INDUSTRY.co.id - Jakarta, Musim kemarau kembali menjadi tantangan bagi sektor peternakan nasional. Menurunnya intensitas hujan tidak hanya memengaruhi ketersediaan air, tetapi juga mengurangi pasokan hijauan yang selama ini menjadi sumber pakan utama bagi ternak. 

Apabila kondisi ini tidak diantisipasi dengan baik, produktivitas ternak berisiko mengalami penurunan.

BMKG memprakirakan bahwa 60% wilayah Indonesia akan menghadapi curah hujan di bawah batas normal, dengan musim kemarau yang diperkirakan terjadi lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya di beberapa daerah.

Situasi tersebut mendorong perlunya langkah adaptif agar aktivitas peternakan tetap berjalan secara optimal.

Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah pengembangan bank pakan. 

Sistem ini berfungsi sebagai cadangan pakan yang dipersiapkan sebelum musim kemarau berlangsung sehingga kebutuhan ternak tetap dapat dipenuhi ketika hijauan mulai sulit diperoleh. 

Pakan disimpan dalam bentuk silase, hay, maupun pakan fermentasi yang mampu bertahan lebih lama dengan kualitas nutrisi yang tetap terjaga.

Di samping itu, pemanfaatan bahan pakan berbasis sumber daya lokal juga terus didorong. Limbah pertanian seperti jerami padi dan tebon jagung menjadi alternatif yang bernilai ekonomis sekaligus membantu meningkatkan efisiensi usaha peternakan. 

Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada hijauan segar, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

Peningkatan produksi silase secara konsisten oleh sejumlah unit pelaksana teknis telah menunjukkan hasil positif, salah satunya adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian yang berhasil melampaui target produksi hingga 100 ton dengan rata-rata pencapaian sekitar 20 ton setiap bulannya

Capaian tersebut mencerminkan pentingnya perencanaan jangka panjang dalam menjaga ketersediaan pakan, terutama ketika musim kemarau berlangsung.

Semakin banyak peternak kini mulai mengadopsi sistem bank pakan sebagai bagian dari strategi pengelolaan usaha. 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga produktivitas ternak, memperkuat ketahanan sektor peternakan terhadap perubahan iklim, serta mendukung keberlanjutan penyediaan pangan bagi masyarakat.