Kenapa Harga Bitcoin Selalu Fluktuasi? Inilah 7 Alasan Utamanya!

Oleh : Hariyanto | Selasa, 23 April 2024 - 13:56 WIB

Bitcoin
Bitcoin

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga Bitcoin dipasaran selalu mengalami perubahan. Kondisi naik dan turun harga Bitcoin ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi para investor untuk menganalisa setiap perubahan dan mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan trading Bitcoin.

Bahkan perubahan nilai aset ini dapat bergerak dalam hitungan detik, menit, jam, harian, bahkan mingguan. Sehingga wajib bagi kamu mengikuti berita kripto hari ini untuk memantau dan mengamati harga Bitcoin hari ini.

Namun, perubahan tidak selalu buruk. Karena itu, perubahan terkadang menciptakan peluang untuk keuntungan yang lebih tinggi. Dalam jangka panjang (lebih dari 4 tahun), perubahan harga Bitcoin telah menghasilkan pertumbuhan yang positif.

Volatilitas dan imbal hasil dapat dianalisis menggunakan rasio Sharpe yang mengukur pengembalian yang disesuaikan dengan risiko. Rasio Sharpe adalah hasil membagi pengembalian aset dengan risiko/volatilitasnya selama periode HODL empat tahun.

Rasio Sharpe Bitcoin secara konsisten lebih tinggi daripada kelas aset lainnya. Ini adalah salah satu metrik keuangan favorit investor Wall Street yang mendukung klien Bitcoin mereka. Dan kembali ke pertanyaan yang mengganggu setiap investor pemula, mengapa Bitcoin begitu fluktuatif?

Alasan Harga Bitcoin Fluktuatif?

Telah diketahui bahwa naik turun nilai Bitcoin banyak dipengaruhi oleh berbagai sebab. Dilansir dari berbagai sumber, maka ada 7 faktor yang menyebabkan pergerakan naik turun dari aset Bitcoin, diantaranya adalah:

1. Berita buruk mempengaruhi pergerakan pasar

Seperti disinggung di atas berita hari ini atau peristiwa yang menakut-nakuti pengguna Bitcoin termasuk peristiwa geopolitik dan klaim bahwa pemerintah dapat mempengaruhi Bitcoin. Informasi negative dari beberapa oknum tidak bertanggung jawab dapat memicu ketakutan di kalangan investor.

Contoh cerita Bitcoin negatif selama dekade terakhir terkait dengan berita kebangkrutan Mt. Gox pada awal 2014 dan Korea Selatan menutup Yapian Youbit. Berita lain yang mengejutkan para investor adalah penggunaan Bitcoin untuk menjual obat-obatan melalui Silk Road yang diakhiri dengan penutupan FBI pada Oktober 2013.

Faktanya, salah satu berita terbaru yang memecahkan Bitcoin adalah usulan pajak Bitcoin. Semua peristiwa ini menyebabkan kepanikan publik sehingga mempengaruhi nilai Bitcoin turun dengan cepat. Namun, investor pro-Bitcoin melihat peristiwa ini sebagai bukti bahwa pasar berkembang dan dapat mendorong nilai Bitcoin kembali dalam waktu dekat.

2. Investor jumbo di Exchange Bitcoin

Perubahan harga Bitcoin juga sangat dipengaruhi oleh mereka yang memegang sebagian besar total Bitcoin yang beredar. Untuk investor Bitcoin yang saat ini memiliki lebih dari 10 juta dolar AS, pasti dapat mengubah situasi dan pasti dapat menggerakan pasar.

Oleh karena itu, mereka disebut paus (investor raksasa) karena paus dapat membuat gelombang hanya dengan mengibaskan ekornya. Kamu dapat membaca bagaimana paus mengontrol harga Bitcoin pada beberapa pemberitaan.

Dalam hal ini, Bitcoin belum mampu mencapai tingkat penerimaan pangsa pasar yang diperlukan untuk memberikan nilai opsi bagi mereka yang memiliki jumlah dolar yang besar. Oleh karena itu, pergerakan para trader, sang raja aset kripto, harus benar-benar diwaspadai oleh para penggiat kripto.

3. Opini publik tentang Bitcoin

Informasi selalu membuat harga Bitcoin sensitive. Bukan hanya sebuah peristiwa saja, Bitcoin juga terpengaruh dengan opini publik. Bitcoin memiliki sifat yang membuatnya terlihat seperti emas. Ini dikendalikan oleh aturan pencipta yang membatasi produksi hanya 21 juta Bitcoin.

Karena itu, sifatnya sangat berbeda dengan fiat money yang dikontrol ketat oleh pemerintah. Uang Fiat digunakan untuk menjaga agar biaya tetap rendah, pekerjaan tetap tinggi, dan pertumbuhan melalui investasi dalam sumber daya keuangan.

4. Negara dengan inflasi tinggi

Kondisi ekonomi pada suatu negara juga bisa membuat harga Bitcoin fluktuatif. Ketika sebuah negara mengalami inflasi tinggi maka akan berdampak pada nilai tukar Bitcoin dan bagaimana kondisi ekonomi negara tersebut pada dollar AS.

Bitcoin lebih tidak stabil terhadap dolar AS daripada peso Argentina yang lebih tinggi. Namun, transfer Bitcoin yang hampir tanpa batas membuatnya menjadi alat pinjaman yang sangat baik untuk orang Argentina. Hal ini disebabkan tingginya biaya pinjaman dalam peso.

