Serap 50 Investor dan 5.000 Naker, Menperin Sebut KIK Jadi Contoh Pengembangan Kawasan Industri Terintegrasi

Oleh : Ridwan | Senin, 14 Januari 2019 - 19:05 WIB

Menperin Airlangga saat tinjau Kawasan Industri Kendal - foto Dok Kemenperin
Menperin Airlangga saat tinjau Kawasan Industri Kendal - foto Dok Kemenperin

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada Kawasan Industri Kendal (KIK) yang telah mampu menarik 50 investor dengan target penanaman modal sebesar Rp6,5 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.000 orang hingga akhir tahun 2019. 

"Artinya, aktivitas industri dapat memacu penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak. Ini salah satu multipler effect-nya bagi perekonomian nasional. Dan, ini diperlukan melalui peningkatan investasi," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Menperin berharap, KIK sebagai salah satu klaster yang terintegrasi dapat menjadi contoh terhadap pengembangan kawasan industri lainnya di Indonesia. Pembangunan KIK direncanakan sampai tiga tahap dengan total lahan seluas 2.700 hektare untuk menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh pengembangan zona industri, pelabuhan, kota fesyen, dan permukiman.

"Di sini sudah banyak sektor light industry. Selain itu, kami akan dorong juga untuk tumbuhnya industri komponen, fesyen, sepatu dan garmen," tuturnya.

Pengembangan KIK terus diakselerasi menjadi kawasan industri padat karya berorientasi ekspor. "Kami akan terus mendorong peningkatan kapasitas industri. Jadi, selain produksinya untuk pasar domestik, juga mampu memenuhi ekspor," imbuhnya.

Di samping itu, Kemenperin siap memasok kebutuhan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten. Salah satu langkah strategisnya adalah mendirikan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di KIK.

"Upaya itu sejalan dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo, yang memfokuskan tahun ini pada pembangunan kualitas SDM setelah infrastruktur," ujarnya.

Airlangga pun mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal yang telah mendukung pembangunan KIK sebagai proyek strategis nasional. 

"Apalagi adanya trade war China dan Amerika Serikat, menjadi kesempatan bagi Asean termasuk Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi. Dan, dengan selesainya jalan tol Trans Jawa juga menjadi daya tarik," paparnya.

Beroperasinya KIK diremsikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada November 2016. Menurut Jokowi, KIK menjadi ikon baru kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Singapura. KIK dibangun oeh PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal Singapura.

KIK sebagai kawasan industri terintegrasi pertama di Jawa Tengah ini memilki potensi penyerapan investasi hingga Rp200 triliun dan tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang. 

Presiden Direktur dan CEO KIK Stanley Ang merinci pada tahun 2018 sudah ada 48 perusahaan yang menyatakan minatnya untuk investasi di KIK, ditambah dua perusahaan yang sudah deal pada Januari 2019. 

"Dua perusahaan yang akan segera mengeksekusi usahanya di KIK, yakni satu dari sektor industri baja yang merelokasi pabriknya, dan satu lagi industri pengemasan yang melakukan ekspansi," ujarnya. 

Di antara 50 perusahaan tersebut, tujuh sudah beroperasi, tiga perusahaan sedang proses membangun dan 12 perusahaan sedang mengurus administrasi seperti perizinan dan persiapan desain bangunan. 

"Jadi yang sudah 85 persen dari Indonesia, 7 persen singapura, serta Korea Selatan, Jepang dan Malaysia masing-masing 2 persen," jelasnya.

Perusahaan-perusahaan itu antara lain PT. Tat Wai Industries, PT. APP Timber, PT. Praya, PT. Ganda Sugih Arthaboga, Steel Fabricator Company, PT. Kendal Eco Furindo, dan PT Roda Maju Bahagia. Target investor sektor lainnya, yakni industri elektronika, otomotif, dan kimia dasar.

Stanley menargetkan, pada kuartal II-2019, investor akan tumbuh lebih kencang sebab kondisi akan lebih stabil. “Investor dalam negeri tak lagi wait and see melihat kondisi politik, sedangkan kondisi perang dagang juga diperkirakan mereda," ungkapnya. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Irwan Prayitno Gubernur Sumatera Barat (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 22:30 WIB

Bazar Ramadhan Menjaga Stabilitas Harga Kebutuhan Bahan Pokok Masyarakat

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno membuka bazar Ramadhan di halaman Kantor Gubernur mulai tanggal 21-24 Mei 2019. Bazar ini diadakan setiap tahunnya dalam rangka menjaga stabilitas harga…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 22:00 WIB

Ketua DPR: Sikapi Rekapitulasi Akhir Pemilu dengan Arif dan Bijaksana

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bersyukur tahapan akhir Pemilu 2019 telah selesai ditandai dengan diumumkannya hasil rekapitulasi suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa dini hari (21/05/19).…

Dari kiri ke kanan: Manager Komunikasi Internal BNI Syariah, Alyusri; Pgs Manager Koordinator BNI Syariah, Iqbal Taqiudin; Sekretaris Perusahaan BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari.

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:52 WIB

Green Ramadhan, BNI Syariah Gelar Serangkaian Kegiatan dan Promo

Green Ramadhan, BNI Syariah Gelar Serangkaian Kegiatan dan Promo

Menhan Ryamizard Ryacudu-foto RiauOnline.com

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:30 WIB

Menhan Ryacudu Pastikan Kondisi Aksi 22 Mei Kondusif Stabil

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizad Ryacudu memastikan kondisi keamanan menjelang aksi 22 Mei 2019 berjalan kondusif dan stabil.

Kemensos Pastikan Ida Faridha Mendapatkan PKH

Selasa, 21 Mei 2019 - 21:20 WIB

Kemensos Pastikan Ida Faridha Mendapatkan PKH

Pemerintah mengabulkan harapan Ida Faridha (54) warga Kawarang untuk mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengaku telah menelusuri keberadaan…