INDUSTRY.co.id - Jakarta - Transformasi digital berbasis artificial intelligence (AI) kini menjadi fokus utama perusahaan di berbagai sektor. Namun, di tengah meningkatnya investasi AI, masih banyak organisasi yang beranggapan bahwa modernisasi teknologi harus diawali dengan mengganti sistem Enterprise Resource Planning (ERP) secara menyeluruh.
Pandangan tersebut dinilai tidak selalu tepat. Menurut Rimini Street, perusahaan justru dapat mempercepat implementasi AI dengan memanfaatkan sistem ERP yang sudah ada tanpa harus melakukan proyek penggantian besar-besaran atau rip and replace.
CEO Rimini Street, Seth Ravin, mengatakan AI seharusnya menjadi teknologi yang memperkuat sistem bisnis yang telah berjalan, bukan alasan untuk mengganti seluruh fondasi operasional perusahaan.
"AI memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memperluas kemampuan sistem yang sudah ada, bukan selalu menggantikannya," ujar Seth Ravin.
Menurutnya, sistem ERP modern telah berkembang selama puluhan tahun dan menjadi tulang punggung berbagai proses bisnis, mulai dari keuangan, rantai pasok, pengadaan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat mengintegrasikan AI, otomatisasi, analitik data, hingga teknologi baru lainnya tanpa harus mengorbankan stabilitas operasional maupun menghadapi risiko implementasi yang tinggi.
Rimini Street menilai AI berperan sebagai pelengkap yang mampu meningkatkan kemampuan sistem enterprise yang telah dimiliki perusahaan.
Teknologi ini dapat membantu mengotomatisasi proses bisnis, mempercepat analisis data, menghasilkan wawasan yang lebih akurat, serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Dengan demikian, perusahaan bisa memperoleh manfaat AI tanpa harus membangun ulang seluruh infrastruktur teknologi.

"Teknologi akan memberikan dampak terbesar ketika digunakan untuk memperkuat proses bisnis yang sudah berjalan baik," kata Seth.
Strategi tersebut memungkinkan organisasi mengadopsi AI dengan lebih cepat, sekaligus menjaga kelangsungan operasional bisnis. Selain itu, biaya implementasi, risiko, dan kompleksitas proyek juga dapat ditekan secara signifikan.
Seiring pesatnya perkembangan AI, perusahaan kini semakin selektif dalam menentukan investasi teknologi. Fokus utama bukan lagi sekadar mengadopsi teknologi terbaru, melainkan memastikan setiap investasi mampu memberikan manfaat nyata bagi bisnis.
Pendekatan yang semakin banyak dipilih adalah mengoptimalkan investasi teknologi yang telah dimiliki. Selama sistem inti masih mampu mendukung kebutuhan operasional, organisasi dapat menambahkan berbagai kemampuan baru seperti AI, otomatisasi, analitik data, maupun peningkatan keamanan siber tanpa harus mengganti sistem secara keseluruhan.
Strategi ini dinilai memberi fleksibilitas lebih besar dalam mengalokasikan anggaran untuk berbagai inisiatif yang mendorong pertumbuhan bisnis, seperti pengembangan produk, peningkatan layanan, hingga pengalaman pelanggan.
"Perusahaan perlu memastikan setiap investasi teknologi memberikan manfaat yang nyata bagi bisnis. Dengan pendekatan yang tepat, organisasi dapat terus berinovasi sekaligus mengoptimalkan investasi yang sudah dimiliki," ujar Seth.
Rimini Street melihat Indonesia sedang memasuki momentum penting dalam transformasi digital, didukung berbagai inisiatif pemerintah untuk mempercepat adopsi AI dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Tren serupa juga terjadi di kawasan Asia Tenggara. Semakin banyak perusahaan memanfaatkan AI, cloud, dan otomatisasi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing di tengah kompetisi global.
Alih-alih mengganti sistem yang masih berjalan baik, banyak organisasi kini memilih membangun inovasi di atas fondasi teknologi yang telah dimiliki. Pendekatan tersebut memungkinkan implementasi AI berlangsung lebih cepat, lebih efisien, dan memiliki risiko yang lebih rendah.
Melihat besarnya potensi kawasan Asia Pasifik, Rimini Street juga berencana memperluas investasinya melalui perekrutan lebih dari 1.000 engineer di Kuala Lumpur guna memperkuat layanan bagi pelanggan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
"AI memberikan peluang besar bagi dunia usaha untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat inovasi. Perusahaan yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat akan memiliki posisi yang lebih kuat untuk tumbuh dan bersaing di masa depan," tutup Seth Ravin.