INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perusahaan rintisan Bukalapak membenarkan kabar yang beredar soal pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, yang mereka sebut sebagai "penataan internal perusahaan".
Dimana dalam pernyataan resminya Bukalapak menyebutkan perlu menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa selayaknya a Grown Up Company terlebih untuk menjamin visi kami untuk terus tumbuh sebagai suistainable E-Conmerce untuk jangka yang panjang.
Pasca pernyataan resminya tersebut sontak menjadi sorotan utama bagi beberapa kalangan, terutama bagi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).
Ketua Umum idEA Ignatius Untung menilai hal yang dilakukan oleh Bukalapak untuk menata diri perusahaan merupakan hal yang wajar.
"Di tengah persaingan yang ketat, pergantian strategy merupakan sesuatu yg wajar," kata Untung di Jakarta, Selasa (10/9).
Mengenai prediksi kedepannya apakah akan ada Unicorn lainnya melakukan hal yang dilakukan Bukalapak, Untung menyatakan hal tersebut tak bisa diprediksi.
"Soal apakah akan ada Unicorn lainnya melakukan hal tersebut, tidak bisa diprediksi," ujarnya.
Sebagai Informasi, Bukalapak masuk ke kelompok startup unicorn di Indonesia, perusahaan yang dirintis oleh CEO Achmad Zaky dan kawan-kawannya ini sudah beroperasi selama sembilan tahun.
Berangkat sebagai e-commerce, Bukalapak menjelma menjadi perusahaan berstatus Unicorn. Perusahaan ini berbasis teknologi dan mengembangkan beragam layanan di platform mereka, termasuk layanan finansial dan investasi.
Selain kantor pusat di Jakarta, Bukalapak juga memiliki pusat riset di Bandung dan Surabaya.