INDUSTRY.co.id, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia melakukan penandatanganan MoU dengan The Council of Saudi Arabia Chambers of Commerce and Industry.
Kamar dagang kedua negara sepakat untuk mengadakan kerjasama peningkatan hubungan dagang antara pelaku usaha pelaku usaha anggota dari dari kedua kamar dagang dan industri Indonesia dan Arab Saudia.
"Kerjasama ini juga menjadi dasar bagi pengusaha masing-masing negara untuk mendirikan Indonesia Saudi Arabia Business Council" ungkap Ketua KADIN Indonesia, Rosan P. Roeslani saat acara Indonesia-Saudi Arabia Business Forum di Hotel Garnd Hyatt Jakarta (2/3/2017).
Seperti diketahui, transaksi perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi periode 2015-2016 mengalami penurunan menjadi US$4,01 miliar.
Komitmen investasi Arab Saudi di Indonesia kali ini mencapai US$25 miliar. Peran KADIN Indonesia sebagai wadah pengusaha di Indonesia sangat signifikan untuk mengawal agar komitmen tersebut dapat terealisasi.
, Business Forum yang diadakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang bekerjasama dengan Kadin Saudi arabia menghasilkan beberapa kerjasama.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani mengatakan, hari ini ada empat penandatanganan kerjasama (MoU) dengan total nilai sebesar US$2,4 miliar antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha Arab Saudi.
"Keempat MoU tersebut ada di sektor perumahan, biomas power plant, healtcare kesehatan, dan peningkatan fasilitas haji dan umrah" ungkap Rosan P. Roeslani di Jakarta (2/4/2017).
Disektor perumahan,PT Wijaya Karya menandatangani kerjasama dengan salah satu perusahaan Arab Saudi sebesar US$ 2 miliar. Kerjasama itu untuk membangun 8000 unit rumah di Arab Saudi.
"Untuk MoU antara PT. WIijaya karya prosesnya tahun ini. Kami harapkan tahun depan sudah berjalan" terangnya.
Selain PT Wijaya Karya, Biomas Power Plant juga menandatangani kerjasama (MoU) sebesar US$ 100 juta. Sedangkan untuk pembangunan Healthcare kesehatan sebesar US$ 100 juta.
"Untuk MoU peningkatan fasilitas dan penambahan kuota haji dan umroh saya kurang tau pasti berapa besarannya" ungkap Rosan.
Dengan MoU tersebut, ini menandakan sektor perminyakan tidak lagi menjadi unggulan untuk investasi di Indonesia.
"Kami dari Kadin berharap akan ada MoU lagi di kedatangan Raja Salman bin Abdulazis Al Saud ke Jakarta" tutup Rosan.