Demikian pula, peminjam di luar Argentina dapat memperoleh pengembalian yang lebih tinggi dengan program ini dibandingkan dengan instrumen utang lainnya. Misalnya, program pinjaman dalam mata uang negara mereka, yang dapat membuat mereka terpapar risiko eksposur ke pasar Argentina yang memiliki suku bunga tinggi.

5. Ketidakpastian nilai Bitcoin

Volatilitas Bitcoin juga sebagian besar disebabkan oleh konsep nilai yang berbeda dalam cryptocurrency sebagai penyimpan nilai dan metode transfer nilai. Penyimpan nilai adalah fungsi dari properti yang mungkin berguna di masa depan pada proyeksi tertentu.

Sedangkan proses transfer nilai adalah segala sesuatu atau konsep yang digunakan untuk memindahkan barang berupa harta kekayaan dari satu pihak ke pihak lain. Volatilitas harga Bitcoin saat ini menjadikannya penyimpan nilai yang tidak pasti, tetapi menjanjikan untuk memberikan nilai yang hampir tak terbatas.

Alhasil, nilai bitcoin bisa berubah tergantung berita kondisi ekonomi global dan opini yang terbentuk dalam masyarakat. hal ini hampir sama dengan faktor yang mempengaruhi uang fiat.

6. Masalah Keamanan Menyebabkan Fluktuasi Harga Bitcoin

Harga Bitcoin juga bisa terpengaruh oleh faktor keamanan apalagi ketika komunitas crypto dapat mengungkap atau menjebol kelemahan dari sistem keamanan Bitcoin. Oleh karena itu, pengembang Bitcoin harus mengungkapkan masalah keamanan kepada publik untuk mendapatkan solusi yang kuat. Dan tentu saja, untuk mencegah investor khawatir dan takut memperdagangkan Bitcoin.

7. Undang-undang perpajakan membuat harga Bitcoin berfluktuasi

Di Amerika Serikat, menurut Internal Revenue Service (IRS), Bitcoin dianggap berharga untuk keperluan pajak. Ini memiliki efek campuran pada perubahan harga Bitcoin. Sisi baiknya, setiap pernyataan menegaskan bahwa Bitcoin memiliki efek positif pada harga pasar keuangan.

Sebaliknya, keputusan IRS untuk menyebutnya aset setidaknya memiliki dua efek negatif. Yang pertama adalah menambah kerumitan bagi pengguna yang ingin menggunakannya sebagai metode pembayaran. Di bawah undang-undang perpajakan yang baru, karyawan harus mencatat nilai pasar uang selama setiap transaksi, sekecil apa pun.

Kedua, keputusan untuk menyebut uang sebagai kelas aset untuk tujuan pajak mungkin merupakan sinyal bagi beberapa pelaku pasar bahwa IRS sedang bersiap untuk memberlakukan aturan yang lebih keras di masa depan.

Peraturan keuangan yang ketat dapat memperlambat laju adopsi mata uang ke titik di mana mata uang tersebut tidak dapat mencapai tingkat adopsi yang diperlukan untuk keuntungan keseluruhannya bagi masyarakat.

Itulah beberapa faktor kenapa mata uang Bitcoin selalu mengalami fluktuatif. Meski demikian pergerakan demikian juga menciptakan resiko kerugian dan keuntungan yang besar. Sehingga banyak generasi muda yang terpicu untuk melakukan trading Bitcoin.

Mereka yang memiliki wawasan luas dan mampu menganalisa pasar tentu lebih berpeluang mendapatkan keuntungan dibandingkan mereka yang tak mampu membaca grafik pasar.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Inovasi Pharmacademy dari Sanofi berdayakan apoteker lewat platform PharmAcademy.

Sabtu, 25 Mei 2024 - 21:42 WIB

Setahun Pharmacademy, Kuatkan Kompetensi 2.750 Apoteker di Indonesia

Inovasi Pharmacademy dari Sanofi hadirkan platform PharmAcademy yang telah menguatkan Kompetensi 2.750 Apoteker di Indonesia.

BNI Agen46

Sabtu, 25 Mei 2024 - 21:38 WIB

BNI Agen46 Bidik Seratus Ribu Pengunjung Java Jazz Festival

BNI Agen46, mitra PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang menyediakan berbagai layanan jasa keuangan, memeriahkan Jakarta International BNI Java Jazz Festival (BNI JJF) 2024 yang…

UMKM yang mengikuti PackFest 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:40 WIB

PackFest 2024 Kembali Hadir, Telkom Ajak UMKM Naik Kelas Melalui Kemasan Yang Kekinian

Telkom Indonesia melalui Rumah BUMN Telkom kembali mengajak para pelaku UMKM di seluruh Indonesia untuk naik kelas melalui Program Packaging Festival (PackFest) 2024. PackFest merupakan program…

Festival Java jazz

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:31 WIB

Musisi Apresiasi BNI Java Jazz Festival

Pelaksanaan BNI Java Jazz Festival 2024 mendapatkan apresiasi dari kalangan musisi. Salah satunya datang dari Barry Likumahuwa yang juga menjadi salah satu musisi yang tampil dalam gelaran tahunan…

Ilustrasi Mobile Banking BNI

Sabtu, 25 Mei 2024 - 15:01 WIB

Pengunjung Java Jazz Festival Didorong Gunakan M-Banking BNI

BNI Java Jazz Festival 2024 kembali hadir memanjakan telinga dengan alunan musik merdu dari musisi ternama dunia. Festival yang berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 24 hingga 26 Mei 2024…