INDUSTRY.co.id - Bogor - Toyota Indonesia resmi membuka kompetisi lingkungan Toyota Eco Youth (TEY) ke-14 yang mengajak pelajar SMA dan sederajat di seluruh Indonesia menjadi pelopor dekarbonisasi melalui inovasi berbasis kearifan lokal, sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060.
Program yang diluncurkan di Valley Market, Bogor, Kamis (6/8), mengusung tema "Decarbonization, Lead The Change, Together for Earth" dengan tagline EcoPioneer, yang menempatkan generasi muda sebagai penggerak perubahan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), I Nyoman Winaya mengatakan, emisi karbon merupakan tantangan bersama yang memerlukan solusi dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar.
"Emisi karbon adalah tantangan bersama yang tidak mengenal batas wilayah. Oleh karena itu, solusi untuk menguranginya dapat berawal dari persoalan lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Melalui Toyota Eco Youth, kami berharap lahir lebih banyak inovasi berbasis kearifan lokal yang memberikan dampak tidak hanya bagi lingkungan sekitar, tetapi juga hingga ke skala yang lebih luas," ujar Nyoman.
Toyota Eco Youth merupakan program tanggung jawab sosial Toyota Indonesia yang diselenggarakan oleh TMMIN bersama PT Toyota-Astra Motor (TAM) dalam bentuk kompetisi inovasi proyek lingkungan hidup bagi pelajar SMA dan sederajat di seluruh Indonesia.
Dalam program tersebut, peserta mengajukan proposal inovasi lingkungan yang kemudian diseleksi oleh dewan juri. Proposal terbaik akan mendapatkan pendampingan hingga tahap implementasi agar dapat berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.
Sejak pertama kali digelar pada 2005, TEY telah berkembang dari gerakan pelestarian lingkungan di sekolah menjadi wadah lahirnya berbagai inovasi yang menjawab persoalan lingkungan, seperti pengelolaan sampah, pemanfaatan energi, konservasi air, hingga pengurangan emisi.
Toyota Indonesia juga membangun Eco Gallery di sejumlah sekolah sebagai sarana pembelajaran lingkungan yang berkelanjutan.
Peluncuran TEY ke-14 turut menghadirkan Ni Kadek Karina Dewi dan Putu Darma Yasa, peraih Juara I TEY ke-12 dari SMA Negeri Bali Mandara. Melalui inovasi Bioghum, bio-briket berbahan limbah sorgum, keduanya berhasil mengembangkan solusi lingkungan berbasis potensi lokal yang mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Selain itu, kreator konten sekaligus pegiat lingkungan Jerhemy Owen hadir untuk berbagi pengalaman mengenai pentingnya mengemas isu lingkungan dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda agar semakin banyak anak muda terdorong menjadi bagian dari solusi.
Setelah peluncuran, peserta TEY ke-14 akan mengikuti rangkaian sosialisasi di berbagai kota, pengumpulan dan seleksi proposal, pemilihan 25 proposal terbaik, pendampingan implementasi proyek, sesi mentoring, kunjungan lapangan, hingga presentasi final dan penganugerahan.
Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Jap Ernando Demily mengatakan, generasi muda memiliki kreativitas dan keberanian yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan lingkungan.
"Melalui Toyota Eco Youth, kami ingin mendorong para pelajar agar tidak hanya memahami pentingnya dekarbonisasi, tetapi juga mampu menerjemahkan persoalan di sekitar mereka menjadi inovasi yang relevan dan dapat diterapkan. Kami berharap para EcoPioneer dapat menjadi penggerak perubahan yang menginspirasi sekolah, keluarga, dan masyarakat," katanya.
Hingga penyelenggaraan TEY ke-14, program tersebut telah melibatkan 2.033 sekolah dari 34 provinsi, menghasilkan 9.972 proposal inovasi lingkungan, mengimplementasikan 232 proyek lingkungan, serta menghadirkan 32 Eco Gallery sebagai ruang edukasi lingkungan di sekolah-sekolah peserta.
Berbagai inovasi yang dihasilkan peserta TEY berfokus pada isu-isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pengelolaan sampah, pemanfaatan energi, konservasi air, hingga pengurangan emisi, yang menunjukkan semakin tingginya kepedulian generasi muda terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.