LPDB-KUMKM Permudah Akses Pembiayaan

Oleh : Herry Barus | Selasa, 20 Agustus 2019 - 09:00 WIB

LPDB-KUMKM Permudah Akses Pembiayaan(Foto Dok Industry.co.id)
LPDB-KUMKM Permudah Akses Pembiayaan(Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Bandar Lampung - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM terus melakukan perbaikan secara internal agar dapat memberikan layanan lebih baik. Segala kendala  dihilangkan dan mempermudah KUMKM untuk mengakses pembiayaan melalui LPDB. 

"Saat ini LPDB sedang melakukan revitalisasi. Kesulitan-kesulitan mengajukan pinjaman di masa lalu dihilangkan. Kita punya komitmen memperbaiki diri," kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan dalam "Sosialisasi dan Bimtek Dana Bergulir" yang digelar LPDB-KUMKM, Senin (19/8) di Bandar Lampung.

Perbaikan yang dilakukan, antara lain menyangkut prosedur pengajuan pinjaman dari sebelumnya durasi waktu yang tidak jelas, sekarang maksimal 21 hari.

Untuk menjangkau pelaku KUMKM yang tersebar di daerah, LPDB menjalin kerja sama dengan Dekopin wilayah, Dinas Koperasi dan UKM, BPR, lembaga penjaminan pinjaman, BPD dan lainnya.  Ini untuk mengatasi keterbatasan tidak adanya institusi LPDB di daerah.

Rully menegaskan visi ke depan adalah memberi kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku KUMKM. Hal itu mengingat permodalan merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi KUMKM. 

Di satu sisi, penyaluran kredit perbankan ke KUMKM terbatas, baru 19 persen dari total kredit perbankan.

Jumlah itu sama dengan 12 persen dari total pelaku UMKM.

"Perbankan tidak bisa disalahkan karena mereka harus bankable. Karena itu, pemerintah menyediakan skema pembiayaan murah untuk menjangkau pelaku KUMKM yang lebih luas," katanya.

Rully menambahkan penyaluran dana bergulir lewat koperasi sangat penting. Koperasi selanjutnya akan menyalurkan pembiayaan tersebut ke anggotanya dengan bunga pinjaman yang terjangkau.  Karena itu, ia mengharapkan Dekopin wilayah mempersiapkan koperasi di daerah yang benar-benar sehat.

"Tidak bisa lagi seperti di masa lalu, koperasi yang hanya ingin mencari bantuan atau mencari fasilitas.

Koperasi yang mendapat pembiayaan dari LPDB harus koperasi yang sehat," tegas Rully.

Paradigma Baru

Direktur Bisnis LPDB-KUMKM Krisdianto mengatakan pihaknya melakukan berbagai pembenahan layanan. Ada paradigma baru dalam memberikan layanan, yakni bersifat inklusif dan berbasis teknologi. Inklusif adalah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk menjangkau pelaku KUMKM seluas-luasnya. Berbasis teknologi artinya membuat akses layanan berbasis teknologi dengan sistem Fintech.

Krisdianto menegaskan dalam SOP baru, pengajuan pinjaman LPDB tidak ada "biaya lain-lain",  bahkan penunjukan notaris diserahkan kepada calon debitur.

"Sehingga tidak ada lagi istilah biaya notaris kemahalan. Pelaku usaha sendiri yang menunjuk notaris dan menyepakati biayanya," katanya.

Bahkan, dalam Permenkop baru yang akan diterbitkan rencananya pengajuan kredit bisa tanpa badan hukum. Hal ini untuk mempermudah para usaha mikro dan kecil mengakses pinjaman.

Terkait koperasi, ia menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan ke koperasi namun persyaratan tetap harus dipenuhi.

Diakuinya pengajuan dari koperasi kadang tertolak karena syarat seperti melakukan Rapat Anggota Tahunan secara rutin tidak diterpenuhi.

LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir kepada pelaku kelompok usaha produktif yang terbagi atas: kelompok Nawa Cita, yakni sektor pertanian, perikanan dan perkebunan dengan tingkat bunga 4,5 persen efektif.

Kelompok sektor riil dengan bunga 5 persen, kelompok simpan pinjam dengan bunga 7 persen dan kelompok syariah dengan bagi hasil 60:40.

Pada 2018, LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir Rp1,2 triliun. Pada 2019, target penyaluran Rp 1,5 triliun, dengan perincian Rp 525 miliar (syariah) dan Rp 975 miliar

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Budi Hartanto.Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis SUCOFINDO

Sabtu, 16 November 2019 - 06:00 WIB

SUCOFINDO Raih Penghargaan Annual Report Award

PT SUCOFINDO (Persero), meraih penghargaan di ajang Annual Report Award 2018 untuk kategori BUMN Non Keuangan Non Listed Peringkat ke-3 yang diserahkan oleh Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga…

Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto,

Sabtu, 16 November 2019 - 05:00 WIB

Panglima TNI Jadi Juri Lomba Memasak Nasi Goreng

Ada hal unik dan menarik pada pelaksanaan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture Tahun 2019 yaitu “Lomba Memasak Nasi Goreng” yang diikuti oleh para Atase Pertahanan dan…

Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT Ke 74 Korps Marinir

Sabtu, 16 November 2019 - 04:00 WIB

Atraksi Terjun Payung Meriahkan HUT Ke 74 Korps Marinir

Atraksi terjun payung free fall memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Korps Marinir tahun 2019 di lapangan apel Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Jumat (15/11/2019).

Lintasarta meraih penghargaan Frost & Sullivan: Asia Pacific Best Practices Award 2019

Jumat, 15 November 2019 - 21:01 WIB

Lintasarta Sabet Penghargaan Internasional Cloud Infrastructure Services Provider of The Year

Singapura: Lintasarta meraih penghargaan Frost & Sullivan: Asia Pacific Best Practices Award 2019 untuk kategori “Indonesia Cloud Infrastructure Services Provider of the Year”. Penganugerahan…

Founder & CEO PT Kuliner Anak Indonesia, Gunawan dan Business Development Director Ayam Legit, Indra Putranto (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Jumat, 15 November 2019 - 20:38 WIB

Bisnis Kuliner Kian Melejit, KAI Hadir Dengan Brand Baru Ayam Legit

Bisnis food and baverage kian melejit di era yang serba digital ini. Apalagi dibantu dengan adanya sinergi antara pemilik restoran dan penyedia layanan food delivery dari transportasi online.…