Alasan Kemanusiaan, Aldila Warganda SH Jadi Penjamin Kepulangan TKW Ratih Dari Dubai

Oleh : Amazon Dalimunthe | Selasa, 21 Mei 2019 - 09:27 WIB

Aldila Warganda SH (kiri) dan Rheno Halomoan Setjo SH yang menjadi penjamin kepulangan Ratih (kerudung). TKW yang dua tahun terlantar di Dubai.
Aldila Warganda SH (kiri) dan Rheno Halomoan Setjo SH yang menjadi penjamin kepulangan Ratih (kerudung). TKW yang dua tahun terlantar di Dubai.

INDUSTRY.co.id - JAKARTA—Aldila Warganda SH dari Kantor Pengacara Satria Tarigan & Aldila Warganda Legal Consultan menjadi penjamin kepulangan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Ratih yang sudah dua tahun terlunta lunta di Dubai, Abu Dhabi. Alasan utama yang dikemukakan oleh Aldila adalah persoalan kemanusiaan dan kebetulan Kantor Legal dimana ia berada, memiliki kemampuan untuk mengurus kepulangan Ratih dari Dubai.

Ratih sendiri adalah TKW  yang berasal dari sebuah desa di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten yang sudah dua tahun lari dari majikannya di Dubai akibat tidak pernah menerima gaji selama bekerja. Karena lari dari majikannya, semua dokumen Ratih sebagai TKW termasuk paspor tertinggal hingga ia kesulitan untuk pulang ke tanah air dan selama dua tahun terlunta lunta tanpa perlindungan di negeri orang.

“Tidak ada pertimbangan lain selain kemanusiaan,” tegas Aldila Warganda SH ketika ditemui Senin (20/5) malam di Kantornya yang terletak di kawasan Grand Wijaya, Jakarta Selatan. “Yang pasti memang jalannya cukup berliku untuk bisa memulangkan Ratih. Untung saja lawyer muda kami yang bernama Rheno cukup gigih untuk mengurusnya hingga Ratih bisa mendarat kembali di tanah air pada Jumat (17/5) malam, “kata Aldila.

Bertemunya mereka dengan Kasus Aldila sebagai TKW yang terlantar di Dubai pun cukup unik. “Saat kami sedang mengadakan kegiatan sosial di daerah banten akibat bencana Tsunami beberapa waktu, kami bertemu dengan seorang laki laki yang anaknya tewas  jadi korban. Ketika kami Tanya kemana ibunya, dikatakan jadi TKW di Dubai dan sudah dua tahun tidak bisa pulang karena tidak ada dokumen dan juga biaya. Jadilah kami bertemu kasus Ratih ini,” beber Aldila.

Menurut Aldila, kantor legal dimana ia bernaung memberikan dukungan penuh saat ia mengajukan untuk jadi pejamin Ratih pulang ke Indonesia. “terutama sekali masalah Finansial. Saya bilang ke partner saya, kita bagi rejeki yang kita peroleh selama ini dengan membantu kepulangan Ratih,” tambah Aldila yang juga menjadi pengacara untk Paytren, DHL, dan beberapa perusahaan besar lainnya.

Ratih sendiri yang semalam dihadirkan mengatakan bahwa dirinya nyaris tidak percaya bahwa pada akhirnya ia bakal bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di Pandegelang. “Saya sudah kangen dengan dua anak saya yang ada. Yang ketiga sudah saya ikhlaskan jadi korban Tsunami. Yang penting saya akan bertemu dengan keluarga saya yang lain yang lama saya rindukan,” kata Ratih sambil melirik suaminya yang duduk disampingnya.

Saat di Dubai Usai pelarian dari rumah majikannya, Ratih mengaku sempat terlunta lunta. “Untung saja saya ditampung oleh teman saya yang sudah menikah dengan orang dubai dan saya membantu mengurusi anaknya. Sambil itu saya juga sesekali kerja part timer agar bisa makan. Dan jujur saya kapok balik lagi ke dubai. Saya mau kerja di sini aja, “ katanya lirih. (AMZ)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direksi Duta Pertiwi Nusantara

Selasa, 18 Juni 2019 - 16:40 WIB

Juni 2019, Duta Pertiwi Nusantara Tentukan Besaran Dividen

Jakarta - PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk menyebutkan untuk tahun buku 2018 Perusahaan belum memutuskan berapa jumlah dividen yang akan dibagikan, penentuannya pada saat RUPS bulan Juni 2019.

Plang Duta Pertiwi Nusantara Tbk

Selasa, 18 Juni 2019 - 16:17 WIB

2019, Duta Pertiwi Nusantara Optimis Tumbuh

Jakarta - PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk memproyeksikan Pendapatan Tumbuh mencapai Rp115 miliar dengan laba bersih Rp9 miliar. Pendapatan bersih pada tahun 2018 sebesar Rp 143,38 miliar. Jumlah…

Industri daur ulang sampah plastik (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 18 Juni 2019 - 15:05 WIB

Peran Industri Daur Ulang Dorong Limbah Plastik Punya Nilai Tambah

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan nilai tambah terhadap limbah plastik dan kertas melalui peran industri daur ulang atau recycle industry.

Siswa SD yang mendapatkan beasiswa BRI

Selasa, 18 Juni 2019 - 14:25 WIB

Dukung Pemerataan Pendidikan, BRI Gelar Beasiswa Indonesia Cerdas

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. terus menunjukkan kinerja positif dalam penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli di bidang pendidikan. Sepanjang triwulan…

Banjir Sulteng

Selasa, 18 Juni 2019 - 14:05 WIB

Kementerian PUPR Lakukan Upaya Tanggap Darurat Pascabencana Banjir di Sulawesi Tenggara

Bantuan tanggap darurat disalurkan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya berupa layanan air bersih dan sanitasi, termasuk fasilitas MCK darurat ke lokasi-lokasi pengungsian…