Kian Agresif, Pegadaian Kembali Bersinergi Dengan 27 Perusahaan di Jawa Tengah

Oleh : Hariyanto | Kamis, 14 November 2019 - 07:37 WIB

Pegadaian Bersinergi Dengan 27 Perusahaan di Jateng
Pegadaian Bersinergi Dengan 27 Perusahaan di Jateng

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menjelang akhir tahun, PT Pegadaian (Persero) kian agresif melebarkan sayap bisnisnya ke berbagai perusahaan di tanah air. Betapa tidak, setelah PT Pegadaian berhasil menjalin sinergi dengan 144 perusahaan yang terdiri dari 60 BUMN, 4 BUMD, 56 Swasta, 9 Asosiasi, dan 15 Instansi, kini Pegadaian berkesempatan menjalin sinergi dengan 27 perusahaan dan 13 instansi pendidikan yang tersebar di Jawa Tengah.

Hal tersebut, ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dalam pemanfaatan produk dan layanan Perseroan. Direktur Utama Kuswiyoto mengatakan, kerja sama ini merupakan pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran dengan kompetensi, fasilitas serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan.

"Pegadaian yang sudah menginjak usia ke 118 tahun ini, telah berhasil melakukan kolaborasi dengan 184 perusahaan yang terdiri dari BUMN, BUMD, Swasta, Asosiasi, dan Instansi di Indonesia. Adanya penandatanganan kerja sama ini dapat mengoptimalkan distribusi bagi semua pihak, sehingga dapat saling menguntungkan satu sama lain," kata Kuswiyoto di Pesonna Hotel, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/11/2019).

Kuswiyoto menjelaskan pada kerja sama ini, produk syariah yang dimiliki Pegadaian akan ditawarkan, yaitu Arrum, Amanah, Rahn, dan Mulia. Tercatat Hingga Juli 2019 Arrum realisasi Rp1.418 miliar dari target Rp1.067 miliar, Amanah realisasi Rp2.217 miliar dari target Rp1.943, Mulia realisasi Rp347 miliar dari target Rp509 miliar, dan Rahn realisasi Rp4.588 miliar dari target Rp4.503 miliar.

Perusahaan dan instansi yang menjalin kerja sama dengan Pegadaian yaitu PTPN IX (Persero), Perum BULOG Jateng, Perum BULOG Yogyakarta, PT KAI (Persero), PT PNM (Persero) Semarang, PT Telkom Regional IV Jawa Tengah dan DIY Yogyakarta, Danar Hadi Group, PT Batik Semar Solo, Sidoagung Group, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, RSUD K.R.MT Wongsonegoro, PT Manajemen CBT Nusantara, PT RedDoorz Indonesia Area Central Java, Mitsubishi Borobudur Oto Mobil Semarang + Nasmoco, PT. Gunanusa Eramandiri (JF Nut), Ayo Semarang, PT. Putera Griya Sentosa, PT Pan Brothers, PT. Samudra Perkasa Kharisma Sampokong, PT  Sentosa  (Sentosa  Stable),  Universitas  Gadjah  Mada,  Universitas  Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Muria Kudus, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Persatuan Guru Republik Indonesia Purwokerto, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Universitas Bina Sarana Informatika, IAIN Surakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Politeknik Harapan Bersama Tegal,Kadin Provinsi Jawa Tengah, Metta Media Group, BPN Kanwil DIY Yogyakarta, PMI Semarang, Koperasi Konsumen Insan OJK KR 3, dan Puskud Jawa Tengah.

"Penandatanganan kerja sama juga ini dilakukan untuk menciptakan bisnis yang saling menguntungkan antar perusahaan, serta meningkatkan bidang pendidikan, penelitian dan inklusi keuangan." tambah Kuswiyoto.

Kuswiyoto menambahkan, pemanfaatan dari kerja sama tersebut juga meliputi sumber daya, produk, layanan, dan pengembangan jaringan untuk jasa serta produk unggulan. Sehingga sumber daya yang dimiliki Pegadaian dapat dioptimalkan oleh semua pihak dan mewujudkan One Family, One Nation, and One Vision to Excellence.

"Penandatanganan kerja sama tersebut juga bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing- masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis usaha, sesuai bidang masing-masing BUMN tersebut," lanjut Kuswiyoto.

Tercatat Pegadaian memiliki 12.543 karyawan tetap dengan 15.655 karyawan outsourcing. Nasabah juga terhitung dari 12,6 juta jiwa. Sedangkan, Outstanding Loan tercatat menunjukkan peningkatan sebesar 17%, total aset sebesar 14% , dan laba bersih sebesar 19%.

Aset Pegadaian tercatat mencapai Rp 59 triliun, pendapatan usaha mencapai Rp 9,8 triliun dan laba bersih Rp 2,35 triliun. Bisnis Pegadaian yang direpresentasikan dari penyaluran uang pinjaman tumbuh 17,72 % dibandingkan periode sebelumnya (YoY), angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri pembiayaan pada periode yang sama, tumbuh sebesar 3,53% dari Rp 435,72 triliun menjadi Rp 451,11 triliun.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 PT Pegadaian (Persero)

Kamis, 09 Juli 2020 - 21:40 WIB

Pegadaian Terbitkan Obligasi Tahap II Senilai Rp1,5 Triliun

PT Pegadaian (persero) terbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap II Tahun 2020 (Obligasi Tahap II) senilai Rp1,5 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap II Tahun…

Tokio Marine Life Insurance Indonesia mengadakan acara webinar My Turning Point, My New Normal melalui platform Zoom, pada hari ini, Kamis 9 Juli 2020.

Kamis, 09 Juli 2020 - 21:25 WIB

Tokio Marine Life Insurance Indonesia Dorong Masyarakat Bersikap Positif dan Cermat Kelola Keuangan di Era New Normal

Jakarta 09/7/20 – Sejak pandemi COVID-19 merebak awal tahun ini, perlambatan ekonomi pun menjadi tak terelakkan. Sejumlah data yang dipaparkan oleh ekonom, menteri dan juga para pengusaha…

Serahterima KartaNU Cilegon (Doc: BNI Syariah)

Kamis, 09 Juli 2020 - 20:55 WIB

Hore...Kartu Anggota NU Cilegon Berwujud ATM BNI Syariah

BNI Syariah menandatangani kerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cilegon terkait penerbitan kartu debit co-branding kartu anggota NU (KARTANU) yang bisa digunakan sebagai…

MenkopUKM Teten Masduki saat mengunjungi Dapur Bersama GoFood, di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan

Kamis, 09 Juli 2020 - 19:35 WIB

MenkopUKM Apresiasi Dapur Bersama GoFood Fasilitasi UMKM Naik Kelas

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi dibukanya Layanan Dapur Bersama GoFood yang dianggap selaras dengan visi dan konsep Rumah Produksi Bersama yang digagas oleh KemenkopUKM.

Maria Pauline Lumowa Buronan Pembobol Bank BNI ditangkap Yasonna di Serbia

Kamis, 09 Juli 2020 - 19:18 WIB

17 tahun Buron, Maria Pauline Lumowa Bos PT Gramarindo Group Pembobol Bank BNI Rp1,7 Triliun di Tangkap Yasonna Cs di Serbia

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan kepergiannya ke Serbia khusus untuk menyelesaikan ekstradisi buronan pelaku pembobolan Bank BNI senilai Rp1,7 triliun yakni Maria Pauline Lumowa.…