INDUSTRY.co.id, Surabaya – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara berkesinambungan memprioritaskan berbagai program pembangunan infrastruktur di berbagai provinsi di tanah air. Hal tersebut terus dikembangkan Kementerian PUPR sejak  diterapkannya pola pengembangan infrastruktur yang berbasis Wilayah Pengembangan Strategis (WPS).
 
“Untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur di delapan provinsi yang terdapat di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat, Kementerian PUPR menggelar acara Pra-Konsultasi Regional (Konreg) di Surabaya, Jawa Timur, pada 14-16 Maret 2017,” ujar Rido Matari Ichwan, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, dalam di sela-sela acara pembukaan Pra-Konreg, Selasa (14/03/2017) malam.
 
Rido menjelaskan, Pra-Konreg adalah kegiatan yang dilakukan Kementerian PUPR untuk memperoleh program pembangunan infrastruktur prioritas untuk tahun anggaran 2018. Seluruh wilayah di Indonesia dikelompokkan menjadi 35 WPS yang di dalamnya terdapat berbagai kawasan pusat pertumbuhan.
 
Selanjutnya, demikian Rido, kawasan pusat pertumbuhan ini dianalisis dan dirumuskan dalam jangka panjang guna membentuk master plan untuk 10 tahun kedepan. Kemudian master plan tersebut dirinci menjadi development plan untuk menyusun rencana pembangunan lima tahunan, tiga tahunan hingga rencana pembangunan tahunan.
 
Pra-Konreg yang diresmikan pembukaannya secara langsung oleh Anita Firmati Eko Susetyowati, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai isu strategis di bidang PUPR pada 2018, mengidentifikasi rencana aksi pencapaian “output” atau pekerjaan strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
 
Di kesempatan yang sama, Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur, berterima kasih kepada Kementerian PUPR yang menggelar acara Pra-Konreg di Surabaya dan diharapkan dapat muncul berbagai hasil yang sesuai dengan harapan.
 
“Masalah infrastruktur kini menjadi isu yang sangat penting. Disamping tidak hanya terfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, isu penting tersebut juga harus diterapkan secara merata di seluruh wilayah di Indonesia,” papar Gus Ipul.
 
Pra-Konreg kali ini diikuti delapan provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan NTB yang masing-masing empat sektor utama di bidang PUPR seperti sumber daya air, jalan, infrastruktur permukiman dan perumahan serta Bappeda provinsi dan dinas terkait.***

Advertisement