INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berpihak kepada peternak rakyat, terutama ketika harga telur ayam ras berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP). 

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama koperasi peternak, industri pakan, Satgas Pangan, BUMN, pelaku usaha, serta Badan Pangan Nasional (Bapanas) guna merumuskan langkah strategis menjaga stabilitas harga telur.

Dalam forum tersebut, pemerintah menyepakati sejumlah langkah penting, di antaranya menahan kenaikan harga pakan, memperluas penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mempercepat penyaluran jagung SPHP bagi peternak, serta memperketat pengawasan perdagangan telur agar tetap sesuai dengan harga acuan yang telah ditetapkan.

Mentan Amran menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang membeli telur di bawah harga acuan pemerintah.

"Pokoknya kalau selama itu di tanganku, itu pemerintah berpihak pada rakyat kecil, peternak kecil. Enggak ada itu urusan yang lain. Semua yang nakal-nakal, yang membeli di bawah Harga Acuan Pangan (HAP), kasih saya. Satgas sudah saya perintahkan, kasih namanya biar kita periksa," tegas Amran.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa Menteri Pertanian akan segera bersurat kepada Kepala Badan Pangan Nasional agar menerbitkan petunjuk teknis sehingga seluruh SPPG dapat menyerap telur sesuai Harga Acuan Pembelian pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram.

Selain itu, pemerintah juga akan mengusulkan penyerapan telur melalui skema Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk mendukung berbagai program, seperti bantuan sosial dan penanganan stunting.

"Kami di Kementerian Pertanian selalu mendorong minimal harga telur di tingkat peternak berada di angka Rp24.000 per kilogram, syukur-syukur mendekati harga acuan Rp26.500 per kilogram," ujar Agung.

Di sisi lain, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kabupaten Kendal, Suwardi, menyampaikan hasil kesepakatan yang memberikan kepastian bagi peternak terkait harga pakan dan bahan baku.

"Pertama, mulai hari ini tidak ada kenaikan harga pakan maupun konsentrat. Kedua, framing yang kemarin membuat kita panik terkait BKK maupun SBM sudah tidak ada lagi. Melalui koperasi, harganya tidak lebih dari Rp9.000," kata Suwardi.

Ia juga meluruskan informasi yang beredar mengenai harga bungkil kedelai (SBM) dari Berdikari.

"Harga loco di pelabuhan untuk SBM Berdikari Rp8.600. Jadi tidak benar kalau ada informasi Berdikari meminta fee Rp1.400 sehingga menjadi Rp9.500," jelasnya.

Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga telur di tingkat peternak dapat terjaga, biaya produksi lebih terkendali, serta kesejahteraan peternak rakyat semakin meningkat di tengah dinamika pasar.