INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Naganaya Indonesia Internasional bersama Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) resmi menggelar Soft Launching National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 di Ballroom Aroem, Gambir, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Acara ini menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju penyelenggaraan NCC 2026, konferensi keamanan siber tahunan yang memasuki edisi kelima dan akan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Mengusung tema "Securing Trust and Resilience in the Age of AI-Driven Digital Transformation", NCC 2026 dihadirkan sebagai forum strategis yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, asosiasi, serta penyedia solusi keamanan siber guna memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi tantangan keamanan digital di tengah pesatnya transformasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Penyelenggaraan NCC 2026 didukung oleh APTIKNAS, GP Ansor, dan BUMA sebagai hosted by, Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII) sebagai co-host, serta Kementerian Ekonomi Kreatif (EKRAF) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai supporting government.
Soft launching kali ini juga menghadirkan talk show bertajuk "National Cybersecurity Connect 2026 Preview: Bringing the Cybersecurity Ecosystem Together" yang dipandu oleh News Anchor & Producer Kompas TV Audrey Chandra. Diskusi menghadirkan pembicara dari EmbedIT, Zentara, kalangan perbankan, dan Naganaya Indonesia untuk membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem keamanan siber nasional.
Deputy for Government Cyber Security & Crypto & Human Resource Development BSSN RI, Dr. Sulistyo, mengatakan ancaman siber kini berkembang semakin kompleks seiring meningkatnya adopsi teknologi berbasis AI.
"Ancaman siber saat ini berkembang jauh lebih kompleks seiring masifnya adopsi teknologi berbasis AI. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membangun ekosistem keamanan siber nasional yang tangguh dan tepercaya. Kami menyambut baik inisiatif National Cybersecurity Connect sebagai wadah strategis untuk memperkuat sinergi tersebut," ujarnya.
Senada, Deputy for Digital & Technology Creativity Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Muhammad Neil El Himam, menilai keamanan siber menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan ekonomi kreatif digital Indonesia.
"Keamanan siber merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan ekonomi kreatif digital Indonesia. Melalui National Cybersecurity Connect 2026, kami berharap tercipta kolaborasi yang lebih erat antara pelaku ekonomi kreatif, industri teknologi, dan pemangku kepentingan lain dalam membangun ekosistem digital yang aman dan berdaya saing," katanya.
Sementara itu, President Director Naganaya Indonesia, Aditya Adiguna, menegaskan NCC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menghasilkan kolaborasi nyata bagi penguatan ketahanan siber nasional.
"NCC 2026 adalah wujud komitmen kami untuk terus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas keamanan siber di Indonesia. Memasuki edisi ke-5, kami ingin NCC tidak hanya menjadi ajang berbagi wawasan, tetapi juga platform bisnis yang menghasilkan kolaborasi nyata bagi penguatan ketahanan siber nasional," ujar Aditya.
Rangkaian soft launching turut diisi dengan laporan kegiatan oleh Aditya Adiguna, keynote speech dari Chairman APTIKNAS Soegiharto Santoso, Deputy Secretary General for Technology Transformation and Digitalization Central Board GP Ansor Wahyudi Djafar, serta Muhammad Neil El Himam. Acara juga dibuka oleh Deputy BSSN RI Slamet Aji Pamungkas.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan asosiasi, pelaku industri teknologi dan keamanan siber, akademisi, serta media sebagai bagian dari upaya membangun momentum menuju penyelenggaraan NCC 2026 pada Oktober mendatang.
National Cybersecurity Connect (NCC) 2026 akan menghadirkan konferensi, diskusi panel, dan pameran teknologi keamanan siber yang lebih luas untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan digital di era AI. Bersamaan dengan pelaksanaan soft launching, panitia juga telah membuka pendaftaran pengunjung bagi masyarakat, pelaku industri, dan pemangku kepentingan yang ingin menghadiri ajang tersebut.