INDUSTRY.co.id - Pati - PT Djarum merampungkan renovasi dan bangun ulang 12 rumah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) senilai tak kurang dari Rp840 juta.
Dua belas rumah tersebut terbagi dari tujuh rumah di Desa Purwosari, Kec. Tlogowungu dan lima di Cengkalsewu, Kec. Sukolilo. Setiap rumah mendapatkan bantuan renovasi dan dibangun ulang berkisar Rp70 juta.
Acara seremonial serah terima manfaat berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati pada Rabu (21/10) dengan dihadiri oleh Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, serta perwakilan kecamatan dan desa penerima manfaat.
Salah satu penerima bantuan, Syaiful Anam, warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah mengucap syukur. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjahit itu mengaku sudah bertahun-tahun tinggal bersama istri dan satu anaknya dalam kondisi rumah kurang nyaman dengan atap rusak, lantai beralas tanah, dan tembok yang terbuat dari anyaman bambu.
"Sebelum ini kondisi rumahnya kalau hujan ya bocor. Tembok rumah saya itu masih dari gedek (anyaman bambu) lantainya masih tanah. Kalau lagi panas ya sumuk (gerah), kalau hujan itu bocor. kadang-kadang ada ular masuk lewat belakang,” ungkapnya.
“Dulu anak saya kalau siang jarang tidur karena panas. Tapi sekarang lantainya sudah keramik, dindingnya sudah bataan, atapnya sudah bagus. Sekarang sudah nyaman, anak bisa tidur tenang, lebih enak, lebih layaklah untuk keluarga. Sudah permanen.," imbuh Anam.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh PT Djarum melalui program Rumah Sederhana Layak Huni di Kabupaten Pati. Ia berharap inisiatif tersebut dapat terus berlanjut dan mendorong banyak pihak untuk ikut terlibat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi dengan para stakeholder menjadi salah satu kunci untuk memperluas manfaat program sosial agar dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
“Bantuan ini merupakan suatu anugrah yang sangat berarti bagi para penerima manfaat. PT Djarum sudah berkontribusi besar pada masyarakat Pati.,” ujar Risma Ardhi Chandra.
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, mengatakan bahwa renovasi dan bangun ulang dilakukan dengan memperhatikan jumlah penghuni di setiap rumah. Dengan begitu, ukuran dan tata ruang mulai dari kamar tidur, dapur, hingga sanitasi disesuaikan agar memberi rasa aman, nyaman, dan sehat.
Sesuai dengan program yang sudah berjalan, Budiharto mengatakan pelaksanaan program RSLH melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar.
Selama pembangunan atau renovasi berlangsung, PT Djarum memberikan bantuan secara menyeluruh sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan. Masyarakat sekitar pun turut dilibatkan untuk memperkuat semangat gotong royong antar warga.
“Kami juga berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi satu trigger buat perusahaan-perusahaan lain untuk ikut membantu masyarakat.’,” ucapnya.
Program RSLH menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang lebih layak sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga yang membutuhkan.
Sepanjang tahun 2026, PT Djarum menargetkan pembangunan dan renovasi sebanyak 492 rumah melalui program serupa di wilayah-wilayah seperti Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.
Sebelum pelaksanaan serah terima 12 rumah di Pati, program ini telah mencatat penyelesaian 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, 10 rumah di Wonogiri.
Program RSLH sudah berlangsung sejak tahun 2022 sebagai bagian dari komitmen sosial PT Djarum dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Hingga 2025, program ini telah merampungkan renovasi 626 hunian di sejumlah wilayah Jawa Tengah seperti Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.