Cetak Duta Investasi dan Ibu Cerdas Keuangan

Oleh : Andi Mardana | Kamis, 22 Agustus 2019 - 19:47 WIB

Narada melakukan literasi keuangan terhadap anggota PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, yang terdiri dari anggota delapan TP PKK Kecamatan Se-Jakbar, dan 56 Ketua PKK Kelurahan Se-Jakbar.(Ist)
Narada melakukan literasi keuangan terhadap anggota PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, yang terdiri dari anggota delapan TP PKK Kecamatan Se-Jakbar, dan 56 Ketua PKK Kelurahan Se-Jakbar.(Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menurut survey nasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) 2016 tingkat literasi dan inklusi perempuan Indonesia hanya mencapai 22,5% dan 66,2%, lebih rendah dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi laki-laki di angka 33,2% dan 69,6%.

Sebelumnya, Anggota Dewan Komisioner Bidang Literasi dan Perlindungan OJK, Tirta Segara mengatakan bahwa literasi dan inklusi keuangan di kalangan perempuan harus terus ditingkatkan karena perempuan memiliki peran penting (critical economic players) sebagai pihak yang menentukan prioritas dan mengelola keuangan sekeluarga.

Untuk itu, salah satu perusahaan investasi terkemuka Indonesia, Narada Asset Management (NAM) bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Barat dan QM Financial mengadakan program literasi keuangan yang dikemas khusus untuk dan dari perspektif perempuan sebagai manager investasi keluarga.

Kelas tersebut dihadiri oleh 73 anggota PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, yang terdiri dari anggota delapan TP PKK Kecamatan Se-Jakbar, dan 56 Ketua PKK Kelurahan Se-Jakbar.

Kegiatan bertemakan “Pelatihan Ibu Cerdas Keuangan” yang diadakan di Gedung Arsip dan Perpustakaan Jakarta Barat tersebut bertujuan untuk menciptakan duta-duta investasi dan literasi keuangan sampai ketingkat RW.

"Harapannya, setelah kelas ini para peserta bias memperkenalkan dan menerapkan literasi keuangan modern di komunitas-komunitas setempat," kata N. Anie Puspitasari Chief Marketing Officer (CMO) Narada Asset Management di Jakarta baru-baru ini.

Pelatihan Ibu Cerdas Keuangan akan dilakukan dalam beberapa tahap kegiatan, yaitu literasi kepada para kader PKK di tingkat Kota hingga literasi ke 542 kader PKK di tingkat RW.

Pelatihan dimulai dari hari ini, 20 Agustus 2019 untuk para kader PKK di tingkat Kota dan pada tanggal 9 - 12 September 2019 untuk kader PKK di Tingkat RW.

Keberhasilan program akan dinilai dalam sebuah kompetisi dimana setiap kader PKK wajib menyebarkan materi tentang pengelolaan keuangan minimal satu kali ke paling sedikit ke 10 orang kemudian akan ditutup dengan Lomba Cerdas Cermat di akhir periode.

"Tujuan dari program literasi keuangan bersama ibu-ibu PKK adalah salah satu bentuk komitmen dan dukungan dari NAM untuk turut aktif dalam program literasi dan inklusi keuangan yang menjadi prioritas OJK, khususnya untuk para perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga dan critical economic players di lanskap ekonomi nasional," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan peranan perempuan begitu luar biasa dan beragam. Mulai dari manajer keuangan di keluarga, sebagai enterprenuer, hingga menjadi pemimpin di sebuah perusahaan.

"Semuanya harus diawali dari pengetahuan akan pengelolaan keuangan yang baik. Itulah alasan kami menginisiasi Pelatihan Ibu Cerdas Keuangan," ujar Anie.

Anie menambahkan bahwa program iniadalah program jangka panjang yang akan dilakukan secara berkesinambungan.

"Kita awali di Jakarta Barat, berikutnya kami berencana untuk mengadakan pelatihan serupa di wilayah Jakarta yang lain. Visi kami, road show pelatihan Ibu Cerdas Keuangan dari NAM ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan Indonesia," tambah Anie.

Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, Inad Luciawaty Rustam yang hadir dalam kegiatan tersebut menuturkan bahwa benar perempuan adalah manajer investasi di tingkat kelompok masyarakat terkecil, yakni keluarga sehingga peranannya amat penting untuk memastikan kesinambungan keuangan yang tentunya akan berdampak pada kesejahteraan keluarga.

"Kaum ibu-ibu sangat luar biasa. Pengelola keuangan andal keluarga mulai dari hal-hal yang paling sederhana seperti menu makanan dan budget belanja kepasar, literasi untuk anak-anak, mengatur cicilan-cicilan untuk keperluan rumah tangga, hingga investasi yang lebih besar," ujar Inad.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

SKYE Suites Sydney

Senin, 16 September 2019 - 13:40 WIB

SKYE Suite, Hotel Milik Pegusaha Kelahiran Indonesia Jadi Salah Satu yang Terbaik di Australia

SKYE Suites Sydney meraih posisi teratas sebagai Best Technology Hotel di HM Awards (Hotel Management Magazine) di Sydney pada Jumat malam waktu setempat.

Pengembangan Pariwisata Nias Didukung Multisektor

Senin, 16 September 2019 - 12:00 WIB

Pengembangan Pariwisata Nias Didukung Multisektor

Pengembangan pariwisata Nias di Sumatera Utara (Sumut) yang kaya dengan beragam potensi alam dan budaya mendapatkan dukungan banyak pihak atau multisektor.

Menteri PUPR Basuki dan para insinyur Muda

Senin, 16 September 2019 - 10:28 WIB

Menteri Basuki: Kolaborasi Insinyur Muda ASEAN Perlu Terus Ditingkatkan

Menteri Basuki berpesan untuk para insinyur muda ASEAN untuk dapat mempelajari lebih lanjut dan menerapkan konsep Lean Construction.

Tanaman kacang hijau

Senin, 16 September 2019 - 09:23 WIB

Kementan: Keuntungan Budidaya Kacang Hijau Menggiurkan

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai budidaya kacang hijau akhir-akhir ini memberikan keuntungan yang mengiurkan. Mengapa demikian? Karena kacang hijau produksi dalam negeri ternyata…

Gojek-Blibli Sepakat Tingkatkan Industri Pariwisata Melalui Platform Digital

Senin, 16 September 2019 - 09:00 WIB

Gojek-Blibli Sepakat Tingkatkan Industri Pariwisata Melalui Platform Digital

Dua perusahaan berbasis digital yakni PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Global Digital Niaga (Blibli.com) menyatakan dukungannya dalam pengembangan pariwisata melalui platform digital.