Pabrik Semen Rembang Akan Lakukan Komisioning Ulang

Oleh : Hariyanto | Selasa, 28 Februari 2017 - 18:51 WIB

Proyek Semen rembang (kompasiana)
Proyek Semen rembang (kompasiana)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menyatakan, setelah mendapatkan izin lingkungan yang baru maka pabrik semen Rembang akan dilakukan komisioning ulang.

"Pabrik kan sudah komisioning. Namun, berhenti karena izin lingkungannya dicabut sehingga mereka harus komisioning ulang," kata Harry ditemui di kantor Kementerian BUMN baru-baru ini.

Ia menekankan bahwa unsur yang paling penting dari pendirian sebuah pabrik adalah tambang, bukan pabrik. Artinya, permasalahan yang pernah dialami oleh Semen Indonesia (Persero) Tbk bukan izin pembangunan pabrik, melainkan izin lingkungannya.

"Yang paling penting itu adalah pendekatan ke masyarakat. Tidak masalah kontrak sudah ditandatangani, dan tidak mungkin juga 100% (masyarakat) setuju," ujarnya.

Saat ini, Semen Indonesia telah memeroleh izin lingkungan yang baru berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/6 Tahun 2017 tertanggal 23 Februari 2017 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur No. 660.1/30 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik Semen PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Sekretaris Perusahaan Agung Wiharto menuturkan, pokoknya mencakup aktivitas pembangunan, penambangan, dan operasional pabrik semen di Kabupaten Rembang.

Seperti diketahui, fase komisioning telah dilakukan pada November 2016. Pabrik yang menelan investasi sekitar Rp4,97 triliun diperkirakan berkapasitas produksi tiga juga ton. (Hry/ Imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Vivi Wang, selaku Business Development Director Mobvista Asia Tenggara

Kamis, 17 Oktober 2019 - 23:01 WIB

Mobvista: Peluang Besar Mobile Marketing Konten Video

Jakarta - Mobvista mengeksplorasi bagaimana brand dan marketer di Indonesia dapat memanfaatkan peluang dengan lebih baik untuk memaksimalkan mobile marketing berbentuk konten video.

Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D

Kamis, 17 Oktober 2019 - 22:00 WIB

Mahfud MD: Mahasiswa Instrumen Utama Bela Negara

Peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul yang berkarakter nasionalis dan adaptif terhadap perkembangan diperlukan untuk dapat menunjang tercapainya visi tersebut.

Diskusi Fintech bersama AwanTunai

Kamis, 17 Oktober 2019 - 21:39 WIB

Diperlukan Kolaborasi Untuk Pemanfaatan Fintech Dalam Mencapai SDGs

Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang lebih baik antara pemerintah, sektor swasta, serta pelaku keuangan lainnya, dalam memanfaatkan teknologi keuangan sebagai solusi tantangan pembangunan,…

Public Relations Lead DreamHub Trevi Pradipta, Chief Marketing Officer DreamHub Duan Aditya Akelyaman, dan Chief Operating Officer DreamHub Daniel Derandie

Kamis, 17 Oktober 2019 - 20:42 WIB

Kolaborasi dan Komitmen Diperlukan Guna Membangun Ekosistem Startup 

Kolaborasi dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk membangun ekosistem startup sehingga menghasilkan inovasi, solusi yang dapat diterima oleh pasar, dan model bisnis…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Kamis, 17 Oktober 2019 - 20:30 WIB

Di Ajang TEI 2019, Menperin Airlangga Paparkan Strategi Genjot Daya Saing Industri Nasional

Pemerintah saat ini bertekad lebih fokus menggenjot daya saing industri manufaktur nasional agar semakin kompetitif di kancah global. Sejumlah langkah strategis yang akan dijalankan secara sinergis…