INDUSTRY.co.id - Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luapan sungai Ciliwung merendam kawasan permukiman di bantaran sungai di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur dengan total 24 RW di delapan kelurahan dan tujuh kecamatan, Rabu (8/4/2017)
"Semalam sungai Ciliwung naik hingga Siaga 3 di Katulampa Bogor. Akibatnya banjir merendam permukiman di bantaran sungai," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan jumlah rumah terendam itu merujuk pada laporan sementara dari Pusdalops BPBD DKI Jakarta hingga Rabu pukul 07.00 WIB.
Permukiman di bantaran sungai di Jakarta, kata dia, sangat rentan terendam banjir terlebih ketika hujan cukup deras sehingga menyebabkan debit sungai meningkat.
Saat sungai naik Siaga 3 saja, lanjut dia, banyak wilayah yang terendam banjir. Siaga 3 artinya tinggi muka air sungai naik melebihi batas normal.
Menurut dia, level Siaga 1 yang levelnya di atas Siaga 3 sejatinya belum membahayakan bagi masyarakat karena dampaknya bantaran sungai sekadar terlimpas air. Tapi faktanya saat sungai naik level Siaga 3 saja permukiman terendam banjir.
Daerah yang terendam banjir saat ini, kata Sutopo, di antaraya sebagai berikut, Jakarta Selatan: Kecamatan Cilandak Kelurahan Pondok Labu, RW 01, RT 012, ketinggian air 30 cm RW 03, RT 09, 10, 11, 12 ketinggian air 10-30 cm RW 07, RT 06, 07 ketinggian air 10-40 cm RW 10, RT 01, 02 Ketinggian air 30-40 cm Penyebab curah hujan tinggi serta luapan kali Grogol dan Krukut Pengungsi nihil, air mulai masuk pukul 21.00 WIB Kecamatan Tebet Kelurahan Bukit Duri RW 10, RT 11, 12, 15, ketinggian 10-30 cm RW 11, RT 03, 04, 05, ketinggian 10-30 cm RW 12, RT 01, 02, 03, 04 ketinggian air 20-40 cm Penyebab luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3 Pengungsi nihil, air mulai masuk pukul 04.00 WIB Kecamatan Pancoran Kelurahan Pengadegan RW 01, RT 08, ketinggian air 10-30 cm Penyebab curah hujan tinggi dan luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3 Pengungsi nihil Air masuk mulai pukul 01.00 WIB Kecamatan Pasar Minggu Kelurahan Pejaten Timur RW 05 RT 05, ketinggian air 110 cm, terdampak 20 KK RW 06 RT 11, ketinggian 110 cm, terdampak 25 KK, 40 jiwa RT 12, ketinggian 60 cm, terdampak 20 KK, 55 jiwa RW 07 RT 016, ketinggian 40 cm, terdampak 7 KK, 15 jiwa RT 017, ketinggian 80 cm, terdampak 10 KK, 30 jiwa RW 08 RT 005, ketinggian 150 cm, terdampak 15 KK, 40 jiwa RT 008, ketinggian 30 cm, terdampak 5 KK, 15 jiwa RW 10 RT 012, ketinggian 30 cm, terdampak 3 KK, 7 jiwa Jakarta Timur: Kecamatan Makassar Kelurahan Cipinang Melayu RW 03, ketinggian 10-30 cm RW 04, ketinggian 20 cm RW 07, ketinggian 40-70 cm Penyebabnya luapan Kali Sunter dan Cipinang dampak kenaikan Ciliwung Pengungsi nihil Air mulai masuk pukul 19.30 WIB Kecamatan Jati Kelurahan Cawang RW 05, RT 09, 011, ketinggian air 30-100 cm Penyebab: luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3 Pengungsi nihil Air masuk mulai pukul 20.00 WIB Kelurahan Cililitan RW 06, RT 01, 03, 04, ketinggian 40-100 RW 07, RT 06, 07, 08, 09, ketinggian 30-100 cm RW 16, RT 08, ketinggian 30 cm Penyebab luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3 Pengungsi nihil Air mulai masuk pukul 02.00 WIB Kecamatan Jatinegara Kelurahan Kampung Melayu RW 04, RT 12, 13, ketinggian air 40-80 cm RW 05, RT 10, 11, Ketinggian air 40-80 cm RW 07, RT 01, 02, 03, 04, 05, 016, ketinggian air 20-40 cm RW 08, RT 06, 10, 12, 13, 14, 15, ketinggian air 20-40 cm Penyebab luapan kali Ciliwung dampak dari Katulampa dan Depok Siaga 3. Pengungsi nihil. Air masuk mulai pukul 05.00 WIB Sutopo mengatakan total terdampak dua wilayah kota, tujuh kecamatan, delapan kelurahan dan 24 RW.