran pada persyaratan Program BP2BT dengan menerbitkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13/PRT/M/2019 tentang BP2BT.

"Beberapa ketentuan pada peraturan tersebut diubah, misalnya pertama persyaratan uang muka yang semula minimal lima persen menjadi satu persen," ujar Wamen John Wempi dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (17/11).

Menurut Wamen PUPR, persyaratan lama menabung pada sistem perbankan dari semula minimal enam bulan menjadi tiga bulan.

Sedangkan pelonggaran persyaratan ketiga adalah perpanjangan masa berlaku Surat Keputusan Penerima Manfaat BP2BT ditambah dari semula 20 hari menjadi 30 hari.

Terakhir, relaksasi persyaratan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebelum akad kredit menjadi surat pernyataan kelaikan fungsi bangunan rumah dari pengkaji teknis, pengawas konstruksi, atau manajemen konstruksi.

Kementerian PUPR juga telah menerbitkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 1013/KPTS/M/2019 tentang Batasan Lebar Kaveling Rumah Sejahtera Tapak yang Diperoleh melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi dan Lebar Kaveling Rumah Tapak Umum yang Diperoleh Melalui Program BP2BT.

Aturan tersebut menetapkan relaksasi ketentuan lebar kaveling dari semula minimal enam meter menjadi paling rendah lima meter untuk site plan yang telah disetujui pemerintah daerah paling lambat 1 Oktober 2019.

"Oleh karena itu, saya berharap kerja sama mitra pengembang dan bank pelaksana  dapat mengimplementasikan perubahan secara cepat dan tepat pada waktu yang tersisa tahun 2019 ini," kata John Wempi.

Tak hanya itu, Kementerian PUPR juga mendorong pengembang dan perbankan serta pemangku kepentingan lainnya  mengutamakan kualitas rumah bersubsidi sehingga pemilik merasa aman dan nyaman dalam membeli dan menempati rumah itu. 

Kementerian PUPR terus melakukan pemantauan kualitas rumah bersubsidi sesuai dengan standar yang ditetapkan serta pendataan pengembang rumah subsidi melalui Sistem Registrasi Pengembang (Sireng).

Wamen PUPR mengatakan bahwa sistem informasi ini merupakan cikal bakal penerapan Akreditasi dan Registrasi Asosiasi Pengembang Perumahan serta Sertifikasi dan Registrasi Pengembang Perumahan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 24/PRT/M/2018, di mana seluruh pengembang harus terakreditasi dan teregistrasi dan seluruh asosiasi pengembang harus tersertifikasi dan teregistrasi.

Hingga 30 Oktober 2019, terdapat 19 asosiasi pengembang perumahan serta 13.384 pengembang perumahan yang telah terdaftar dalam pengelolaan Sireng.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi inflasi

Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:10 WIB

BPS: Kenaikan Harga Makanan, Minuman dan Tembakau Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Bulan Juni

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi Juni 2020 sebesar 0,18% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,06.

Fisioterapis Dilibatkan Dampingi Persebaya Saat Latihan

Sabtu, 04 Juli 2020 - 16:00 WIB

Fisioterapis Dilibatkan Dampingi Persebaya Saat Latihan

Tidak bergulirnya roda kompetisi bukan berarti pemain Persebaya bebas dari tanggung jawab menjaga kondisi. Oleh karena itu, Anggara Dwi Samudra, berinisiatif mengajak para pemain yang berada…

Ilustrasi Hipnoterapi (ist)

Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:44 WIB

Banyak Warga Butuh Layanan Hipnoterapi, AHKI Susun Protokol Aman COVID-19 di Ruang Praktek

Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia (AHKI) menyusun protokol khusus menghadapi new normal. Ini mengakomodasi keinginan masyarakat yang sejak sebelum pandemi banyak yang membutuhkan layanan…

Prajurit TNI di Lebanon Donasikan Obat-Obatan dan APD

Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:15 WIB

Bentuk Perhatian Masyarakat Binaan, Prajurit TNI di Lebanon Kembali Donasikan Obat-Obatan dan APD

Selain memberikan obat-obatan, Prajurit Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-N/UNIFIL juga memberikan Alat pelindung diri (APD) berupa masker, vitamin, koyo, balsem koyo cabe, yang merupakan dukungan…

Menkeu Sri Mulyani dan Sekjen PBB Antonio Guiteres

Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:10 WIB

Jadi Pembicara di PBB, Menkeu Sri Mulyani Beberkan Cara Menghidupkan Kembali Ekonomi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pandemi Covid-19 yang telah merubah hidup banyak orang hingga membuat ekonomi global telah mengalami resesi atau potensi depresi.