Kiat Sukses Ussy Sulistiawaty Jalankan Bisnis Kuliner

Oleh : Andi Mardana | Minggu, 25 Agustus 2019 - 14:55 WIB

(IG/ussypratama)
(IG/ussypratama)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tahun 2019 sebanyak 15 juta pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk di bidang kuliner, kini sudah mulai bertransformasi ke ranah digital dengan rata-rata kenaikan omzet sekitar 80%.

Ussy Sulistiawaty selaku selebrita sekaligus pemilik usaha kuliner Bakoel Ussy mengatakan bahwa kuliner nusantara juga perlu memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran.

"Siapa bilang kuliner tradisional tidak bisa go digital? Meskipun restoran saya menjual aneka hidangan Nusantara, saya percaya bahwa promosi di platform digital saat ini tidak dapat terpisahkan dari strategi pemasaran yang saya jalankan," kata Ussy.

Dengan memanfaatkan platform digital kata Ussy, ia bisa berinteraksi langsung dengan pelanggan yang dapat membantu peningkatan penjualan usaha kulinernya.

"Selain lebih cepat dan efisien, saya juga dapat Iangsung berinteraksi dengan para pelanggan dan mendapatkan banyak masukan yang berharga untuk perkembangan usaha saya di masa mendatang," lanjut Ussy.

Meski tak pernah sekolah bisnis, istri Andhika Pratama bisa dibilang sukses mendirikan tiga restoran dengan sentuhan makanan tradisional. Sebut saja restoran Bakoel Ussy, Lurik Coffee & Kitchen, dan Yummieeh Ussy yang ia dirikan.

"Awalnya saya suka banget makan, dan hobi nyari tempat makan. Tapi bukan restoran luar negeri, melainkan restoran khas Indonesia. Di rumah juga saya suka masak buat keluarga, jadi saya memutuskan untuk membuka restoran," jelas Ussy.

Kecintaannya pada masakan Indonesia membuatnya semangat untuk mendirikan restoran dengan sentuhan sajian nusantara. Seperti Bakoel Ussy contohnya, ia menyuguhkan makanan khas Sunda yang digemari banyak orang.

Kemudian untuk Lurik Coffee & Kitchen, Ussy menggabungkan seluruh makanan dari beberapa daerah di Indonesia, dengan paduan Western. Lalu di Yummieeh Ussy, ia memperkenalkan mie gaya tradisional dengan mie gaya China.

"Awalnya punya usaha makeup, jadi tahu bahwa cara promosi paling benar itu lewat media sosial. Salah satunya lewat Instagram, caranya gampang banget, aku hanya perlu makan dan masak makanan yang aku jual, biar orang-orang tertarik untuk mencoba," jelasnya.

Selain itu, Ussy mengaku ia rutin mengunggah videonya tengah makan di restorannya sendiri, sambil memperkenalkan menu-menu makanannya lewat fitur IG TV di Instagram.

Ia juga bisa menjelaskan rasa dan tekstur dari makanan yang dia jual kepada followersnya, sehingga banyak orang untuk tertarik mampir ke restorannya dan mencoba makanannya.

"Dalam seminggu biasanya rutin share makan di tiga restoran ini lewat media sosial. Hasilnya sangat luar biasa," lanjut Ussy.

Ussy juga membagikan tipsnya untuk menjalankan bisnis kuliner yang sukses, dan disukai banyak orang.

"Kalau kita punya restoran, kita harus ada di restoran itu. Biarpun yang punya artis, tapi kita tidak harus jual nama. Banyak artis yang buka restoran, tapi rasa makanannya tidak diperhatikan melainkan hanya jual nama saja," imbuhnya.

"Makanya aku selalu bilang ke semua chef di restoranku, bahwa jangan karena ini restoran milik artis, mereka masaknya jadi asal-asalan," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Kamis, 23 Januari 2020 - 18:05 WIB

Fee Based Income BRI Tercatat Rp14,29 Triliun

Perseroan juga berhasil mengakselerasi Fee Based Income. Hingga akhir Desember 2019, perolehan FBI BRI tercatat Rp 14,29 Triliun atau tumbuh 20,1% yoy.

Bank Indonesia Nobatkan BRI Sebagai Bank Pendukung UMKM Terbaik

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:56 WIB

Dana Murah BRI Capai 57,71 Persen

Direktur Utama Bank BRI Sunarso menyatakan, pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga akhir tahun 2019, DPK BRI berhasil menembus angka di atas Rp 1.000 triliun yakni mencapai Rp 1.021,39 triliun…

S.D. Darmono (dok Jababeka)

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:48 WIB

Kawasan Industri dan Pertumbuhan 7 Persen

Dengan pasar yang besar, Indonesia masih akan menjadi daya tarik bagi investor asing untuk berinvestasi. Capaian 6-7 persen sebenarnya masih sangat mungkin. Hanya saja perlu adanya gebrakan.…

Penandatanganan perjanjian kerjasama teknologi digitalisasi bisnis pengendalian hama antara ASPPHAMI dan DATUM

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:40 WIB

ASPPHAMI - DATUM Teken Kerjasama Tingkatkan Teknologi Digitalisasi Bisnis Pengendalian Hama

Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) bersama perusahaan teknologi informasi dan komunikasi asal Malaysia, DATUM menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk meningkatkan…

Jaringan ATM BRI (Foto st)

Kamis, 23 Januari 2020 - 17:22 WIB

2019, BRI Bukukan Laba Rp 34,41 Triliun

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan kinerja positif dan diatas rata-rata industri perbankan nasional. Tercatat, di sepanjang tahun 2019 perseroan mencetak laba sebesar…