INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menegaskan kembali pelaksanaan program pembelian kembali saham atau buyback senilai maksimal Rp5 triliun mulai Selasa (20/10/2026).

Langkah emiten milik konglomerat Garibaldi "Boy" Thohir ini dilakukan di tengah tekanan pasar saham Indonesia akibat sentimen MSCI.

ADRO menegaskan melanjutkan program pembelian kembali saham senilai Rp5 triliun mulai 20 Oktober 2026.

Corporate Secretary ADRO Maharani Cindy Opssedha mengatakan aksi ini mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental ekonomi nasional dan prospek bisnis jangka panjang.

Program buyback telah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 17 April 2026, dengan periode pelaksanaan selama 12 bulan sejak 18 April 2026 hingga April 2027.

"Dengan didukung kondisi keuangan dan pengelolaan likuiditas yang prudent, perseroan meyakini langkah ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan, kebutuhan investasi, maupun operasional," ujar Maharani.

Buyback dilakukan sesuai POJK 29/2023, dengan batasan maksimal 10 persen dari modal disetor. Dana bersumber dari kas internal.

Secara proforma, aksi ini diperkirakan mendongkrak laba per saham dasar (EPS) dari US$ 0,01526 menjadi US$ 0,01668.

Aksi ADRO bersamaan dengan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang juga memulai buyback Rp5 triliun pada tanggal yang sama, sehingga total plafon buyback Grup Adaro mencapai Rp10 triliun.