INDUSTRY.co.id - Jakarta, Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional memasuki babak baru. Pada Senin, 20 Juli 2026, pembangunan Peternakan Sapi Perah Terpadu Global Dairi Bersama di Jawa Tengah, resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (ground breaking) yang menjadi simbol dimulainya investasi besar di sektor persusuan nasional.
Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas 710 hektare tersebut berlokasi di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Dengan target kapasitas hingga 30.000 ekor sapi, peternakan ini dirancang menjadi fasilitas peternakan sapi perah terbesar di Indonesia
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir dalam acara ground breaking menilai proyek tersebut bukan sekadar pembangunan peternakan modern, tetapi bagian dari strategi besar pemerintah untuk mempercepat terwujudnya swasembada susu.
Menurutnya, Indonesia hanya membutuhkan sekitar 20 peternakan sapi perah modern dengan skala serupa untuk mengejar target tersebut.
"Insya Allah, Indonesia pasti bisa swasembada susu. Baru-baru ini Bapak Presiden mengeluarkan Inpres terkait pembatasan impor. Selama peternak mampu memproduksi susu, kami tidak akan impor," kata Amran.
Peternakan terpadu di Brebes itu ditargetkan mampu memproduksi sekitar 180 ribu ton susu segar setiap tahun atau setara hampir 20 persen dari produksi susu nasional saat ini.
Kehadirannya juga diproyeksikan melibatkan ribuan petani dan peternak dalam membangun rantai pasok industri susu yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Amran melihat besarnya kebutuhan susu dalam negeri sebagai peluang investasi yang menjanjikan. Karena itu, ia mengundang investor domestik maupun mancanegara untuk ikut mengembangkan industri persusuan Indonesia.
"Ini adalah potensi yang sangat besar. Kami meminta pelaku usaha lokal maupun investor dari luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia karena pasarnya sudah jelas," ujarnya.
Pemerintah, lanjut Amran, berkomitmen memberikan kemudahan bagi para investor, mulai dari proses perizinan hingga pendampingan administrasi.
"Yang terpenting di sini pemerintah akan mengawal dan mempermudah investasi. Kita harus berkolaborasi. Kalau butuh legalitas, staf Kementerian Pertanian siap membantu. Cukup melalui WhatsApp, insya Allah kami percepat," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Amran juga menyinggung pentingnya peningkatan konsumsi susu bagi generasi muda. Menurutnya, kebiasaan minum susu akan berkontribusi terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
"Kalau ingin anak-anak kita tumbuh tinggi, besar, sehat, bisa bermain sepak bola dan suatu hari merebut Piala Dunia, mereka harus minum susu," ucapnya yang disambut riuh tepuk tangan para pelajar yang hadir.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto yang turut hadir dalam acara ground breaking menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi mewujudkan investasi strategis tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi modal penting dalam memperkuat industri peternakan nasional.
"Apresiasi kami sampaikan kepada Pemerintah, Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Brebes, PT Global Dairi Bersama, Savoria Group, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama mewujudkan investasi strategis ini," kata Titiek.
Proyek peternakan sapi perah terpadu ini diharapkan menjadi salah satu pengungkit peningkatan produksi susu nasional sekaligus memperkuat kemitraan dengan peternak rakyat.
Pemerintah optimistis investasi serupa akan terus bertambah sehingga target swasembada susu dapat dicapai dalam beberapa tahun mendatang.