Pasca Kasus OTT, Kinerja PT Krakatau Steel Tetap Berjalan Baik

Oleh : Herry Barus | Senin, 25 Maret 2019 - 06:49 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Dirut PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Direktur Teknologi dan Produksi perusahaannya Wisnu Kuncoro tidak akan menurunkan kinerja perseroan.

"Permasalahan ini tidak akan memperlambat atau menurunkan kinerja PT Krakatau Steel," kata Silmy Karim dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Menurut Silmy Karim, manajemen sudah mengambil sejumlah langkah antisipatif, antara lain menghubungi berbagai mitra termasuk perbankan. Hasilnya, tidak ada masalah dalam hal restrukturisasi yang dilakukan Krakatau Steel selanjutnya.

Dirut Krakatau Steel juga menyatakan sudah banyak pembenahan yang dilakukan dalam jangka waktu enam bulan sejak dirinya dipercaya memimpin BUMN tersebut.

"Dalam hal program Pembangunan Klaster Cilegon tidak akan berubah tidak akan mundur, ini tetap kami canangkan dan kami akan terus," kata Silmy Karim seperti dilansir Antara.

Silmy Karim mengemukakan bahwa berbagai proyek lainnya sudah berjalan dengan lancar, dan dari segi internal, KS juga akan tetap melaksanakan proses operational excellece yang saat ini sudah masuk dalam proses eksekusi.

Pembenahan yang sudah berjalan kurang lebih selama dua bulan itu berjalan dengan cukup baik dan konsultan internasional yang disewa Krakatau Steel menyatakan tidak ada sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan.

Terkait proyek yang disangkakan dalam kasus dugaan suap KPK, Silmy Karim menyatakan bahwa hal itu belum tercatat sebagai rencana kerja Krakatau Steel pada 2019 ini.

Untuk rencana 2019, menurut dia, secara kasar berjumlah sekitar US$ 400 juta yang terdiri atas investasi baik dari sisi induk perusahaan maupun dari sisi anak perusahaan. "Mayoritas investasi ada di induk perusahaan, dalam hal ini saya sendiri mengambil alih langsung untuk beberapa hal strategis," ucap Silmy Karim.

Terkait penggantian direktur, Silmy Karim memaparkan, penggantian permanen harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham. Namun pihaknya masih berkonsultasi dengan berbagai pihak termasuk Menteri BUMN.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Irwan Prayitno Gubernur Sumatera Barat (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 22:30 WIB

Bazar Ramadhan Menjaga Stabilitas Harga Kebutuhan Bahan Pokok Masyarakat

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka bazar Ramadhan di halaman Kantor Gubernur mulai tanggal 21-24 Mei 2019. Bazar ini diadakan setiap tahunnya dalam rangka menjaga stabilitas harga…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 22:00 WIB

Ketua DPR: Sikapi Rekapitulasi Akhir Pemilu dengan Arif dan Bijaksana

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersyukur tahapan akhir Pemilu 2019 telah selesai ditandai dengan diumumkannya hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa dini hari (21/05/19).…

Dari kiri ke kanan: Manager Komunikasi Internal BNI Syariah, Alyusri; Pgs Manager Koordinator BNI Syariah, Iqbal Taqiudin; Sekretaris Perusahaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari.

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:52 WIB

Green Ramadhan, BNI Syariah Gelar Serangkaian Kegiatan dan Promo

Green Ramadhan, BNI Syariah Gelar Serangkaian Kegiatan dan Promo

Menhan Ryamizard Ryacudu-foto RiauOnline.com

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:30 WIB

Menhan Ryacudu Pastikan Kondisi Aksi 22 Mei Kondusif Stabil

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizad Ryacudu memastikan kondisi keamanan menjelang aksi 22 Mei 2019 berjalan kondusif dan stabil.

Kemensos Pastikan Ida Faridha Mendapatkan PKH

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:20 WIB

Kemensos Pastikan Ida Faridha Mendapatkan PKH

Pemerintah mengabulkan harapan Ida Faridha (54) warga Kawarang untuk mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku telah menelusuri keberadaan…